Rabu, April 1, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Polkam

Dana Transfer Daerah 2026 Dipangkas, Jadi Sorotan Utama di Lembata

LembataNews by LembataNews
November 19, 2025
in Polkam
0
Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali memimpin apel kesadaran, Senin, 17 November 2025 di halaman kantor Bupati Lembata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali memimpin apel kesadaran, Senin, 17 November 2025 di halaman kantor Bupati Lembata.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – KEBIJAKAN pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah pada tahun 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lembata. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan mendekati Rp 900 miliar pada 2025 terpaksa turun drastis menjadi sekitar Rp 600 miliar pada 2026.

Pemotongan signifikan ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pemerintahan dan layanan publik yang selama ini berjalan di berbagai sektor.

Related posts

Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja

Dua Ranperda Strategis Disepakati, Pemda dan DPRD Lembata Perkuat Perlindungan Anak dan Tenaga Kerja

April 1, 2026
Serahkan LKPJ 2025, Bupati Lembata Ungkap Capaian Kinerja, Pertumbuhan Ekonomi, dan Penurunan Kemiskinan

Serahkan LKPJ 2025, Bupati Lembata Ungkap Capaian Kinerja, Pertumbuhan Ekonomi, dan Penurunan Kemiskinan

Maret 31, 2026

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, dalam apel kesadaran di halaman Kantor Bupati Lembata, Senin 17 November 2025, mengungkapkan keprihatinannya atas penurunan anggaran tersebut.

Ia menegaskan pentingnya efisiensi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama pada belanja rutin, karena kebijakan pengurangan dana transfer merupakan konsekuensi dari evaluasi pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.

Berdasarkan perbandingan dengan APBD induk 2025, terjadi penurunan sekitar Rp 150 miliar, dan jika dihitung dengan APBD perubahan, pemangkasan mencapai sekitar Rp 89 miliar. Kondisi ini membuat anggaran 2026 hanya cukup untuk menutupi belanja wajib seperti gaji pegawai, listrik, air, dan pengadaan obat-obatan di Puskesmas dan rumah sakit. Akibatnya, sejumlah program non-prioritas dan pengembangan terpaksa ditunda.

Paskalis menegaskan bahwa penurunan dana transfer memiliki keterkaitan langsung dengan rendahnya penyerapan anggaran oleh OPD dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga 11 November 2025, penyerapan anggaran baru mencapai 70%, sementara realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyentuh 74%. Dengan waktu ideal tersisa hanya dua minggu sebelum penguncian DAU SG, PAD, dan Bagi Hasil akhir November serta batas akhir penyerapan DAK pada 15 Desember 2025, kondisi fiskal semakin tertekan.

ASN lingkup Pemkab Lembata saat mengikuti apel kesadaran di halaman kantor Bupati Lembata, Senin, 17 November 2025.
ASN lingkup Pemkab Lembata saat mengikuti apel kesadaran di halaman kantor Bupati Lembata, Senin, 17 November 2025.

Lebih lanjut, Sekda mengungkapkan adanya potensi kekurangan anggaran hingga Rp 50 miliar. Dengan target PAD tahun 2026 yang mencapai Rp 42 miliar, kekurangan tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp 2 miliar dan akan ditutupi melalui dukungan pemerintah pusat.

Namun ia menegaskan bahwa tahun 2026 tetap akan menjadi tahun sulit bagi Lembata, karena anggaran yang tersedia hanya mencukupi kebutuhan rutin, sementara program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur serta pengembangan sektor nelayan, tani, dan ternak, akan terhambat.

Paskalis juga menyoroti rendahnya realisasi anggaran yang terlihat dari dana daerah yang masih mengendap. Hingga saat ini, terdapat sekitar Rp 30 miliar yang belum terserap di RKUD dan Rp 27 miliar di deposito, sehingga total dana mengendap mencapai Rp 57 miliar.

Ia menilai kondisi ini bertentangan dengan komitmen pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran besar, namun tidak diimbangi dengan kinerja penyerapan yang optimal dari daerah.

Menutup arahannya, Sekda menegaskan bahwa APBD Perubahan 2025 sudah ditetapkan dan wajib segera dieksekusi. Ia meminta seluruh OPD bergerak cepat menyelesaikan penyerapan anggaran sekaligus memperbaiki perencanaan agar tidak terjadi hambatan serupa di tahun mendatang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi penyesuaian pembangunan akibat kondisi fiskal yang menantang, seraya berharap pemerintah pusat terus melakukan pembinaan agar kinerja daerah dapat meningkat dan kesenjangan kebutuhan pembangunan dapat teratasi. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Dinkes Lembata Gerak Cepat Lakukan Foging di Daerah Endemi DBD

Next Post

Pemkab Lembata Ajukan Dua Ranperda ke DPRD, Usul Tambah 3 OPD Baru

Next Post

Pemkab Lembata Ajukan Dua Ranperda ke DPRD, Usul Tambah 3 OPD Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Yohanes Mamun, Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Lembata saat menutup kegiatan Gebyar SLB dan Aneka Lomba di SLB Negeri Lewoleba, Kamis, 22 Mei 2025 malam.

Sukses Gelar Gebyar SLB dan Aneka Lomba, Sebagai tuan rumah, Paul Hurint: Gebyar dan Aneka Lomba sebagai Sumber Inspirasi untuk Terus Maju dan Berkembang

10 bulan ago
Salah satu titik longsor di Kecamatan Nagawutun yang telah berhasil dibersihkan setelah Pemda Lembata mengerahkan alat berat turun ke lokasi longsor, Rabu, 3 April 2024.

Setelah Dibersihkan, Akses Jalur Boto-Lewoleba kembali Normal

2 tahun ago
Charles Arif alias Koko Cimeng, terdakwa pelaju penyiraman air keras dan pencabulan terhadap siswi SMPN 1 Lewoleba saat menghadiri sidang pembacaan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lembata, senin, 20 Januari 2025.

Divonis 20 Tahun, Koko Cimeng, Terdakwa Pelaku Penyiraman Air Keras Pasrah Terima Putusan

1 tahun ago
Masyarakat yang berada di lokasi pembangunan PLTP Atadei menghadiri sosialisasi di halaman kantor Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Kamis, 23 Agustus 2024.

Kolaborasi PLN dan Pemda Lembata Menuju Transisi Energi Maju Mandiri Berkelanjutan

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In