BEAN — SEMANGAT generasi muda mewarnai Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka Tingkat Kwartir Ranting Buyasuri yang berlangsung di Lapangan Desa Bean, Jumat (14/8/2026). Wakil Bupati Lembata selaku Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Lembata, H. Muhamad Nasir, bertindak sebagai Pembina Upacara.
Upacara tersebut dihadiri Anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Lembata, di antaranya Asisten III dan pimpinan OPD, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Lembata, Camat Buyasuri selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Buyasuri, Ketua Kwartir Ranting Buyasuri, Forkopimcam Buyasuri, Kepala Desa, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, para pembina dan pendamping, serta seluruh anggota Pramuka.
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa peringatan Hari Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghayati nilai-nilai kepramukaan sekaligus memperkuat komitmen dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi memberikan banyak peluang sekaligus tantangan. Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki integritas sebagai kompas, ketangguhan sebagai pijakan, kepedulian sebagai kekuatan, serta kemampuan bekerja sama dan semangat mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.

Kepada para anggota Pramuka, Wakil Bupati berpesan agar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, tidak takut bermimpi, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Pramuka, katanya, harus menjadi tempat untuk menempa diri agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati, peduli, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain.
Wabup Nasir juga mengajak generasi muda menjadi tunas-tunas perubahan yang mampu berkata benar, membedakan yang baik dan yang tidak baik, bijak menggunakan teknologi, serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Semangat pengabdian pun tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membantu teman, menjaga kebersihan lingkungan, menghormati orang tua dan guru, membantu masyarakat yang membutuhkan, menjaga persatuan, serta merawat lingkungan merupakan bentuk pengabdian yang nyata.
“Tanamkan dalam diri bahwa menjadi Pramuka berarti siap mengabdi,” tegas Wabup.
Kepada para Pembina dan pendamping, Wabup meminta agar terus menjadikan Gerakan Pramuka sebagai salah satu kekuatan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki semangat pengabdian.
“Mari kita bangun generasi muda yang bukan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan. Generasi yang mampu menghadapi tantangan dengan keberanian, menyelesaikan persoalan dengan kebersamaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Usai upacara, Wakil Bupati Lembata yang di dampingi oleh anggota Mabicab, ketua kwartir Cabang Lembata, dan Ketua Mabiran Buyasuri berkeliling mengunjungi setiap barisan peserta. Ia menyapa para anggota Pramuka, pembina, dan pendamping secara langsung. Momen tersebut berlangsung hangat dan menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lembata terhadap semangat generasi muda dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.
Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kwartir Ranting Buyasuri menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan, pengabdian, dan pembentukan karakter generasi muda. Dari barisan Pramuka di Desa Bean, diharapkan tumbuh generasi yang berani bermimpi, berkarya, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Dari Pramuka, tumbuh karakter. Dari karakter, lahir pengabdian. Dan dari pengabdian, tumbuh masa depan Lembata yang lebih baik.
Jayalah Pramuka! Jayalah Generasi Muda Indonesia! Salam Pramuka!
(*/Tim LembataNews)








