YAKUTSK dikenal sebagai kota terdingin di dunia. Suhu di musim dingin bisa bertahan di angka -40 hingga -50 derajat Celsius, bahkan pernah tercatat lebih rendah. Udara sedingin ini membuat napas manusia langsung membeku dan suara langkah kaki terdengar lebih keras karena keringnya udara.
Bayangkan menuang air mendidih ke udara, lalu dalam hitungan detik air itu berubah menjadi kristal es sebelum menyentuh tanah. Di banyak tempat hal ini mustahil, namun di Yakutsk, kota di Siberia Timur, Rusia, pemandangan tersebut adalah hal biasa saat musim dingin.
Musim dingin berlangsung hampir delapan bulan. Mobil-mobil jarang dimatikan karena mesin yang berhenti terlalu lama berisiko membeku total. Bangunan pun tidak menyentuh tanah secara langsung, melainkan berdiri di atas tiang beton agar panas dari gedung tidak mencairkan lapisan tanah beku permanen di bawahnya.
Kondisi ekstrem ini juga memengaruhi air di dalam rumah. Pipa air tidak ditanam di tanah seperti di kota lain, karena akan langsung membeku. Banyak rumah tidak memiliki air mengalir sepanjang waktu. Warga menyimpan air dalam wadah besar atau mendapat pasokan air dari truk khusus. Jika pemanas dimatikan, air di dalam rumah dapat membeku dalam hitungan jam.
Hal ini berdampak langsung pada aktivitas sederhana seperti mencuci baju. Mesin cuci tidak bisa digunakan sembarangan. Air harus dipanaskan terlebih dahulu, dan proses mencuci biasanya dilakukan dalam waktu singkat agar air tidak membeku di pipa atau selang. Setelah dicuci, pakaian tidak dijemur di luar seperti di negara tropis.
Jika pakaian basah dikeluarkan ke udara terbuka, kain akan membeku kaku dalam beberapa menit. Namun sebagian warga justru memanfaatkan hal ini. Baju yang membeku kemudian diketuk atau digoyangkan hingga kristal es rontok, sebelum akhirnya dikeringkan di dalam ruangan hangat.
Keunikan Yakutsk semakin terasa di pasar tradisionalnya. Para pedagang menjual ikan tanpa es, tanpa kulkas, dan tanpa pendingin apa pun. Ikan diletakkan begitu saja di udara terbuka, membeku alami, keras seperti kayu, dan tetap segar dalam waktu lama.
Untuk memastikan kualitasnya, pembeli cukup mengetuk ikan ke meja. Jika bunyinya keras, ikan dianggap masih layak konsumsi. Di kota ini, udara dingin berfungsi sebagai freezer alami raksasa.
Meski hidup di suhu ekstrem, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Sekolah tetap buka, pasar tetap ramai, dan anak-anak masih bermain di luar dengan pakaian berlapis-lapis. Bagi warga Yakutsk, dingin bukan musuh—melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di kota ini, manusia tidak menaklukkan alam. Mereka bertahan dengan menyesuaikan diri. (Sumber Laman FB Mata S/Tim LembataNews)








