Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Tatong, Menjaga Tradisi Warisan Leluhur

LembataNews by LembataNews
Maret 22, 2024
in Headline, Humaniora, Travel
0
Atraksi 1.000 Tatong di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata saat Festival Uyelewun beberapa bulan lalu. Tatong merupakan alat musik tradisional etnis Kedang yang mendiami lereng Gunung Uyelewun. Tato g sejauh ini baru didesain untuk menyerupai bunyi gong untuk mengiringi tarian daerah Kedang.

Atraksi 1.000 Tatong di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata saat Festival Uyelewun beberapa bulan lalu. Tatong merupakan alat musik tradisional etnis Kedang yang mendiami lereng Gunung Uyelewun. Tato g sejauh ini baru didesain untuk menyerupai bunyi gong untuk mengiringi tarian daerah Kedang.

0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Alat musik tradisional Tatong, merupakan salah satu alat musik tertua yang diwariskan leluhur Kedang.

Sesuai penuturan Emanuel Ledo Apenobe, pegiat budaya dan pelestari Tatong di Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri, Tatong sudah ada sejak tahun 300 Masehi.

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Alat musik tradisional Tatong dimainkan oleh nenek moyang untuk melepaskan kepenatan setelah bercocok tanam di kebun.

“Tatong diangkat sebagai alat musik tak benda yang akan diwariskan sampai ke anak cucu sebagai kebanggaan masyarakat Kedang” katanya.

Irama yang dihasilkan alat musik Tatong sejauh ini masih sebatas untuk mengiringi tarian. Belum dapat membentuk notasi untuk mengiringi nyanyian.

Alat musik Tatong terbuat dari satu ruas batang bambu seukuran kurang lebih 1 meter. Pada bambu itu lalu disayat kulitnya membentuk dawai dengan ukuran atau lebar dawai disesuaikan dengan irama yang akan dibentuk.

Jumlah dawai dalam setiap Tatong sebanyak empat dawai. Dua dawai di sebelah kanan, dan dua dawai lainnya di sebelah kiri. Di bagian tengahnya dibentuk lubang memanjang.

Tatong dibunyikan dengan cara dipukul menggunakan dua bilah bambu yang dipegang di tangan kiri dan tangan kanan.

Bunyi atau irama Tatong membentuk irama sesuai bunyi gong dan gendang di masa kini, yang terdiri atas irama gong kecil yang dalam bahasa Kedang disebut “Kengke”, dua gong berukuran sedang yang dalam bahasa Kedang disebut “Lekaq”, dan tiga irama gong besar yang dalam bahasa Kedang disebut “Gasaq”.

Empat buah dawai pada Tatong mewakili empat irama gong, yakni ‘Lekaq’, ‘Kabolu’, dan ‘Kong Rian’. Sedangkan untuk irama Kengke biasanya dimainkan pada Lekaq.

Untuk posisi atau letak masing-masing irama, jika penabuhnya menggunakan tangan kanan dominan, maka Lekaq di bagian kiri, Kabolu di sebelah kanan, dan Kong Rian di bagian tengah.

“Kalau orang kanan, lekaq beq weri, kabolu wana, Rian sue beq ayaq (kalau orang kakan, Lekaq sebelah kiri, Kabolu di kanan, dan Kong Rian di tengah),” terang Emanuel Ledo Apenobe.

Sedangkan untuk gendang, tetap menggunakan gendang yang biasa digunakan saat ini.

Tatog terbuat dari bambu yang disayat bagian luarnya membentuk dawai yang dimainkan untuk menghasilkan nada.

Untuk membuat Tatong, diperlukan satu ruas bambu. Pembuatan Tatong memang tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus. Namun harus dilakukan oleh yang benar-benar paham tentang nada dan irama musik tradisional untuk mengiring tarian tradisional Kedang.

Tatong terdiri atas empat dawai dan pada bagian tengahnya dibuatkan lubang memanjang.

Sedangkan untuk membunyikan, disiapkan dua bilah bambu seukuran sumpit untuk memukul dawai. (Tim LembataNews)

Previous Post

Deklarasi Raja Lembata, Doni Kares Astrianus Siap Bentuk Relawan Sampai TPS

Next Post

Herman Belutowe, Setia Dalam Usaha Virgin Coconut Oil

Next Post
Herman Belutowe, warga Desa Hoelea 2, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, adalah seorang yang setia dalam usaha kecil yang memproduksi minyak kelapa murni yang diberi nama VCO Sio Sao.

Herman Belutowe, Setia Dalam Usaha Virgin Coconut Oil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Swasembada energi menjadi arah pembangunan kelistrikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Energi baru terbarukan (EBT) menjadi alternatif menuju swasembada energi.

Paparkan Visi Kelistrikan NTB-NTT, GM PLN UIP Nusra: Tujuan Kita Swasembada Energi

10 bulan ago
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq bertemu dan menyapa para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Lembata.

Bupati Lembata Menyapa Petugas PKH, Tegaskan Peran Strategis di Tengah Pemerintah dan Sekolah Rakyat

4 bulan ago
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata berkapasitas 1.000 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Purwakarta dan Bandung Barat, Jawa Barat ini merupakan wujud nyata transformasi PLN dalam mendukung transisi energi nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Peningkatan Pendapatan Dorong PLN Masuk Fortune Global 500

10 bulan ago

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In