Kamis, Oktober 29, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Ekbis

Solidaritas Warga Atadei Serahkan Petisi Penolakan Geotermal kepada Bupati Lembata

LembataNews by LembataNews
Oktober 29, 2026
in Ekbis, Humaniora
0
Solidaritas Warga Atadei Serahkan Petisi Penolakan Geotermal kepada Bupati Lembata
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA — LEBIH dari 50 perwakilan Solidaritas Masyarakat Tolak Geotermal Atadei mendatangi Ruang Rapat Bupati Lembata, Rabu, 14 Oktober 2026, untuk menyerahkan petisi penolakan rencana eksplorasi dan eksploitasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei.

Mereka menyuarakan aspirasi sekitar 1.000 warga yang menolak proyek tersebut karena menilai aspek transparansi, keselamatan lingkungan, risiko kebencanaan, dan perlindungan hak masyarakat adat perlu mendapat perhatian serius.

Related posts

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lembata, Wabup Nasir Sampaikan 5 Pesan Utama

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lembata, Wabup Nasir Sampaikan 5 Pesan Utama

Oktober 29, 2026
Enam Tiang Dolphin Pelabuhan Waijarang Telah Terpancang, Kontraktor Klaim Progres Tetap Sesuai Target

Enam Tiang Dolphin Pelabuhan Waijarang Telah Terpancang, Kontraktor Klaim Progres Tetap Sesuai Target

Oktober 29, 2026

Sebelum petisi diserahkan, Pater Michael, yang mendampingi dan mengadvokasi warga, memaparkan temuan lapangan serta alasan mendasar penolakan masyarakat. Warga menyoroti sosialisasi yang dinilai belum transparan dan menyeluruh, sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen UKL-UPL, serta meminta penjelasan komprehensif mengenai potensi risiko geologis, bencana alam, dan dampak lingkungan dari rencana eksplorasi dan pengeboran.

Petisi tersebut juga menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat adat dan ruang hidup warga berdasarkan konstitusi serta peraturan perundang-undangan. Bagi masyarakat, kelestarian lingkungan bukan semata persoalan ekologis, melainkan juga menyangkut keberlanjutan kehidupan generasi mendatang. Nilai ini turut diperkuat oleh ajaran sosial Gereja, khususnya ensiklik Laudato Si’ dan Laudate Deum.

Melalui petisi itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten Lembata menghentikan proses perizinan dan kegiatan terkait proyek PLTP Atadei. Mereka juga meminta jawaban tertulis dari pemerintah daerah paling lambat tiga hari kerja setelah petisi diterima.

Kepada DPRD Lembata, warga mendesak penetapan sikap resmi dalam dua hari kerja, sedangkan kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, mereka meminta agar mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencabut keputusan penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi Atadei.

Bupati: Saya Tidak Sedang Menjual Rakyat Saya

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menerima perwakilan warga dengan terbuka dan menghargai penyampaian aspirasi secara tertib dan damai. Di hadapan warga, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mendengarkan suara masyarakat dan tidak mengabaikan kekhawatiran yang berkembang di tengah warga.

“Jangan khawatir, jangan takut. Saya ini anak tanah Lembata, dan saya tidak sedang menjual rakyat saya. Jadi, tidak perlu khawatir,” tegas Bupati.

Ia menekankan bahwa aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam menyikapi rencana proyek tersebut.

“Pada dasarnya, jika masyarakat menolak, kami pemerintah ikut menolak. Apabila masyarakat menerima, kami menerima,” ujarnya.

Bupati Kanis Tuaq menyatakan bahwa aspirasi dan tuntutan warga akan diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dan instansi berwenang sesuai mekanisme serta ketentuan perundang-undangan.

Ia juga mengapresiasi sikap masyarakat yang memilih jalur dialog untuk menyampaikan keberatan. Menurutnya, demokrasi menuntut pemerintah untuk mendengar dan menghormati suara rakyat, sekaligus memastikan setiap persoalan ditangani melalui komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Lembata menghormati aspirasi yang disampaikan dan mendorong agar persoalan rencana PLTP Atadei dibahas secara transparan, dengan memperhatikan keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, hak masyarakat adat, serta ketentuan hukum yang berlaku. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Hadiri Pelantikan DPC PAN se-Lembata, Wabup Nasir Tekankan Politik Harus Berpihak pada Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Salah satu titik longsor di Kecamatan Nagawutun yang telah berhasil dibersihkan setelah Pemda Lembata mengerahkan alat berat turun ke lokasi longsor, Rabu, 3 April 2024.

Setelah Dibersihkan, Akses Jalur Boto-Lewoleba kembali Normal

3 tahun ago
Kolaborasi alat musik tradisional asli Kedang dengan alat musik modern di ajang Lembata Maestro Festival yang digelar Langit Jingga Film i Pantai Wulenluo, Lewoleba, Jumat, Sabtu dan Minggu, 22-25 Agustus 2024.

Langit Jingga Films Hadirkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern di Ajang Lembata Maestro Festival

2 tahun ago
Para aktivis Taman Daun sedang gotong royong menambal jalan berlubang di depan BRI Unit Lewoleba, Rabu, 12 Maret 2025.

Rawan Kecelakaan, Taman Daun Tambal Jalan di Depan BRI Unit Lewoleba

2 tahun ago
Persika Karanganyar bermain imbang 1-1 saat menghadapi Persebaya Lembata dalam laga Rabu, 14 Mei 2025. Hasil imbang ini mengantar keduanya lolos ke babak delapan besar dan dipromosikan ke liga 3 nasional.

Lolos Liga 3 Nasional, Kembang Api Pecah di Langit Kota Lewoleba

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Opini
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In