Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Ekbis

Lembata Bidik Posisi Sentra Garam Nasional, Investasi 5.000 Hektare Siap Produksi 500 Ton per Hari

LembataNews by LembataNews
Januari 23, 2026
in Ekbis, Humaniora
0
Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu, 21 Januari 2026.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu, 21 Januari 2026.

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA — KABUPATEN Lembata, Nusa Tenggara Timur, tengah bersiap menapaki peran strategis sebagai sentra produksi garam konsumsi nasional. Melalui pengembangan industri garam skala besar yang direncanakan di wilayah pesisir Kecamatan Buyasuri, pemerintah daerah bersama investor menargetkan produksi hingga 500 ton per hari dari lahan awal seluas 5.000 hektare, dengan potensi perluasan mencapai 10.000 hektare.

Langkah awal tersebut ditandai dengan survei lokasi lahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu, 21 Januari 2026.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Kehadiran rombongan disambut masyarakat setempat dengan tarian adat sebagai simbol dukungan terhadap rencana investasi yang dinilai mampu mengubah wajah ekonomi daerah.

Dalam pernyataannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat.

“Pengembangan garam ini membutuhkan waktu yang panjang. Kita mulai dari 5.000 hektare dan ke depan bisa berkembang hingga 10.000 hektare. Ini peluang yang sangat menjanjikan bagi Lembata dan tidak boleh disia-siakan,” kata Bupati Kanisius.

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor di daerah kepulauan seperti Lembata bukanlah hal mudah, sehingga setiap peluang investasi harus dijaga bersama.

“Tidak gampang mendatangkan investor ke Lembata. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kita harus siap menghadapi tantangan. Dampak usaha ini sangat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan pabrik di daerah ini,” ujarnya.

Kurangi Impor Garam Nasional

Sementara itu, pimpinan PT Prima Daya Lembata menyampaikan bahwa rencana pengembangan garam di Lembata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional, seiring masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 3 juta ton garam per tahun, meskipun memiliki sumber daya alam berupa laut dan sinar matahari yang melimpah.

“Kita punya laut dan matahari yang gratis, tetapi masih impor garam dalam jumlah besar. Lembata memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi nasional,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan lahan minimal 5.000 hektare, perusahaan menargetkan produksi 500 ton garam konsumsi per hari melalui sistem produksi modern yang memungkinkan panen dilakukan setiap hari, tidak lagi bergantung pada metode tradisional yang memerlukan waktu hingga 21 hari.

Seluruh produk garam konsumsi akan dipasarkan dengan merek “Uyelewun Lembata”, dalam berbagai kemasan mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri, sehingga identitas Lembata dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Serap Ribuan Tenaga Kerja.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek industri garam ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja langsung di sektor produksi dan pabrik, serta hingga 2.000 tenaga kerja jika termasuk sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa konsumsi.

Investor menyebut bahwa kebutuhan tenaga kerja tersebut sebagian besar akan dipenuhi dari masyarakat lokal, sehingga diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

Tidak hanya berfokus pada industri garam, PT Prima Daya Lembata juga merencanakan pengembangan terintegrasi melalui diversifikasi usaha di sektor perikanan dan produksi air minum. Produk-produk tersebut ke depan direncanakan untuk dipasarkan ke luar daerah, termasuk Pulau Jawa yang menyerap sekitar 70 persen kebutuhan garam konsumsi nasional.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Tahap Awal Menuju Investasi Strategis

Survei lokasi di Atu’wa’lupang merupakan tahap awal dari rangkaian panjang proses perencanaan dan pengembangan industri garam skala besar di Lembata. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan potensi alam yang besar, dukungan pemerintah daerah, serta masuknya investasi swasta, Kabupaten Lembata diarahkan menjadi salah satu pilar produksi garam konsumsi nasional, sekaligus motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.(*/Tim LembataNews)

Previous Post

Listrik Rumah atau Usaha Tak Lagi Mencukupi? Begini Cara Mudah dan Cepat Tambah Daya Lewat PLN Mobile

Next Post

Bupati Lembata Tinjau Langsung MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Tegaskan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Next Post
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq turun meninjau Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Jihadul Akbar Tamalhaur di Dusun Awu'redung, Desa Tobotani, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata Tinjau Langsung MIS Jihadul Akbar Tamalhaur, Tegaskan Pemerintah Tidak Tutup Mata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Tim Nasional Indonesia U-23 yang akan berlaga di Piala Asia.

Kenapa Piala Asia U-23 Penting untuk Timnas Indonesia?

2 tahun ago
Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali didampingi Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Samsul Hadi memukul gong pertanda peluncuran program Muda Berkarya untuk Kedaulatan Pangan di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Dukung Kedaulatan Pangan, 212 Mahasiswa Diterjunkan ke Lembata dalam Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan

1 tahun ago
Penyerahan simbolis bantuan program TJSL PLN UIP Nusra berupa 200 lembar seng yang diserahkan Bupati Ngada Raymundus Bena didampingi Kepala Teknik Panas Bumi Adrys AS Silaban kepada Kepala Desa Ulubelu, Piue Florianus Watu

PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan untuk Pemugaran Kantor Desa Ulubelu di Sekitar PLTP Mataloko

3 bulan ago
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kiri) menyapa dan bersalaman dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) setelah memimpin rapat terbatas terkait percepatan pemulihan pascabencana di kawasan Rumah Hunian Danantara (Huntara), Kamis, Januari 20261. Sumber foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.

Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik untuk Semua Rumah dan Fasum

1 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In