Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Travel

Dirjen Kebudayaan Sentuh Kedaulatan Pangan Lokal di 14 Pulau Terluar di NTT

LembataNews by LembataNews
Juni 27, 2024
in Travel
0
Tetua adat Alor duduk bersila di atas balai-balai. Di depannya tampak Moko, yang berjejer

Para tetua adat Alor duduk bersila di atas balai-balai. Di depannya tampak Moko yang berjejer.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Masyarakat adat yang tersebar di kepulauan secara turun-temurun telah menjadi penjaga budaya pangan yang beragam. Budaya pangan menyatu pengetahuan lokal yang terbentuk sebagai proses pembelajaran dan adaptasi dengan kondisi alam yang khas, baik di darat, pesisir maupun laut. Budaya pangan masyarakat adat bukan hanya sekadar warisan sistem produksi dan konsumsi, melainkan juga membentuk pandangan hidup serta sistem budaya yang diwariskan secara turun temurun. Karena itu Budaya Pangan terintegrasi dengan kepercayaan, adat istiadat, ritual bahkan menjadi ritus kehidupan masyarakat adat.

Hal ini disampaikan Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid melalui Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, saat bertemu puluhan fasilitator Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) dan Pandu Budaya di tiga Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 26 Juni 2024.

Related posts

Memasuki Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot, Panitia Perkenalkan Keseharian Hidup Warga Lembata

Memasuki Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot, Panitia Perkenalkan Keseharian Hidup Warga Lembata

Juli 3, 2026
Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Wisatawan Kunjungi Desa Muruona

Hari Ketiga Festival Internasional Lamaholot 2026, Wisatawan Kunjungi Desa Muruona

Juli 3, 2026

Hadi menjelaskan Indonesia dikenal memiliki keberagaman sumber pangan yang sangat tinggi. Data dari Badan Ketahanan Pangan menunjukan bahwa Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah- buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu. Keberagaman sumber pangan yang tersebar di kepulauan ini melahirkan budaya pangan yang beragam.

Untuk itu, Sekolah Lapang Kearifan Lokal yang merupakan program Direktorat KMA, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek berusaha menyentuh daerah terpencil dan pulau terluar di Nusa Tenggara Timur.

“Untuk tahun 2024, Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) digelar di 14 (empat belas) pulau terluar dan pesisir di Kabupaten Sika, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Selain mendata 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, SLKL yang melahirkan Pandu Budaya akan menjadi agen untuk kampanye kedaulatan pangan lokal,” ungkap Hadi.
Sementara itu, Yani Haryanto, Pamong Budaya Ahli Muda Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjelaskan para Pandu Budaya yang mendapat pelatihan melalui Sekolah Lapang Kearifan Lokal tahun 2024 yang akan disebar di tiga Kabupaten dan 14 Pulau Kecil di Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

“Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) tahun 2024 akan dilaksanakan di 3 Kabupaten 14 Pulau kecil. Para Pandu Budaya didampingi Fasilitator dikirim untuk kegiatan temu kenali SLKL dan Penggalian Obyek Pemajauan Kebudayaan Kebudayaan di Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Ternate, Pulau Buaya, Pulau Lapang, Pulau Kajodai, Pulau Parumaan, Pulau Pemana, Pulau Pangamana dan Pulau Babi serta beberapa pulau lain yang tersebar di tiga Kabupaten ini”, ungkap Yani.

Menurut Yani, membangun kedaulatan pangan mesti menjadi gerakan bersama dimulai dari kedaulatan pikiran karena pangan tidak hanya tentang konsumsi tetapi sebuah budaya. Karena itu daulat pangan akan berhasil bermula dari kedaulatan pikiran masayarakat adat.

“Mendokumentasikan keberagaman pangan, Memproduksi, mengolah, dan cara menyajikan makanan juga bagian dari budaya. Pangan menjadi bagian penting dari budaya orang Indonesia. Indonesia memiliki keragaman sumber pangan. Dan karena masyarakat adat di pulau pulau kecil dan masyarakat adatnya mampu menjaga keragaman pangan lokal maka NTT menjadi front dari kedaulatan pangan melalui program SLKL”, ungkap Yani. (Tim LembataNews)

Previous Post

Bantu Pemerintah Cegah Stunting di Lembata, Plan Indonesia Bangun Infrastruktur Air Bersih

Next Post

PKB Lembata Resmi Bergabung ke Koalisi PAN-PDIP

Next Post
Simeon Lake Odel, Ketua DPC PKB Lembata.

PKB Lembata Resmi Bergabung ke Koalisi PAN-PDIP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Bakal Calon Wakil Bupati Lembata Yohanes Brekmans Brino Tolok menyerahkan dokumen pendaftaran kepada Desk Pilkada DPC PKB Lembata Wilhelmus Patal Kedang saat mendaftar di DPC PKB Lembata, Senin, 6 Mei 2024.

Diantar Jajaran Pengurus DPC PDIP, Broin Tolok Resmi Mendaftar ke PKB Lembata

2 tahun ago
Rizky Ridho saat tampil bersama Timnas Indonesia. (AFP/KARIM JAAFAR)

Paes Puji Rizky Ridho Saat Bicara Mimpi Besar Timnas Indonesia

2 tahun ago
Para terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa dalam pengadaan mobil dump truck di Desa Nuba Atalojo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Selasa, 27 Mei 2025.

Diduga Beli Dump Truck Fiktif dan Rugikan Negara, Kades Nuba Atalojo dan Dua Tersangka Lain mulai Jalani Persidangan

1 tahun ago
Kehadiran energi listrik yang andal dan terjangkau berdampak positif bagi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, salah satunya terhadap usaha pembibitan ayam di Muara Enim, Sumatera Selatan.

Utamakan Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Jaga Tarif Listrik Tetap Terjangkau Sepanjang 2025

11 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Opini
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In