Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Warga Lembata Minta Ubah Makan Gratis Jadi Sekolah Gratis

LembataNews by LembataNews
Maret 20, 2025
in Headline, Humaniora
0
Alexander Take Orang, anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai NasDem foto bersama warga Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, Lembata usai reses di kantor desa setempat Kamis, 20 Maret 2025.

Alexander Take Orang, anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai NasDem foto bersama warga Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, Lembata usai reses di kantor desa setempat Kamis, 20 Maret 2025.

0
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – PROGRAM makan bergizi gratis yang digelontorkan Presiden Prabowo Subianto ternyata tak semuanya mendapat respons positif dari masyarakat. Masyarakat bahkan mengharapkan agar program makan bergizi gratis digantikan dengan program sekolah gratis.

Mia, warga Desa Hoelea 2 saat reses anggota DPRD Provinsi NTT dati Fraksi Partai NasDem Alexander Take Ofong di Desa Hielea 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Kamis, 20 Maret 2025 mengatakan, walau siswa di Desa Horlea belum mendapatkan program bantuan pemerintah itu, namun setelah mendapatkan informasi bahwa ada kasus daging mentah, membuat otangtua siswa menjadi khawatir. 

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Ia mengatakan, belajar dari pengalaman di daerah lain tersebut, ia menyarankan agar program. Makan bergizi gratis digantikan dengan program sekolah gratis. 

Sebab, lanjutnya, banyak anak sekolah yang putus sekolah karena orang tua tak sanggup menyekolahkan anaknya. Sehingga, dengan mengalihkan makan gratis ke sekolah gratis, maka anak-anak yang putus sekolah bisa krmbali sekolah. 

Hal senada juga dikemukakan warga Desa Puor, Kecamatan Wulandoni. Mereka juga menolak program makan bergizi gratis dan meminta Pemerintah Pusat menggantikannya dengan program sekolah gratis. 

Menanggapi permintaan warga tersebut, anggota DPRD Provinsi NTT dati Fraksi Partai NasDem Alexander Take Ofong menegaskan, yerkait program pemberian makan bergizi gratis merupakan program nasional dan sebagai penyelenggara, pemerintah daerah harus berupaya agar bisa dijalankan. 

Akan tetapi, program ini tidak bisa diterima begitu saja. 

“Secara pribadi saya menolak program ini karena tidak masuk akal, tidak berdayakan masyarakatnya dan tidak berdampak apa-apa. Ada pepatah katakan berilah kail bukan berikan ikan. Lalu kenapa beri makan. Lebih baik dorong masyarakat bertumbuh maju agar bisa beri makan sendiri anak-anak. Beri makan anak adalah tanggung jawab orang tua dan masyarakat. Biarlah tanggung jawab masyarakat dijalankan dan pemerintah jangan ambil alih tanggung jawab masyarakat,” tegas Alex Ofong. 

Dengan mengambil alih urusan masyarakat, lanjutnya, pemerintah akhirnya mengabaikan tugas utamanya.

Dia menambahkan, alokasi anggaran untuk program makan bergizi gratis untuk NTT sebesar Rp8 triliun lebih. Jika alokasi anggaran untuk makan bergizi gratis itu digunakan untuk membangun infrastruktur di NTT, maka dengan dana Rp8 triliun itu permasalahan infrastruktur jalan di NTT bisa teratasi. 

“Dana 8 T untuk NTT, kalau dana ini untuk infrastruktur maka akan sangat maju NTT ini,” tegasnya. 

Dikatakannya, program makan bergizi gratis yang baru mulai dijalankan itu saat ini sudah mulai menuai permasalahan. Jika di awal-awal pelaksanaan sudah bermasalah dengan masalah makanan yang basi, bau, dan berulat, maka lambat laun akan muncul makanan beracun karena untuk menyediakan sayur dan buah yang cukup para petani menggunakan pupuk kimia yang banyak yang pada akhirnya menjadi racun bagi anak-anak yang mengkinsumsi makanan bergizi gratis. 

Karena itu menurut Alex Ofong, program tersebut tidak tepat dan akan lebih baik jika dialihkan ke sekolah gratis. 

“Banyak juga yang sudah usulkan itu. Papua sudah ada gerakan menolak, tinggal di NTT,” tutupnya. (Tim LembataNews)

Previous Post

Perjuangkan Perpanjangan Jalan Negara, Alex Ofong Minta Dukungan Kepala Desa di Kedang

Next Post

Gelar Diseminasi Hasil Riset Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lembata Tahun 2024, KPU Lembata Wujudkan Akuntabilitas Publik

Next Post
Ketua KPU Lembata Hermanus Haron Tadon bersama komisioner KPU Lembata dan Sekretaris KPU saat pembukaan kegiatan Diseminasi Hasil Riset Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Lembata Tahun 2024 di aula Lembata Indah Hotel, Sabtu, 22 Maret 2025.

Gelar Diseminasi Hasil Riset Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lembata Tahun 2024, KPU Lembata Wujudkan Akuntabilitas Publik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Bupati Lembata P Kanisius Tuaq menyerahkan proposal pembangunan Sekolah Rakyat kepada Wakil Menteri Sosial Agus Kabo Priyono di Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.

Langkah Tenang, Hasil Nyata: Sekolah Rakyat Dipastikan Hadir di Lembata

5 bulan ago
Masyarakat yang berada di lokasi pembangunan PLTP Atadei menghadiri sosialisasi di halaman kantor Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Kamis, 23 Agustus 2024.

Kolaborasi PLN dan Pemda Lembata Menuju Transisi Energi Maju Mandiri Berkelanjutan

2 tahun ago
PLN Perkuat Transisi Energi Bersih, Geothermal Jadi Harapan Baru Flores

PLN Perkuat Transisi Energi Bersih, Geothermal Jadi Harapan Baru Flores

2 bulan ago
Pemerintah Kabupaten Lembata terus berupaya memperkuat layanan perlindungan bagi kelompok rentan. Pada Senin, 24 November 2025, Pemkab Lembata menggelar kegiatan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2025 di Hotel Olimpic, Lewoleba.

Pemkab Lembata Dorong Penguatan SDM Layanan Perlindungan, Tekan Lonjakan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

6 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In