LEWOLEBA – BUPATI Lembata P Kanisius Tuaq didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai, menerima audiensi Direktur PT. Silvano Maynard Jaya (SMJ), Silvester Sudin, di ruang kerja Bupati Lembata.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan kegiatan usaha PT SMJ di Kabupaten Lembata sejak mulai beroperasi pada November 2025. Dalam kesempatan itu, Direktur PT SMJ menjelaskan bahwa perusahaan telah melaksanakan penanaman jagung di lahan seluas kurang lebih 200 hektar di wilayah Lembata.
Dari luas lahan tersebut, hasil panen jagung diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ton. PT SMJ juga merencanakan panen raya jagung pada bulan Mei 2026 bertempat di desa Petuntawa Kec. Ile Ape, yang diharapkan dapat dihadiri oleh lebih dari 1.000 petani sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan sektor pertanian di daerah.
Silvester Sudin menyampaikan bahwa pengembangan usaha PT SMJ tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Perusahaan mengusung filosofi “kuat di akar”, yakni membangun fondasi usaha dari tingkat desa atau kampung agar kegiatan ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Selain itu, PT SMJ juga menargetkan penciptaan wirausaha baru di Kabupaten Lembata, dengan mendorong munculnya pengusaha lokal di bidang pertanian. Saat ini, telah terdapat tiga calon pengusaha dari target empat orang yang dipersiapkan untuk terlibat dalam pengembangan usaha tersebut.
Dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian, PT SMJ juga memprioritaskan rekrutmen tenaga kerja lokal yang memahami karakteristik daerah. Perusahaan turut menjalin kemitraan dengan perusahaan profesional, salah satunya dengan Syngenta Indonesia, guna meningkatkan kualitas produksi serta pengelolaan pertanian modern.

Perwakilan PT SMJ menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Lembata, tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dilandasi komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Lembata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim PT SMJ yang telah beberapa kali melakukan pertemuan untuk merumuskan format kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Bupati, persoalan pengembangan jagung di Lembata sebenarnya sudah lama menjadi perhatian, namun hingga kini produktivitasnya masih relatif rendah dan luas tanam sulit meningkat.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama sektor pertanian di Lembata adalah keterbatasan sumber daya air, karena sebagian besar petani masih mengandalkan curah hujan yang tidak menentu. Bahkan pada beberapa tahun sebelumnya, seperti 2018, 2019, dan 2021, curah hujan dinilai tidak normal sehingga memengaruhi hasil produksi pertanian.
“Bertani di lahan kering tanpa irigasi ibarat berjudi karena sangat bergantung pada alam,” ujar Bupati.
Karena itu, Bupati menilai penting adanya strategi bersama untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dengan memanfaatkan lahan yang memiliki akses air yang lebih baik, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat.
Bupati juga menyampaikan bahwa rencana pengembangan pertanian yang diusung PT SMJ akan diintegrasikan dalam desain besar pembangunan pertanian di Kabupaten Lembata, termasuk kemungkinan dituangkan dalam perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan sektor pertanian di Lembata dapat berkembang lebih maju serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani. (*/Tim LembataNews)








