Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Tatong Jadi Ikon Alat Musik Tradisional Asli Kedang

LembataNews by LembataNews
Agustus 5, 2024
in Humaniora, Travel
0
Para siswa tampil memainkan Tatong, alat musik tradisional asli Kedang Kedang

Para siswa tampil memainkan Tatong, alat musik tradisional asli Kedang.

0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Masyarakat Kedang yang mendiami lereng Gunung Uyelewun dahulu kala, sebelum mengenal alat musik gong dan gendang, telah terlebih dahulu memiliki alat musik tradisional yang dibuat dari bambu.

Alat musik tradisional Tatong yang diangkat kembali almarhum Frans Paya bersama sanggar seninya merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kedang yang masih bertahan sampai kini dan menjadi salah satu ikon alat musik tradisional asli Kedang.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Saat karnaval budaya, masyarakat Desa Leuwayan bahkan mengarak Tatong dan diletakkan di samping panggung pentas seni dan budaya Kedang.

Selain Tatong, masyarakat Kedang juga memiliki alat musik tradisional asli yakni Edang dan Noreng.

Tiga alat musik tradisional asli Kedang inilah yang dijadikan ikon saat Festival Uyelewun yang digelar di Hoelea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata pada Senin, 5 Agustus 2024.

Tiga alat musik ini ditampilkan dalam pentas Tatong Kolosal di lapangan Desa Hoelea 1.

Selain Tatong, dalam Festival Uyelewun juga menampilkan alat musik tradisional asli Kedang yakni Edang dan Nureng.
Dalam Festival Uyelewun, selain Tatong, juga ditampilkan alat musik tradisional asli Kedang yakni Edang dan Nureng.

Alat musik Edang terbuat dari bilah bambu yang dibentuk memanjang dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan jari tangan.

Nureng merupakan alat musik tradisional Kedang seperti suling namun ditiup pada bagian ujung yang telah dililit dengan daun lontar.

Sedangkan Tatong merupakan alat musik tradisional Kedang yang terbuat dari bambu yang diambil bagian kulitnya dan dibentuk untuk menyerupai bunyi gong.

Alat musik tradisional asli Kedang ini dimainkan masyarakat dahulu ketika bekerja di kebun. Untuk melepas kepenatan usi bekerja, mereka memainkan Edang dn Noreng untuk menghibur hati dan melepas lelah.

Pada festival ini, terlebih dahulu dibunyikan alat musik Edang. Setelah alat musik Edang, lalu dimainkan ouka alat musik Nureng.

Setelahnya baru ditampilkan Tatong Kolosal yang dimainkan para siswa SD dan SMP.

Tatong dengan irama khas ini biasanya untuk mengiringi tarian tradisional Kedang.

Tatong yang dimainkan memantik semangat para penari untuk tampil menari dan mengundang para undangan untuk ikut menari diiringi irama Tatong. (Tim LembataNews)

Previous Post

Awali Festival Uyelewun, Ribuan Peserta Karnaval Budaya Padati Desa Hoelea, Lembata

Next Post

Festival Uyelewun dan Pentingnya Pelestarian Budaya Warisan Leluhur

Next Post
Plh Sekda Lembata Quintus Irenius Suciadi bersama Forkopimda dan Camat Omesuri Ade Hasan memukul Tatong pertanda pembukaan Festival Uyelewun di lapangan Desa Hoelea 1, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Senin, 5 Agustus 2024 malam.

Festival Uyelewun dan Pentingnya Pelestarian Budaya Warisan Leluhur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Para petugas memberikan pengobatan kepada para korban erupsi Gunung Waho-waho dalam simulasi penanganan darurat erupsi gunung di lapangan Desa Nonton, Kecamatan Ile Ape Timur, Lembata, Jumat, 20 Juni 2025.

Gunung “Waho-waho” Meletus, Delapan Warga Jadi Korban

8 bulan ago
PT PLN (Persero) berkomitmen melestarikan budaya masyarakat adat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 Poco Leok. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembangunan Rumah Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Tampak dilakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah Gendang Gonggor, Senin 13 Oktober 2025.

PLN UIP Nusra Dukung Pelestarian Budaya Manggarai Lewat Pembangunan Rumah Gendang Gonggor

4 bulan ago
Rahman, sekuriti Bank BRI yang dipecat manajemen Bank BRI Cabang Larantuka.

Tragis! 12 Tahun Mengabdi, Sekuriti Bank BRI Dipecat via Whatsapp

1 tahun ago
Bakal Calon Wakil Bupati Lembata Yohanes Brekmans Brino Tolok foto bersama jajaran pengurus DPC PDIP Lembata dan PKB.

Broin Tolok: Saya Nyaman dan Ada Kemistri dengan PKB

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In