LEWOLEBA — WAKIL Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung yang diselenggarakan oleh PT. Silvano Maynard Jaya (SMJ) di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Lembata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur PT. SMJ Silvester Sudin, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Romo Deken Lembata RD. Blasisius Masan Kleden, perwakilan PT. Syngenta Indonesia, PT. Seger Agro Nusantara, camat, kepala desa, para petani, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Direktur PT. SMJ Silvester Sudin menjelaskan konsep “5P” yang diterapkan perusahaan dalam pengembangan pertanian jagung di Lembata. Konsep tersebut meliputi pemberdayaan yang saling menguntungkan, pelatihan bagi petani melalui teori dan praktik lapangan, pendampingan berkelanjutan, pengembangan perluasan lahan produktif, serta pemberian motivasi kepada petani.
Ia menyebutkan, penggunaan benih jagung NK Sumo Sakti 7328 dengan kebutuhan 13 kilogram per lahan tanam mampu menghasilkan hingga 7 ton jagung dalam masa panen sekitar 120 hari.

Silvester juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam membangun sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh modal dan teknologi, tetapi juga oleh kemauan untuk bekerja dan mengelola lahan secara produktif.
“Profit yang sesungguhnya bukan hanya uang, tetapi perubahan pola pikir masyarakat untuk mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat agar lebih fokus pada kerja nyata dibanding sekadar berbicara tanpa tindakan. Ia juga mengingatkan pentingnya perhitungan ekonomi yang matang dalam menjalankan usaha pertanian agar tidak berujung pada kegagalan.
PT. SMJ, lanjutnya, juga berkomitmen memperluas investasi di Lembata melalui pembangunan gudang penyimpanan jagung, pengembangan infrastruktur pertanian, hingga rencana investasi alat pengering dan silo apabila luas lahan produktif terus meningkat.
Sementara itu, Romo Deken Lembata RD. Blasisius Masan Kleden menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan PT. SMJ atas upaya mengembangkan sektor pertanian di wilayah Ile Ape.
Ia menyoroti perubahan kawasan yang sebelumnya dipenuhi lahan tidur menjadi hamparan kebun jagung yang produktif dan menjanjikan bagi masyarakat.
Romo Deken juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kerja dan spiritualitas. Menurutnya, keberhasilan pertanian harus tetap disertai rasa syukur dan keterlibatan Tuhan dalam setiap proses kerja.
Selain itu, ia mengingatkan para petani agar tetap menjaga kesuburan alami tanah dan bijak dalam penggunaan pupuk kimia demi keberlanjutan pertanian di masa depan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, S.Sos memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Lembata, khususnya PT. SMJ yang dinilai hadir tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai mitra edukasi bagi para petani.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga harus dibarengi dengan nilai-nilai iman dan kolaborasi yang kuat antar semua pihak.
Wakil Bupati juga menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperbaiki rantai logistik daerah guna meningkatkan nilai tukar petani dan stabilitas harga komoditas.
Menurutnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi V DPR RI, Direktorat Lalu Lintas Laut, PT ASDP, dan PT Pelni untuk memperkuat konektivitas transportasi laut serta menghadirkan kontainer subsidi guna menekan biaya distribusi barang.
“Pemda berkomitmen memotong rantai logistik agar hasil pertanian masyarakat memiliki daya saing dan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Lembata saat ini menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah indikator ekonomi makro, termasuk penurunan angka pengangguran dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bahkan, Kabupaten Lembata baru saja meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri terkait Indeks Pelayanan Publik, serta menempati urutan pertama di Provinsi NTT dalam penurunan angka pengangguran.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pertanian melalui kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat. Ia berharap sektor pertanian jagung di Lembata tidak hanya berhenti pada tahap panen, tetapi berkembang hingga sektor hilirisasi dan industri pengolahan yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, edukasi kepada petani harus terus diperkuat agar pertanian di Lembata semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya. (*/Tim LembataNews)








