LEWOLEBA – DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) dari tiga kabupaten, yakni Sikka, Flores Timur, dan Lembata menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) bersama yang dipusatkan di Kabupaten Lembata. Muscab dibuka Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi dan Legislasi DPP PKB Purnama Dedi Setiawan.
Hadir pula anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi PKB Anna Waha Kolin, Ketua DPC PKB Flores Timur Yosep Paron Kabon, Ketua DPC PKB Sikka Karmianto Eri, bersama anggota fraksi bersama pengurus tingkat kecamatan dari Sikka, Flotim, dan Lembata.
Turut hadir Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir, Wakil Ketua DPRD Lembata Gewura Fransiskus, Ketua DPD Partai NasDem Lembata Yuni Damayanti, Ketua DPD II Partai Golkar Petrus Gero dan perwakilan dari PDI-Perjuangan.
Ketua DPC PKB Lembata Simeon Lake mewakili dua DPC lainnya dalam pidato pembukaan menegaskan bahwa Muscab yang diselenggarakan merupakan peristiwa penting bagi PKB untuk melihat dan mempelajari kembali apa yang pernah dilakukan selama lima tahun lalu, mengevaluasi dan merencanakan program lanjutan untuk pembangunan partai di seluruh DPC.
Dikatakannya, Peristiwa ini juga merupakan kesempatan untuk mengevaluasi kepengurusan yang selama lima tahun telah berjalan dan jikalau ada yang kurang baik, belum mampu menaikkan elektabilitas dan kepercayaan publik atas partai, maka bisa dapat digantikan sebagai bagian dari mekanisme organisasi partai.
Pada kesempatan ini, Simeon Odel juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintah Pusat yang membawa dampak besar di daerah termasuk Lembata. Akibatnya, Bupati dan wakil bupati mengalami kesulitan dalamenjawab visi dan misi.
“Pemangkasan DAU dan pengurangan dana transfer ke daerah berbanding terbalik dengan kebijakan pempus seperti perekrutan PNS dan PPPK. Beban daerah semakin besar,” tegasnya.


Ia menambahkan, efisiensi anggaran dilakukan untukembiayai dua program strategis nasional yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasierah Putih yang dalam pelaksanaannya masih banyak menimbulkan masalah. Ia berharap, dua program ini diawasi secara baik agar bisa berjalan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Menyikapi kondisi sulit yang dihadapi pemerintah di tengah serangan akun palsu di media sosial, Simeon Lake mengajak para pimpinan partai politik yang hadir bersama anggota fraksi agar senantiasa memberikan dukungan dan membantu pemerintah menghadapi kondisi sulit ini agar daerah tak berhenti bergerak dalam riak pembangunan.




Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir pada Muscab PKB mengatakan, Muscab merupakan momen berharga dan bukan sekadar forum rapat biasa. Muscab merupakan dapur meracik sejumlah bumbu. Ketika bumbu diracik matang harus mendapat panas, dan panas yang diracik dalam Muscab hendaknya tidak sampai gosong karena akan menjadi ruang yang merusak persatuan. Karenanya, Muscab tidak boleh lari dari haluan dan garis garis besar perjuangan partai.
Kepada peserta Muscab, ia mengingatkan agar dapat mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan pengurus dan anggota.
“Evaluasi penting sebagai acuan untuk pembenahan internal partai dan untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap agar Muscab mampu menghadirkan pengurus yglang solid, visioner dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. (Tim LembataNews)








