Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Intervensi Perbaiki Jaringan Air, Plan Indonesia Ciptakan Senyum Ceria Warga Desa Leuwayan

LembataNews by LembataNews
November 13, 2025
in Headline, Humaniora
0
Kepala Desa Leuwayan Emanuel Ledo bersama Sophia Tuto dan pendamping dari Plan Indonesia menunjukkan tugu kran yang dibangun atas intervensi Plan Indonesia di desa tersebut, Rabu, 12 November 2025.

Kepala Desa Leuwayan Emanuel Ledo bersama Sophia Tuto dan pendamping dari Plan Indonesia menunjukkan tugu kran yang dibangun atas intervensi Plan Indonesia di desa tersebut, Rabu, 12 November 2025.

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – MENYUSURI wilayah Kedang yang meliputi dua kecamatan, yakni Omesuri dan Buyasuri, akan tampak berdiri kokoh bak penampung air hujan (PAH) di hampir semua rumah warga. Wilayah ini memang mengalami krisis air hampir di setiap musim.

Dulu, untuk bisa mendapatkan air, warga harus berjalan cukup jauh ke mata air untuk mengambil air. Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata sejak jaman kepemimpinan Bupati Eliyaser Yentji Subur (almarhum), telah berupaya membangun infrastruktur air bersih memanfaatkan sumber air Weilain. Sayangnya, belum semua desa di wilayah Kedang menikmati layanan air bersih.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Salah satu desa yang hanya dilewati jaringan perpipaan namun belum dapat menikmati air dari Weilain adalah Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri.

Kehadiran Plan Indonesia di sejumlah desa dampingan di Lembata, telah sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Plan Indonesia hadir berupaya menghapus wajah muram warga atas kesulitan air bersih menjadi senyum ceria. Plan Indonesia hadir berupaya membantu pemerintah mendekatkan layanan air bersih kepada masyarakat.

Perlahan namun pasti, kesulitan masyarakat akan air bersih mulai teratasi.

Di Desa Leuwayan, misalnya, sejumlah fasilitas telah dihadirkan Plan Indonesia untuk mendukung Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwayan memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih memanfaatkan sumber air Weirawe.

Pantauan lembatanews.id di Desa Leuwayan pada Rabu, 12 November 2025, tampak sejumlah tugu kran telah dibangun untuk mendekatkan layanan air bersih kepada warga. Satu tugu kran dimanfaatkan 4-5 kepala keluarga (KK).

Kehadiran Plan Indonesia telah sangat membantu warga yang sebelumnya sangat mendambakan layanan air yang memadai. Mereka tak lagi kesulitan air bersih.

Sophia Tuto, warga Dusun Dahuq Ramuq, Desa Leuwayan memancarkan senyum sumringah ketika ditemui para wartawan. Dengan semangat, ia berkisah sulitnya air bersih tempo dulu, yang kini sudah mulai teratasi berkat intervensi Plan Indonesia.

Ia mengakui, sebelum Plan Indonesia masuk dan mengintervensi di Leuwayan, memang sudah ada layanan air. Hanya saja, pelayanannya dilakukan  sekali dalam seminggu pada musim kemarau. Kalau musim hujan baru bisa setiap hari atau terkadang dua hari sekali keluar. Akan tetapi, jika ada kerusakan pipa, maka bisa sampai seminggu baru airnya keluar.

Dikatakannya, sebelum Plan Indonesia masuk, pemerintah desa sudah pula membangun tugu kran. Hanya saja masih kurang. Sehingga, satu tugu kran digunakan 9-10 KK. Berkat intervensi Plan, saat ini satu tugu kran bisa dimanfaatkan 4-5 KK per tugu kran.

“Air sekarang juga sudah bisa pakai untuk cuci, kalau dulu hanya bisa untuk masak dan minum. Kami sekarang sudah tidak pigi (pergi) mandi di pante (pantai) lagi, mungkin hanya anak-anak saja. Dulu, kalau pas air leding keluar dan dapat banyak tidak pigi (ambil air di sumur), tapi kalau tidak dapat banyak baru kami turun ambil air di sumur. Sekarang sudah tidak lagi,” kata Sophia Tuto sambil tersenyum.

Sophia Tuto, warga Desa Leuwayan
Sophia Tuto, warga Desa Leuwayan.

Kepala Desa (Kades) Leuwayan Emanuel Ledo menjelaskan, sebelum Plan Indonesia mengintervensi perbaikan jaringan air di Desa Leuwayan, sudah ada sejumlah reservoar dan bak penampung yang dibangun untuk memanfaatkan air Weirawe. Sayangnya, karena ada kerusakan dan jaringan yang tidak sesuai, pendistribusian air menjadi terhambat.

Sumber air Weirawe pada musim hujan debitnya bisa mencapai 1,8 liter per detik. Pada musim kemarau, debitnya turun menjadi 1,3-1,4 liter per detik.

Ketika ia dilantik menjadi kades, ia kemudian membangun diskusi dengan Plan Indonesia untuk membantu pendanaan perbaikan dan penggantian jaringan air.

Setelah dilakukan survei, akhirnya Plan mendukung pembiayaan perbaikan dan pergantian jaringan.

Emanuel Ledo, Kepala Desa Leuwayan.
Emanuel Ledo, Kepala Desa Leuwayan.

“Setelah dilantik jadi kades tahun 2020 dilanda covid. Saat itu semua tidur dan alami kesulitan dana bangun desa.  Setelah saya ke Plan dan bicarakan untuk bantu perbaiki jaringan air, ada enam desa yang bersaing dan setelah survei, kadar kapurnya hanya 0,001 sekian dan sangat kecil, debit air dan daya tampung memungkinkan hanya pipa outlet untuk distribusi yang kalah. Sehingga setelah presentasikan di Plan akhirnya disetujui dan mulai diintervensi,” terang Emanuel Ledo.

Berkat dukungan Plan Indonesia, untuk intervensi fisik telah dilakukan perbaikan jaringan perpipaan sepanjang 1.650 meter dan dibangun 36 tugu kran. Sementara jaringan perpipaan baru yang dibangun sepanjang 1.650 meter, telah dibangun 25 tugu kran. Sehingga saat ini sudah ada sebanyak 61 tugu kran yang dibangun.

Dengan adanya tugu kran yang dibangun dan distribusi air berjalan baik, setidaknya 370 KK dengan 1.600 jiwa di Desa Leuwayan sudah tidak lagi kesulitan air bersih.

Padahal sebelum intervensi Plan Indonesia, dengan jaringan yang ada sebelumnya tidak sampai 50 persen warga menikmati air, terutama warga yang ada di dekat pantai. Mereka hanya memanfaatkan sumur yang ada di tepi pantai.

Selain mengintervensi perbaikan dan pemasangan jaringan baru, Plan Indonesia juga mengintervensi sumber daya pengelola air yang sebelumnya sudah dibentuk.

Plan lalu membentuk BPSPAM dan peningkatan japasitas Pengelolaan Jaringan Air Bersih yang berkelanjutan di Desa Leuwayan. Selanjutnya, pengelolaan air diatur oleh BPSPAM yang bertugas menarik iuran dari warga sebesar Rp5.000 per KK dan melakukan perbaikan jaringan jika ada kerusakan.

Dengan demikian, saat ini sudah ada pendapatan desa dari pengelolaan air Weirawe. Uang itu selain untuk operasional BPSPAM dan perbaikan jaringan, juga menjadi pemasukan bagi desa untuk pembiayaan pembangunan lainnya.

Ditanya rencana pemasangan sambungan rumah, (SR), Emanuel Ledo mengatakan, ia tak mau memasang SR, karena jika dipasang, distribusi air menjadi tidak merata. Bagi yang memiliki uang, akan lebih banyak memanfaatkan air.

Karenanya, targetnya ke depan adalah menurunkan jumlah pemanfaatan tugu kran. Jika saat ini setiap tugu dimanfaatkan 5 KK, maka ia akan berupaya sampai hanya 3 KK setiap tugu kran.

Diakuinya pula bahwa dengan air yang ada, belum bisa dimanfaatkan untuk usaha tanaman pekarangan. Air yang ada masih difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan masak, minum, mandi dan cuci.

Erlina Dangu, Manager Program Implementation Area Lembata Plan Indonesia.
Erlina Dangu, Manager Program Implementation Area Lembata Plan Indonesia.

Manager Program Implementation Area Lembata Plan Indonesia Erlina Dangu menjelaskan, Plan Indonesia melihat air bersih sebagai hak dasar manusia, dan di Lembata, hak dasar anak. Beberapa intervensi yang dilakukan terkait air bersih pertama membangun infrastruktur air bersih baik sumur gali, sumur bor, bak penampung air hujan, instalasi air, sistem gravitasi maupun

Perbaiki sistem pengelolaan air di desa dalam hal ini badan pengelola air di desa agar tahu perbaiki jika ada kerusakan dan perbaikan ringan.

Teknis pengelolaan juga dikapasitasi, sehingga ada lembaga yang mengelolanya secara baik lewat BPSPAM. Sehingga, BPSPAM menjadi unit usaha BUMDes dan ada iuran yang menjadi sumber pendapatan desa.

“Secara lebih luas, air bersih tidak saja menjawab kebutuhan tapi dalam konteks perlindungan anak, dan ada hubungan dengan stunting, dan yang sensitif dan spesifik lebih kepada pemenuhan kebutuhan air. Air bersih dalam hubungan dengan anak danperlindungan anak dalam hal ini kekerasan. Jika sumber air jauh, anak berpotensi mengalami kekerasan. Misalnya di Leuwayan dengan jarak jauh sumber air. Kedua terkait waktu anak bermain dan belajar jadi kurang karena lebih fokus cari dan ambil air. Jarak tempuh di atas 30 menit pergi pulang maka masuk kategori sebagai paling rentan,” tegas Erlina Dangu.

Ia berharap, dengan intervensi air bisa mengurangi risiko kekerasan. Selain itu, juga mengurangi waktu anak bekerja agar mereka bisa memiliki lebih banyak waktu untuk belajar dan bermain. (Tim LembataNews)

Previous Post

Dorong Energi Bersih, PLN UIP Nusra Fasilitasi SMK Aloisius Ruteng Konversi Motor Dinas Pemda Manggarai Jadi Kendaraan Listrik

Next Post

Matangkan Strategi Akselerasi Pembangunan Berbasis Potensi Lokal, Bupati Kanis Pimpin Langsung Rapat Konsolidasi Program Kegiatan 2026

Next Post
Rapat konsolidasi mematangkan Strategi Akselerasi Pembangunan Berbasis Potensi Lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata mempertajam fokus strategi pembangunan untuk Tahun Anggaran 2026, dengan penekanan utama pada percepatan pembangunan yang berbasis pada potensi lokal.

Matangkan Strategi Akselerasi Pembangunan Berbasis Potensi Lokal, Bupati Kanis Pimpin Langsung Rapat Konsolidasi Program Kegiatan 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Tampak warga Dusun 4 Sungai Putih, Desa Bandar Jaya, Musi Banyuasin sedang berbincang dengan petugas PLN. Para warga antusias menyambut hadirnya listrik di dusun mereka lewat Program Listrik Desa tahun ini.

Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

4 bulan ago
Ahmad Yohan, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional didampingi Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir melakukan ujicoba traktor bantuan usai penyerahan kepada kelompok tani dari Ile Ape di Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Sabtu, 5 April 2025.

Kunjungi Lembata, Ahmad Yohan Bantu Ratusan Alsintan untuk Kelompok Tani

10 bulan ago
General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono (kiri) beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu menyalakan rumah salah satu warga di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pemerintah dan PLN Sukses Listriki 99,92 Persen Desa di Indonesia

1 tahun ago
Kolaborasi Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVI NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta Gereja Katolik Paroki Kolhua dan Bello, menghadirkan ratusan anak SD dan SMP dalam Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional, Jumat, 5 Desember 2025 di Aula Paroki Santo Fransiskus Assisi BTN Kolhua.

Kolaborasi KPOTI, BPK, dan Pemda Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Hati Anak-Anak

2 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In