Rabu, Juli 1, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Travel

Dirjen Kebudayaan Sentuh Kedaulatan Pangan Lokal di 14 Pulau Terluar di NTT

LembataNews by LembataNews
Juni 27, 2024
in Travel
0
Tetua adat Alor duduk bersila di atas balai-balai. Di depannya tampak Moko, yang berjejer

Para tetua adat Alor duduk bersila di atas balai-balai. Di depannya tampak Moko yang berjejer.

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Masyarakat adat yang tersebar di kepulauan secara turun-temurun telah menjadi penjaga budaya pangan yang beragam. Budaya pangan menyatu pengetahuan lokal yang terbentuk sebagai proses pembelajaran dan adaptasi dengan kondisi alam yang khas, baik di darat, pesisir maupun laut. Budaya pangan masyarakat adat bukan hanya sekadar warisan sistem produksi dan konsumsi, melainkan juga membentuk pandangan hidup serta sistem budaya yang diwariskan secara turun temurun. Karena itu Budaya Pangan terintegrasi dengan kepercayaan, adat istiadat, ritual bahkan menjadi ritus kehidupan masyarakat adat.

Hal ini disampaikan Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid melalui Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, saat bertemu puluhan fasilitator Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) dan Pandu Budaya di tiga Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 26 Juni 2024.

Related posts

Dari Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata akan Warnai Festival Internasional Lamaholot 2026

Dari Karnaval Budaya hingga Post Tour Desa Wisata akan Warnai Festival Internasional Lamaholot 2026

Juni 28, 2026
Lembata Fishing Tournament 2026 Berakhir, Tak Sekedar Stike Monster

Lembata Fishing Tournament 2026 Berakhir, Tak Sekedar Stike Monster

Mei 26, 2026

Hadi menjelaskan Indonesia dikenal memiliki keberagaman sumber pangan yang sangat tinggi. Data dari Badan Ketahanan Pangan menunjukan bahwa Indonesia memiliki 77 jenis tanaman pangan sumber karbohidrat, 75 jenis sumber minyak atau lemak, 26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah- buahan, 228 jenis sayuran, serta 110 jenis rempah dan bumbu. Keberagaman sumber pangan yang tersebar di kepulauan ini melahirkan budaya pangan yang beragam.

Untuk itu, Sekolah Lapang Kearifan Lokal yang merupakan program Direktorat KMA, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek berusaha menyentuh daerah terpencil dan pulau terluar di Nusa Tenggara Timur.

“Untuk tahun 2024, Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) digelar di 14 (empat belas) pulau terluar dan pesisir di Kabupaten Sika, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Selain mendata 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, SLKL yang melahirkan Pandu Budaya akan menjadi agen untuk kampanye kedaulatan pangan lokal,” ungkap Hadi.
Sementara itu, Yani Haryanto, Pamong Budaya Ahli Muda Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjelaskan para Pandu Budaya yang mendapat pelatihan melalui Sekolah Lapang Kearifan Lokal tahun 2024 yang akan disebar di tiga Kabupaten dan 14 Pulau Kecil di Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

“Sekolah Lapang Kearifan Lokal (SLKL) tahun 2024 akan dilaksanakan di 3 Kabupaten 14 Pulau kecil. Para Pandu Budaya didampingi Fasilitator dikirim untuk kegiatan temu kenali SLKL dan Penggalian Obyek Pemajauan Kebudayaan Kebudayaan di Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Ternate, Pulau Buaya, Pulau Lapang, Pulau Kajodai, Pulau Parumaan, Pulau Pemana, Pulau Pangamana dan Pulau Babi serta beberapa pulau lain yang tersebar di tiga Kabupaten ini”, ungkap Yani.

Menurut Yani, membangun kedaulatan pangan mesti menjadi gerakan bersama dimulai dari kedaulatan pikiran karena pangan tidak hanya tentang konsumsi tetapi sebuah budaya. Karena itu daulat pangan akan berhasil bermula dari kedaulatan pikiran masayarakat adat.

“Mendokumentasikan keberagaman pangan, Memproduksi, mengolah, dan cara menyajikan makanan juga bagian dari budaya. Pangan menjadi bagian penting dari budaya orang Indonesia. Indonesia memiliki keragaman sumber pangan. Dan karena masyarakat adat di pulau pulau kecil dan masyarakat adatnya mampu menjaga keragaman pangan lokal maka NTT menjadi front dari kedaulatan pangan melalui program SLKL”, ungkap Yani. (Tim LembataNews)

Previous Post

Bantu Pemerintah Cegah Stunting di Lembata, Plan Indonesia Bangun Infrastruktur Air Bersih

Next Post

PKB Lembata Resmi Bergabung ke Koalisi PAN-PDIP

Next Post
Simeon Lake Odel, Ketua DPC PKB Lembata.

PKB Lembata Resmi Bergabung ke Koalisi PAN-PDIP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

P Kanisius Tua - Muhamad Nasir, Bupati dan Wakil Bupati Lembata Periode 2025-2030 yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis, 20 Februari 2025.

Hari Ini, Kanis Tuaq-Muhamad Nasir, Bupati dan Wakil Bupati Lembata Dilantik

1 tahun ago
Saat ini, pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 menunjukkan progres positif. Dari total Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu seluas 18.280 hektare, PLN telah membebaskan sekitar 10,3 hektare lahan untuk keperluan pembangunan wellpad D, E, F, dan J.

Progres PLTP Ulumbu Terus Melaju, PLN Perkuat Komitmen Transisi Energi Bersih di Poco Leok

1 tahun ago
Sesepuh Kedang di Kota Lewoleba Niko Paji saat memberikan dukungan untuk Paket Tunas di pertemuan kekeluargaan dan kampanye di Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Senin, 28 Oktober 2024 malam.

Warga Kedang di Lewoleba Konsolidasi Menangkan Tunas

2 tahun ago
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Ursula S Bayo foto bersama Pastor Paroki dan pastor serta Dewan Pastoral Paroki Salib Suci Hoelea usai merayakan Misa Malam Paskah di gereja tersebut, Sabtu, 19 April 2025 malam.

Hadir Misa Malam Paskah di Paroki Salib Suci Hoelea, Bupati Kanis Tuaq: Yesus Bita Bale, Yesus Berjalan Bersama Umat-Nya, Bukan Hanya di Dalam Gereja, Tapi juga di Ladang, di Kebun, di Laut dan di Pasar

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In