LEWOLEBA – Paulus Tenahama Lelaona (54), warga Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata ditemukan meninggal saat sedang berenang pada Kamis, 4 April 2024 sekitar pukul 13.24. Dari mulutnya mengeluarkan busa berwarna putih.
Kapulsubsektor Wulandoni Aipda Jimmi Kaseh dalam laporannya yang diterima media ini, Kamis, 4 April 2024 menjelaskan, sekitar pukul 13.24, telah terjadi kejadian menonjol yakni seorang warga tenggelam di Pantai Lamalera.
Dijelaskannya, saat itu korban sedang berenang bersama salah satu warga Lamalera lainnya atas nama Agustinus Tolis Blikololong di Pantai Lamalera. Sesaat kemudian terlihat oleh warga yang sedang berada di Pantai Lamalera tidak ada pergerakan dari korban.
“Warga pun berlari menuju titik korban berada dan mendapati korban sudah meninggal dunia. Warga kemudian menggotong korban ke darat,” terang Jimmi Kaseh.
Dalam keterangan saksi Agustinus Tolis Blikolong, ia menuturkan bahwa saksi bersama korban berenang bersama di Laut Lamalera kurang lebih berjarak sekitar 2 meter dari bibir pantai.
Saksi kemudian kembali ke pantai setelah berenang kurang lebih lima menit. Ia kembali ke darat untuk mengambil ikan di perahu yang baru saja kembali melaut.
Saat di darat, saksi dan sejumlah warga lainnya melihat sudah tidak ada pergerakan korban di laut. “Korban tampak seperti mengambang saja,” terangnya.
Saksi bersama warga lainnya bergegas ke titik korban berada dan bersama-sama membawa korban ke darat.
Saksi menjelaskan, saat itu, banyak busa tampak keluar dari mulut korban.
Aipda Jimmi Kaseh menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter (fisik luar) tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban sehingga kematian korban tersebut merupakan kematian wajar akibat terlalu banyak meminum air laut.
Ia menambahkan, keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi atas kematian korban. (Tim LembataNews)








