LEWOLEBA – SETELAH menggelar Musyawarah Cabang bersama di Hotel Anisa Lewoleba pekan lalu, lima nama telah masuk dalam penjaringan untuk menjadi calon ketua DPC PKB periode 2026-2031. Mereka akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (UKK) di DPW dan DPP.
Kelima nama yang sudah ditetapkan dalam Muscab PKB tersebut yakni, Simeon Lake (Ketua saat ini), Wilhelmus Patal Ola Kedang (Sekretaris saat ini), dan tiga orang anggota Fraksi PKB yakni Yoseph Boli Muda, Lorensius Leu, dan Aleksander Arakian.
Sebelum mengikuti UKK, kelima nama ini terlebih dahulu diumumkan ke publik untuk mendapatkan masukan dan tanggapan dari masyarakat.
Muscab PKB tiga kabupaten Sikka, Flores Timur dan Lembata dibuka Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi dan Legislasi DPP PKB Purnama Dedi Setiawan.
Saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) ia menegaskan bahwa, Muscab tidak boleh dianggap hanya sebagai rutinitas. Muscab juga bukan sekadar untuk memilih pengurus. Akan tetapi, Muscab merupakan proses untuk menentukan siapa yang benar-benar siap untuk bekerja.
Saat menyampaikan pidato Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat membuka Muscab PKB di Anisa Hotel, Kamis, 23 April 2026, Purnama Dedi Setiawan menegaskan bahwa melalui Muscab, PKB menentukan arah partai ke depan dan mengisi pengurus dengan kader yang benar-benar siap untuk bekerja.
“Kalau kita isi struktur dengan orang yang tidak bergerak itu artinya kita sedang menyiapkan kelemahan untuk kita sendiri. Saudara-saudara, kita juga harus meluruskan cara pandang kita tentang kekuatan partai, kekuatan PKB, Partai Kebangkitan Bangsa itu tidak di Pusat dan tidak juga di Povinsi. Kekuatan PKB itu ada di bawah, di kecamatan-kecamatan, dan jangan salah Anda semua adalah kekuatan inti Partai Kebangkitan Bangsa. Kalau struktur bawah hidup, partai akan kuat,” tegasnya.
Ia menambahkan, jikalau struktur di bawah tidak bergerak, maka pusat tidak akan berarti. PKB harus sebagai tempat bertanya dan mencari solusi.
PKB, lanjutnya, diharapkan oleh seluruh rakyat dan di sinilah arah politik harus ditegaskan, pertama politik kehadiran. Jangan menjadi tamu lima tahunan, tetapi jdilah bagian dari kehidupan rakyat setiap hari.
Kedua, politik pelayanan. Kerja politik harus langsung dirasakan. Tidak harus selalu besar tapi harus nyata. Kerja kecil yang dirasakan rakyat jauh lebih benar daripada janji besar yang tidak sampai dan tidak pernah sampai.
Ketiga, politik keteladanan. Kader menjadi contoh dalam sikap dan perilaku demikian rakyat ditentukan oleh penampilan sehari-hari, bukan oleh slogan. Keempat politik kepemimpinan. Kader PKB harus berani menjadi pemimpin dan harus terus meningkat.
“Pemimpin bukan paling jelas suaranya tapi paling kerja keras dan berani. Kerja di tengah rakyat, terstruktur dan berbasis persoalan rakyat. Kerja organisasi. Struktur tanpa pergerakan hanya pajangan. Kalau kita tidak bercerita tentang kerja kita maka orang lain yang akan membuat cerita tentang kita,” tegas Muhaimin Iskandar dalam pidatonya yang disampaikan Purnama Dedi Setiawan. (Tim LembataNews)








