Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Dunia

Sejarah di Balik Logo Lidah Rolling Stones: Dirancang Mahasiswa dengan Bayaran yang Sangat Murah, Kini Bernilai Jutaan Dolar

LembataNews by LembataNews
Maret 13, 2026
in Dunia, Humaniora, Life Style
0
Sejarah di Balik Logo Lidah Rolling Stones: Dirancang Mahasiswa dengan Bayaran yang Sangat Murah, Kini Bernilai Jutaan Dolar
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIAPA sangka bahwa salah satu simbol paling ikonik dalam sejarah musik rock dunia, logo lidah dan bibir The Rolling Stones, lahir dari tangan seorang mahasiswa.

Pada tahun 1970, John Pasche yang saat itu masih menempuh studi di Royal College of Art London terpilih untuk membuat identitas visual bagi band Mick Jagger tersebut. Menariknya, untuk sebuah karya yang kini melegenda, Pasche awalnya hanya dibayar sebesar £50 atau sekitar Rp45 ribu saja pada masa itu.

Logo tersebut terinspirasi dari ekspresi pemberontak dan karakter fisik Mick Jagger yang memiliki bentuk bibir yang sangat khas dan menonjol.

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Sejak pertama kali muncul dalam album Sticky Fingers, desain ini langsung meledak dan menjadi representasi dari budaya rebel serta attitude musik rock and roll. Bayaran puluhan ribu rupiah di masa lalu itu kini telah bertransformasi menjadi aset merchandise bernilai jutaan dolar yang tersebar di seluruh dunia.

John Pasche sendiri mungkin tidak pernah menyangka bahwa tugas sampingannya sebagai mahasiswa akan menjadi salah satu ikon budaya pop paling menguntungkan sepanjang masa.

Meskipun nilai ekonomis karyanya telah melambung tinggi, nilai artistik dan sejarahnya tetap menjadi hal yang paling dihargai oleh para penggemar musik di berbagai generasi.

Logo ini mempertegas bahwa sebuah ide sederhana yang dieksekusi dengan karakter kuat bisa bertahan melampaui zaman.

Kisah ini sering dijadikan inspirasi bagi para desainer muda bahwa sebuah bayaran kecil di awal karier bukanlah merupakan penentu kualitas sebuah karya. Keberanian untuk membuat sesuatu yang berbeda dan ikonik adalah kunci utama dalam menciptakan identitas yang abadi.

Kini, logo lidah merah tersebut bukan sekadar gambar, melainkan simbol kebebasan dan semangat pemberontakan yang tetap hidup hingga detik ini. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Audiensi dengan PT SMJ, Bupati Lembata Dukung Pengembangan Jagung dan Rencana Panen Raya Mei 2026

Next Post

Trio Kanibal Garanhuns di Brasil: Kota Tenang yang Menyimpan Rahasia

Next Post
Trio Kanibal Garanhuns di Brasil: Kota Tenang yang Menyimpan Rahasia

Trio Kanibal Garanhuns di Brasil: Kota Tenang yang Menyimpan Rahasia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Kolaborasi alat musik tradisional asli Kedang dengan alat musik modern di ajang Lembata Maestro Festival yang digelar Langit Jingga Film i Pantai Wulenluo, Lewoleba, Jumat, Sabtu dan Minggu, 22-25 Agustus 2024.

Langit Jingga Films Hadirkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern di Ajang Lembata Maestro Festival

2 tahun ago
Leye atau dalam bahasa Jaa disebut Jali jali merupakan salah satu pangan lokal yang terancam punah. Leye di wilayah Kedang merupakan salah satu pangan lokal yang masih dipertahankan berkat tradisi adat masyarakat setempat terkhusus di Desa Hoelea 1 dan Hoelea 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Leye, Sejarah dan Peradaban Masyarakat Kedang

2 tahun ago

Pawai Ta’aruf Ramadhan 1447 H, Wabup Nasir Tekankan Spirit Kebersamaan dan Layanan Publik

3 bulan ago

Nike Invented Self-Lacing Sneakers Because the Future Is Now

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In