LEWOLEBA – Masyarakat Lembata diimbau waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi menyusul hujan yang masih terus terjadi beberapa hari belakangan ini.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata Yohanes Gregorius Solang Demong kepada LembataNews.id, Rabu 3 April 2024 mengatakan, ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir dan longsor harus selalu diwaspadai masyarakat .
Pihaknya, kata Handris Koban, panggilan kesehariannya, telah berkoordinasi dengan Rantai Komando di desa, agar menyampaikan kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi dimaksud.
Ancaman bencana hidrometeorologi dimaksud, lanjutnya, seperti angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, hujan secara sporadis dalam durasi singkat yang bersifat lokal, banjir dan tanah longsor serta potensi dampak yang menyerupai sambaran petir, pohon tumbang dan baliho roboh.
“Hujan dan angin kencang yang sedang terjadi di Kabupaten Lembata, dari 1 April 2024 dan akan sampai 3 April 2024, Lembata Saat ini sedang berada dalam periode masa peralihan dari periode musim hujan menuju periode musim kemarau (masa pancaroba), sehingga suhu permukaan laut menjadi hangat dan kelembapan yang cukup basah di setiap lapisan atmosfer,” terangnya.
Menurutnya, kenaikan massa udara yang kuat (konvektif kuat) di wilayah NTT dan terdapat sirkulasi udara masuk (sirkulasi siklonik) serta sedang aktifnya gelombang Equatorial Rossby menyebabkan Lembata juga mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. (Tim LembataNews)








