LEWOLEBA – PANITIA Perayaan Paskah, Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dari Lingkungan Santo Paulus, Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora sukses mempersiapkan perayaan dengan baik. Kesuksesan ini sungguh mendapatkan apresiasi luar biasa, baik dari Pastor Paroki maupun Ketua DPP.
Ketua Panitia Antonius Hali dalam laporannya menyampaikan bahwa awal ditunjuk Ketua Lingkungan Santo Paulus untuk menjadi Ketua 1 dan Kristo Werang sebagai Ketua 2 Panitia Paskah, Natal dan Tahun Baru, ia sempat pesimistis apakah bisa melaksanakan dengan baik atau tidak.
Pesimistis itu bukan tanpa alasan, sebab umat Lingkungan St Paulus bukan permukiman tapi perumahan dengan 95 persen umatnya pendatang. Selain itu, dengan jumlah umat yang sedikit dengan latar belakang ASN dan pegawai swasta yang memiliki kesibukan ditambah jarak lingkungan St Paulus yang jauh dari gereja sehingga khawatir apakah bisa hadir membantu pekerjaan persiapan atau tidak.
Tetapi, lanjutnya, semua pesimistis itu akhirnya sirna ketika hari pertama persiapan, begitu banyak umat Lingkungan yang hadir membantu persiapan. Bahkan saat persiapan di gereja, melibatkan umat Muslim dan Protestan.

“Tapi saat kerja bakti hari pertama, banyak yang hadir bahkan sampai ada yang saya tidak kenal. Dari Bandara bahkan libatkan teman-teman Muslim dan Protestan yang tinggal di kompleks Bandara. Akhirnya pesimistis di awal menjadi optimis dan pekerjaan persiapan Paskah berjalan baik hingga persiapan Natal,” kata Antonius Hali.
Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki, DPP dan Ketua Lingkungan yang sudah mempercayakan panitia menyiapkan perayaan Paskah, Natal dan Tahun Baru.
Ia juga berterima kasih kepada semua KBG yang dengan sukarela menyiapkan makan dan minum saat persiapan dan pada saat perayaan.
Di akhir laporannya, Antonius Hali menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelaksanaan panitia ada yg kurang pas dan belum sesuai keinginan.
Mikael Tukan, Ketua Lingkungan Santo Paulus sebelum membubarkan panitia menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah sangat sukses mempersiapkan perayaan Paskah, Natal dan Tahun Baru dengan sangat baik.

Ia mengakui, di awal persiapan ia memang selalu gelisah dan khawatir karena ini merupakan sebuah pekerjaan besar.
“Pekerjaan besar ini gelisah itu pasti. Dalam persiapan sangat terganggu, dan gelisah. Dalam persiapan saya selalu ingin tahu prosesnya sampai di mana. Pak Anton mungkin kadang marah karena saya telepon terus,” katanya.
Dikatakannya, mengurus gereja itu soal waktu dan hati. Jika ada waktu dan hati maka sesulit apapun akan bisa dilakukan, dan itu sudah dibuktikan panitia dalam mempersiapkan segala hal dalam perayaan Paskah, Natal, dan Tahun Baru.
“Harus yakin bahwa dalam jumlah sedikit tapi mampu dan berhasil. Pengurus KBG juga begitu tulus, karena makan minum saat kerja disiapkan setiap KBG dan hal ini merupakan bentuk dukungan luar biasa terutama dari ibu-ibu yang dengan berbagai cara menyiapkan semuanya,” kata Mikael Tukan sembari menambahkan, “Terima kasih atas semua usaha dan pengorbanan untuk menyiapkan perayaan Paskah, Natal dan Tahun Baru.”
Ia mengharapkan setelah panitia bubar, namun semua umat Lingkungan harus tetap saling mendukung dalam mengurus lingkungan ke depannya dan berharap agar umat yang belum sempat terlibat saat ini, ke depannya bisa terlibat.
Sebelum membubarkan panitia, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada panitia jika selama persiapan ada tutur kata dan tingkah laku yang kurang berkenan. Ia berharap agar saling memaafkan agar pulang ke rumah membawa damai.

Pater Raimon Segu, Pastor Rekan Paroki Santo Fransiskus Asisi Lamahora mengutip tema Tahun Yubileum 2025 Harapan itu tidak mengecewakan, mengatakan bahwa di awal Ketua Panitia sudah mengatakan pesimistis namun sebenarnya di dalam pesimistis di dalamnya ada harapan. Dan harapan sungguh terwujud dalam kerja yang dilakukan.
“Dalam setiap harapan di dalamnya ada keinginan untuk melakukan, ada kemauan untuk menyukseskan dan puji Tuhan semua sudah terlaksana. Dan harapan itu tidak mengecewakan. Saya tidak pernah dengar ada orang mengungkapkan kekecewaan pada dua momen perayaan Paskah dan Natal,” kata Pater Segu.
Ia juga sempat berpikir tenda yang dipasang begitu banyak, apakah akan ada banyak orang atau tidak. Ternyata sore hari saat mau mulai orang mulai berdatangan dan saat doa pembukaan orang begitu banyak yang datang. Bahkan, ada yang sampaikan bahwa setelah khotbahpun banyak umat yang datang.
“Ini gambarkan bahwa harapan tidak mengecewakan bahkan banyak yang datang dan dilayani dengan baik oleh panitia. Pengorbanan meninggalkan keluarga hanya untuk kebersamaan di paroki ini biarlah Tuhan Yang Maha Baik memberkati kita semua,” kata Pater Segu sembari mengharapkan agar momen kebersamaan ini tidak berakhir, namun terus dibangun dan dijaga agar paroki dan kebersamaan ditempat ini terus terpelihara.

Sementara itu, Wilem Leuweheq, Ketua DPP St Fransiskus Asisi Lamahora menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lingkungan St Paulus yang sudah menjadi panitia di 2025.
Ia mengatakan, Lingkungan St Paulus sebagai dasar dari lingkungan lain di Paroki.
“Saya harapkan agar partisipasi lingkungan yang dipercayakan emban tugas agar rasa itu jadi kekuatan, walau tidak ada orang asli tapi sebagai sulung lingkungan di Paroki Lamahora. Kecemasan awal dan setelah berjalan semuanya sukses dan kami rasakan sejak perayaan Paskah dan Natal ini,” tegasnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah selalu berusaha sebaik-baiknya dan bekerja sebatas kemampuan optimal dan hasilnya Tuhan yang menyempurnakan, melengkapi dan membuat semuanya indah pada waktunya.
Usai Natal dan Tahun Baru bersama dan pembubaran panitia, acara dilanjutkan ramah tamah sederhana di halaman gereja. (Tim LembataNews)








