LEWOLEBA – PDI Perjuangan Kabupaten Lembata yang pada Pemilu Legislatif 2024 meraih tiga kursi sudah mulai dilirik sejumlah figur calon bupati dan wakil bupati yang berkehendak maju pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Lembata November 2024 mendatang. Bahkan, sebelum PDIP Lembata membuka pendaftaran, sudah ada figur baik birokrat dan figur dari luar partai yang melobi ke PDIP Lembata.
Sekretaris Internal DPC PDIP Lembata Yohanes BB Tolok atau yang akrab disapa Broin Tolok kepada awak media dalam konferensi pers di Sekretariat DPC PDIP Lembata, Kamis, 4 April 2024 mengemukakan, sudah ada dua figur dari kalangan birokrat yang melakukan pendekatan dengan PDIP Lembata. Kedua figur birokrat dimaksud telah menyatakan niatnya untuk maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Lembata periode 2024-2029 November mendatang.
Dikatakannya, selama ini sudah beberapa figur yang sudah membangun komunikasi dengan PDI Perjuangan termasuk dua figur dari kalangan birokrat.
“Ada figur yang intens melakukan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan, namun ada juga yang tidak intens dalam membangun komunikasi politik,” kata Broin Tolok diamini Heriyanto Wijaya dan Rafael Bediona.
Broin Tolok mengatakan, dua figur dari kalangan birokrat yang sudah membangun komunikasi itu yakni dr Jimmy Sunur (dokter di RSUD Lewoleba) dan Wenseslaus Ose Pukan (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata).
Selain dua figur birokrat itu, lanjutnya, sejumlah figur lain pun sudah membangun komunikasi dengan PDIP, di antaranya, Thomas Ola Langoday (mantan Bupati Lembata satu tahun) dan Tony Tifaona.
Selain figur di luar partai, kata Broin, PDIP Lembata juga memiliki kader sendiri yang layak diusung yakni Viktor Mado Watun yang saat ini masih menjadi anggota DPRD Provinsi NTT yang juga mantan Wakil Bupati Lembata juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Lembata Frans Gewura yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lembata.
Menurutnya, di PDI Perjuangan mekanisme dimulai dari penjaringan, penyaringan dan terakhir DPP akan menilai dan memutuskan siapa yang layak dan pantas untuk maju sebagai calon bupati atau calon wakil bupati yang akan diusung oleh PDI Perjuangan.
Menurut dia, niat untuk membangun Lembata menjadi niat semua orang Lembata. Karena itu, pendaftaran tidak hanya untuk kader partai, tapi juga semua orang.
“Dengan perolehan tiga kursi di DPRD Lembata, tidak bisa mengusung paket sendiri, tentu harus koalisi dengan partai lain. Ada partai yang sudah bangun komunikasi dengan PDI Perjuangan. Begitu juga sebaliknya PDI Perjuangan sudah membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk bisa berkoalisi,” tandasnya. (Tim LembataNews)








