LEWOLEBA – BUPATI Lembata P Kanisius Tuaq, secara resmi membuka kegiatan penanaman perdana Kebun Seminari SFS Paroki Pada di Dusun Labanobol, Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Jumat, 7 November 2025.
Inisiatif ini menandai kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat setempat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi tanaman lokal.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pater Anil Kumar Suwarna, Ketua Delegasi Seminari SFS, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi untuk menanamkan semangat cinta terhadap bumi.
“Lebih dari sekadar menanam, kegiatan ini adalah investasi harapan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan Bupati Lembata, yang telah menunjukkan komitmennya terhadap peran Gereja dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Pater Anil.
Bupati P Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut, mengakui peran vital Gereja dalam mempromosikan kebersamaan dan kemandirian di kalangan masyarakat.
“Kehadiran saya di sini adalah bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap upaya-upaya yang membangun masyarakat. Labanobol adalah permata tersembunyi, dan pemerintah wajib hadir untuk bekerja sama dengan masyarakat,” kata Bupati Kanis Tuaq.
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan wilayah tersebut, Bupati Kanis Tuaq menjanjikan perbaikan infrastruktur jalan menuju Dusun Labanobol.
“Dinas PUPR akan segera melakukan kajian untuk merencanakan pembangunan jalan secara bertahap yang tentunya disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan penanaman perdana ini mencakup berbagai jenis tanaman pangan, seperti padi, jagung, ubi, dan nanas, yang dipilih untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal dan meningkatkan diversifikasi pangan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah lain.
Dalam sambutan penutupnya, Bupati Tuaq menekankan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi keberlanjutan hidup. “Ini bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga keberlanjutan hidup di tanah yang kita cintai. Dengan kerja keras dan kolaborasi, dapat mencapai kemandirian pangan,” tegas Bupati Lembata. (*/Tim LembataNews)








