Sabtu, April 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Ekbis

PLN Perkuat Transisi Energi Bersih, Geothermal Jadi Harapan Baru Flores

LembataNews by LembataNews
Maret 3, 2026
in Ekbis, Humaniora
0
PLN Perkuat Transisi Energi Bersih, Geothermal Jadi Harapan Baru Flores
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


MANGGARAI – EMIRENSIA Wawo, warga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, tak lgi asing dengan fenomena lumpur panas yang muncul dari dalam tanah di kampungnya. Sejak tahun 1950-an, manifestasi alam itu telah menjadi bagian dari keseharian warga. Namun, ia baru memahami bahwa fenomena tersebut merupakan potensi energi panas bumi ketika tim PT PLN (Persero) melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatannya sebagai sumber listrik.

Hal serupa dirasakan masyarakat Atadei, Kabupaten Lembata. Selama lebih dari dua dekade, warga mendambakan agar potensi panas bumi di wilayah mereka dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan listrik yang andal dan mendorong kemajuan daerah. Harapan itu kini kian nyata seiring komitmen pemerintah dan PLN dalam mengembangkan energi bersih di Flores.

Related posts

Pelukan Ajaib The ‘Rescuing Hug’ Menyelamatkan Nyawa dan Mengubah Dunia Kedokteran

Pelukan Ajaib The ‘Rescuing Hug’ Menyelamatkan Nyawa dan Mengubah Dunia Kedokteran

April 2, 2026
Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan

Pemkab Lembata dan BPJS Ketenagakerjaan Teken Kerja Sama Perlindungan Pekerja Rentan

April 2, 2026

Secara ilmiah, energi panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami bumi. Energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida bawah tanah, terbentuk dari proses geologi jutaan tahun, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung, Ali Ashat, menyebut potensi geothermal di Flores menjadi pilihan utama dalam transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang lebih murah dan ramah lingkungan. Melalui PLTP, subsidi bahan bakar fosil dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih produktif.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait risiko geothermal, mulai dari isu pencemaran air tanah, emisi gas, hingga gempa bumi. Padahal, jenis geothermal berbeda-beda dan Indonesia menggunakan sistem hydrothermal di mana panas dan air sudah tersedia secara alami sehingga pengembangannya relatif lebih aman dan terukur.

Pengembangan panas bumi dilakukan melalui tahapan ketat dengan teknologi modern dan sistem pengeboran cerdas yang mampu memprediksi serta mencegah risiko kegagalan. Aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap eksplorasi hingga operasi.

Senada dengan Ali Ashat, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa geothermal bukanlah aktivitas pertambangan. Energi ini memanfaatkan panas bumi yang terbarukan, bukan mengeruk sumber daya terbatas.

“Manifestasi seperti uap, lumpur panas, atau bau belerang adalah gejala alami aktivitas bawah permukaan bumi dan perlu dikelola dengan baik agar tetap aman,” jelasnya.

Berdasarkan data PLN, pemanfaatan geothermal di Flores telah mencapai 18 MW dari total potensi sekitar 377 MW. Pemerintah pusat bahkan menetapkan Flores sebagai ikon “Flores Geothermal Island” melalui Keputusan Menteri ESDM tahun 2017.

Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas terpasang 114 MW dengan beban puncak 99,14 MW. Namun, sekitar 85 persen bauran energinya masih didominasi fosil, dengan impor 108.600 ton batu bara dan 92,6 juta liter solar B35 per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbesar kontribusi energi baru terbarukan.

PLTP menjadi solusi unggulan karena mampu menyediakan listrik stabil, tidak bergantung pada cuaca, serta memiliki emisi karbon rendah, sekitar ±75 gram CO₂e per kWh, jauh lebih kecil dibanding pembangkit berbasis fosil. Beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tengah dikembangkan, antara lain Ulumbu di Manggarai, Atadei di Lembata, Oka Ile Ange di Flores Timur, serta Wae Sano di Manggarai Barat.

Keberhasilan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara menjadi inspirasi. Dengan kapasitas 120 MW, PLTP Lahendong menyuplai listrik ke lebih dari 133.000 rumah dan menghemat devisa miliaran rupiah per tahun. Tak hanya itu, pengembangannya turut mendorong ekowisata, industri lokal, hingga produk unggulan masyarakat.

Pulau Flores dinilai memiliki peluang meniru kesuksesan tersebut, memanfaatkan energi domestik ramah lingkungan, menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan kuat datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Satgas di sejumlah wilayah kerja panas bumi untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan proses berjalan transparan serta akuntabel. Dialog dengan masyarakat pun terus dikedepankan.

Menurut Gubernur Melki, proyek geothermal yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara yang masih memiliki kendala akan diperbaiki sesuai aspirasi masyarakat. Transparansi data lingkungan, keterlibatan masyarakat adat, serta pelestarian berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama.

PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun menjadi bukti konkret. Saat berdialog dengan warga Desa Wewo, Gubernur menanyakan langsung apakah ada dampak negatif terhadap pertanian, kesehatan, atau ternak. Warga serempak menyatakan tidak pernah merasakan dampak buruk, justru menikmati manfaat listrik yang lebih andal.

Gubernur juga meminta PLN memastikan penggunaan teknologi terbaik dalam setiap proses pengeboran agar pengembangan geothermal benar-benar memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Di balik uap panas bumi yang mengepul dari perut Flores, tersimpan harapan besar akan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau.

“Dengan kolaborasi pemerintah, PLN, akademisi, dan masyarakat, Flores berada di jalur menuju transformasi energi bersih yang berkelanjutan,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Buka Tabligh Akbar di Masjid Ummul Quroh: Wabup Muhamad Nasir Tekankan Kepekaan Sosial dan Kerukunan

Next Post

Turnamen Bola Voli MSFS Cup II, Pembinaan Generasi Muda dan Promosi Panggilan Imam di Lembata

Next Post
Turnamen Bola Voli MSFS Cup II, Pembinaan Generasi Muda dan Promosi Panggilan Imam di Lembata

Turnamen Bola Voli MSFS Cup II, Pembinaan Generasi Muda dan Promosi Panggilan Imam di Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuh didampingi Wakil Bupati Muhamad Nasir, Kalak BPBD Handris Koban, dan para Asisten Sekda meninjau barang bantuan siaga darurat bencana erupsi darurat BPBD para Rabu, 9 Juli 2025.

Siap Siaga Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, BNPB Bantu Rp416 Juta

9 bulan ago
Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

2 bulan ago
Program Nelayan Tani Ternak (NTT) yang diinisiasi oleh Bupati P. Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, nampaknya kini mulai membuahkan hasil yang menggembirakan. Salah satu bukti nyatanya adalah geliat produksi ayam beku lokal yang semakin menjanjikan.

Program NTT Dongkrak Ekonomi Lokal, PAD Pertama dari Cold Storage Bukti Nyata Keberhasilan pengusaha Ayam Pedaging di Lembata

5 bulan ago
Kanis Tuaq - Muhamad Nasir saat berada di atsa panggung kampanye akbar di Pantai Wulenluo. Paket dengan tagline Nelayan Tani Ternak (NTT) ini bertekad menyejahterakan masyarakat lewat ekonomi hijau dan ekonomi biru (pertanian dan kelautan).

Sihir Coblos Botak, Bawa Berkah Kemenangan Paket Tunas

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In