Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Dunia

Delapan Dekade Hidup Menderita, Gajah Somboon Akhirnya Nikmati Kebebasan

LembataNews by LembataNews
Januari 15, 2026
in Dunia, Humaniora, Travel
0
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SOMBOON adalah seekor gajah Asia betina yang hidup lebih dari delapan dekade dalam penderitaan sebelum akhirnya diselamatkan. Namanya dikenal luas setelah kisah hidupnya mengungkap sisi gelap eksploitasi gajah di industri kerja dan pariwisata Thailand. Hidup Somboon menjadi bukti nyata bagaimana seekor satwa cerdas dapat kehilangan masa kanak‑kanak, kebebasan, dan martabatnya akibat campur tangan manusia.

Sejak masih bayi, Somboon diambil dari alam liar dan dipisahkan dari induknya. Ia dipaksa bekerja sebagai gajah pekerja di sektor penebangan kayu, sebuah praktik lazim di Thailand pada masa lalu. Setelah industri logging dilarang, Somboon dialihkan ke industri pariwisata dan digunakan untuk mengangkut wisatawan. Selama puluhan tahun, ia bekerja tanpa henti hingga 10–12 jam per hari, sering berdiri terus tanpa bisa berbaring karena rantai pendek yang membatasi geraknya.

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Memasuki usia lanjut, kondisi fisik Somboon memburuk. Saat ditemukan oleh relawan penyelamat, usianya diperkirakan telah mencapai sekitar 85–87 tahun. Tubuhnya kurus, berat badannya jauh di bawah normal, dan ia telah kehilangan seluruh giginya sehingga tidak mampu mengunyah makanan keras. Penglihatannya juga sangat terbatas, diperkirakan hanya tersisa sekitar 30 persen. Selama bertahun-tahun, kakinya sering dirantai pendek, membuatnya tidak bisa berbaring dengan nyaman dan beristirahat secara alami.

Nasib Somboon berubah pada Januari 2025, ketika organisasi Save Elephant Foundation turun tangan. Setelah mengetahui kondisi gajah tua tersebut, organisasi ini melakukan proses penyelamatan dan memindahkannya ke Elephant Nature Park, sebuah sanctuary yang aman. Perjalanan menuju tempat perlindungan memakan waktu lebih dari 30 jam dan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat usia dan kondisi Somboon yang rentan.

Momen paling menyentuh terjadi saat Somboon tiba di sanctuary. Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, ia berbaring di atas pasir dan tertidur dengan tenang. Perilaku ini menjadi simbol kebebasan yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya. Di tempat perlindungan tersebut, Somboon mendapatkan perawatan medis, makanan lunak yang sesuai dengan kondisinya, serta lingkungan yang memungkinkan ia bergerak tanpa rantai dan paksaan.

Kisah Somboon menjadi pengingat keras tentang dampak eksploitasi terhadap satwa liar, terutama gajah yang memiliki kecerdasan tinggi dan ikatan sosial yang kuat. Ia juga membuka mata banyak orang tentang pentingnya sanctuary yang beretika, bukan tempat wisata yang menjadikan gajah sebagai alat hiburan.

Di usia senjanya, Somboon mungkin tidak dapat menghapus luka masa lalu. Namun, hari-hari terakhirnya dihabiskan dengan lebih damai, aman, dan bermartabat. Kehidupan Somboon meninggalkan pesan kuat bahwa perubahan, sekecil apa pun, tetap berarti, bahkan bagi seekor gajah yang telah terlalu lama menderita.

Previous Post

Jonathan, Kura-kura yang Hidup Hampir 2 Abad

Next Post

Bantuan Pukat dan Alat Tangkap dari APBD 2025 Berhasil Tingkatkan Pendapatan Nelayan Lembata

Next Post
Para nelayan penerima alat penangkapan ikan yang bersumber dari APBD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2025 mulai menikmati hasil.

Bantuan Pukat dan Alat Tangkap dari APBD 2025 Berhasil Tingkatkan Pendapatan Nelayan Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

HPN 2026, Jurnalis di Lembata Didorong  Kritis, Beretika, dan Berpihak pada Kepentingan Publik

HPN 2026, Jurnalis di Lembata Didorong Kritis, Beretika, dan Berpihak pada Kepentingan Publik

3 bulan ago
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq memimpin langsung rapat evaluasi dan percepatan pembangunan SPPG di wilayah terpencil sebagai fondasi utama keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 24 November 2025.

Pemkab Lembata Gelar Rapat Percepatan Pembangunan SPPG Terpencil untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis

6 bulan ago
Meysa Chatelin Witak saat masih dirawat di ruang bedah RSUD Lewoleba pasca disiram air keras Seni pekan lalu

Setelah Dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah, Bali, Ini Kondisi Meysa, Korban Penyiraman Air Keras

2 tahun ago
Rayakan Hari Kartini, Srikandi PLN UIP Nusra Ambil Peran Strategis dalam Transisi Energi di Nusa Tenggara

Rayakan Hari Kartini, Srikandi PLN UIP Nusra Ambil Peran Strategis dalam Transisi Energi di Nusa Tenggara

3 minggu ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In