Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Merantau di Usia 18 Tahun, Kuliah sambil Kerja hingga Jadi Manajer Restoran Italia

LembataNews by LembataNews
Desember 29, 2025
in Headline, Humaniora, Life Style
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YESTI Rambu Jola Pati (bukan Yeti) adalah cerita inspiratif tentang perjuangan seorang perempuan asal Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia merantau ke Surabaya pada usia 18 tahun untuk meraih pendidikan tinggi sambil bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Dikutip dari laman Katolik News, awalnya, Yesti merantau ke Surabaya pada usia 18 tahun dengan bekal seadanya untuk bekerja sebagai ART demi membiayai pendidikannya.

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Selama delapan tahun berjuang, ia berhasil menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah hingga lulus dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Matematika dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

Tekanan ekonomi keluarga dan keinginan untuk membuat orang tuanya bangga menjadi motivasi utamanya untuk terus berjuang dan tidak mudah berputus asa.

Setelah lulus, ia didapuk menjadi manajer di sebuah restoran Italia di Surabaya, membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.

Kisah Yesti Rambu Jola Pati banyak adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama para perempuan, untuk gigih dalam mengejar impian dan pendidikan, meskipun menghadapi berbagai rintangan hidup.

#NTT #Kisahperjuangan #BeritaSumba #PulauSumba #Viralfyp#GBU

Previous Post

Forum Peduli Persebata Buka Donasi, Hari Ketiga Dana Masuk Capai Rp17,9 Juta untuk Kebutuhan Mendesak Tim

Next Post

Peletakan Batu Pertama Gedung Koperasi Merah Putih, Dari Zona Merah Desa Todanara Buka Jalan

Next Post
Peletakan batu pertama pembangunan fisik Koperasi Merah Putih di Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur oleh Komandan Kodim 1624/Flotim Letkol Inf Erly Merlian.

Peletakan Batu Pertama Gedung Koperasi Merah Putih, Dari Zona Merah Desa Todanara Buka Jalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Adik Kandung Paus Fransiskus: Maria Elena Bergoglioo

Kisah Haru Adik Kandung Paus Fransiskus: Maria Elena Bergoglioo

1 tahun ago
Kepala Desa Kalikur M Amin Hasan AB didampingi Kepala DKP Lembata Anselmus Ola Bahi, Plt. Sekretaris DKP Fransiskus B. Sabaleku, Kabid Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Marsel Dorong Bokilia, serta pustakawan Ignasio Mariano Riangtobi foto bersama Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq saat audiensu di ruang kerja Bupati Lembata, Kamis, 28 Agustus 2025.

Juara Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi NTT, Desa Kalikur Jadi Pilot Project dan Inspirasi Literasi

9 bulan ago
Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata melakukan aksi walkout. Walkout yang dipimpin Ketua Fraksi Stefanus L Tapobali (tengah) bersama Jhon Batafor (paling kiri) dan Haji Bareng (paling kanan) dipicu kenaikan tarif bajak lahan petani saat dilakukan pembahasan dalam rapat Gabungan Komisi, Selasa, 28 Oktober 2025.

Tak Terima Pemerintah Naikan Tarif Bajak Lahan, Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata Walkout

7 bulan ago
Leye atau dalam bahasa Jaa disebut Jali jali merupakan salah satu pangan lokal yang terancam punah. Leye di wilayah Kedang merupakan salah satu pangan lokal yang masih dipertahankan berkat tradisi adat masyarakat setempat terkhusus di Desa Hoelea 1 dan Hoelea 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Leye, Sejarah dan Peradaban Masyarakat Kedang

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In