YUNANI adalah negeri yang kaya akan sejarah kuno, dengan sebagian besar bangunan dan artefak masih utuh. Terletak di suatu tempat di Kepulauan Aegean Timur terdapat Gereja Panagia Kakaviotissa, sebuah gereja yang benar-benar tanpa atap karena diukir di mulut gua.
Gereja tanpa atap ini terletak di pulau Lemnos, namanya Kakaviotissa berasal dari ‘Kakavos’, gunung tempat gereja itu dibangun.
Gereja Ortodoks Yunani ini dibangun oleh para biarawan pengungsi yang melarikan diri ke gunung tersebut sekitar tahun 1416 M. Lokasi strategis ini dipilih oleh para biarawan dan pendeta sebagai tempat berlindung yang tersembunyi dan terpencil saat mereka melarikan diri dari invasi Turki di Agios Efstratios.
Gereja tanpa atap ini terletak tepat di pintu masuk gua puncak gunung dan menjadi tujuan pendakian populer bagi para pelancong yang mencari pencerahan spiritual serta para pelancong yang ingin menikmati keindahan struktur unik ini.
Gereja Panagia Kakaviotissa terletak di puncak Gunung Kakavos, berdekatan dengan desa Thanos. Lokasinya strategis, menampilkan keindahan Laut Aegea dan lingkungan pegunungan yang menakjubkan dari gereja tanpa atap ini.
Dari gereja tanpa atap, Anda akan disuguhi pemandangan Teluk Moudros yang indah, pemandangan sempurna yang membingkai lautan jernih di tengah perbukitan batu dan pegunungan yang benar-benar tak terlupakan.
Gereja tanpa atap ini sebagian besar berwarna putih, tetapi yang menonjol dari segi desain adalah pagar birunya yang cerah dan menakjubkan. Terdapat banyak ikon dan benda-benda ibadah yang didedikasikan untuk Perawan Maria yang menghiasi kapel, termasuk pernak-pernik yang ditinggalkan oleh pengunjung sebagai imbalan atas berkat.
Waktu ibadah paling penting di kapel ini adalah pada Selasa Paskah, di mana setiap tahun, ikon Panagia Kakaviotissa diangkut ke kapel dari tempat asalnya yang dijaga ketat di Kontias. (*/Tim LembataNews)








