Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Dukung Kedaulatan Pangan, 212 Mahasiswa Diterjunkan ke Lembata dalam Program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan

LembataNews by LembataNews
Oktober 5, 2024
in Headline, Humaniora
0
Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali didampingi Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Samsul Hadi memukul gong pertanda peluncuran program Muda Berkarya untuk Kedaulatan Pangan di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali didampingi Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Samsul Hadi memukul gong pertanda peluncuran program Muda Berkarya untuk Kedaulatan Pangan di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024.

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Untuk mendukung kedaulatgan pangan di Kabupaten Lembata, sebanyak 212 mahasiswa dari 103 perguruan tinggi di 29 provinsi di Indonesia saat ini telah berada di Kabupaten Lembata. Mereka mengikuti program Muda Berdaya untuk Kedaulatan Pangan (MBKP) selama 3,5 bulan dan disebar di 29 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata.

Penanggung jawab MBKP 2024 Ratna Yunarsih dalam laporannya pada acara penyerahan mahasiswa peserta MBKP di Pantai Wulen Luo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024 menjelaskan, program MBKP 2024 melibatkan 218 mahasiswa dari 103 perguruan tinggi yang tersebar di 29 provinsi Indonesia. Selain itu, terdapat juga perwakilan masyarakat dari 29 desa yang tersebar di Kabupaten Lembata. “MBKP berlangsung selama 3,5 bulan hingga Desember 2024.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Ratnamenjelaskan, program ini sangat diminati. Pada saat pendaftaran, sebanyak 4.200 pendaftar, kemudian diseleksi hingga terkumpul 218 mahasiswa.

Sebanyak 212 orang peserta ditempatkan di 29 desa di 9 kecamatan untuk melakukan pendataan terkait potensi pangan lokal, pemetaan lokasi lahan pangan lokal yang ada di berbagai desa di Lembata, serta pola produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat Lembata.

“Enam mahasiswa ditempatkan di kantor Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek di Jakarta dengan tugas sebagai desainer grafis, copywriter, dan admin media sosial,” jelas Ratna.  

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)  Samsul Hadi mengatakan, MBKP merupakan salah satu terobosan pemajuan kebudayaan yang merupakan kolaborasi erat antara Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) pada Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikelola Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek).

Dikatakannya, para mahasiswa ini telah terpilih untuk ikut membangun Lembata melalui pendekatan kebudayaan.

MBKP, lanjut Samsul Hadi, merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk mengubah pandangan masyarakat tentang pangan lokal dengan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi gagasan, minat, dan bakatnya untuk menghasilkan aksi atau karya inovatif. Hal ini juga merupakan bentuk upaya memberdayakan ekosistem kebudayaan untuk pemulihan lingkungan berkelanjutan dan mewujudkan kedaulatan pangan.

“Saya harapkan adik-adik mahasiswa dapat menemukenali dan belajar bersama para mentor dan para pemangku adat yang mengetahui dan memahami kearifan lokal, dengan mengidentifikasi berbagai pangan lokal dan teknik-teknik memproduksinya,” kata Samsul Hadi.

Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali mengapresiasi program MBKP dan menyambut baik program MBKP ini dan sangat respek dengan kehadiran para mahasiswa di Lembata. Ia juga berterima kasih karena Lembata dipilih menjadi sasaran program MBKP.

Paskalis Tapobali mengatakan, saat ini telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal. Untuk itulah, ia berharap keluaran program MBKP juga dapat memberikan rekomendasi program dan kebijakan bagi pemerintah Kabupaten Lembata agar dapat disampaikan melalui Rencana Aksi Daerah.

Ia berharap, output program MBKP ini tidak hanya berupa pangkalan data, tetapi juga usulan atau rekomendasi kebiojkan tematik berkaitan dengan penganekaragaman strategi program dan kegiatan terkait penyusunan rencana aksi daerah dari 29 desa sasaranbaik dari aspek hulu dan hilirnya.

Kepada para mahasiswa peserta MBKP, ia berpesan agar ketika memasuki suatu daerah untuk bisa mendalami karakteristik lokal, adat istiadat yang hidup dan berkembang di masing-masing desa tempat bertugas. Akan ada hal yang boleh dan tidak boleh harus dipelajari agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalami, kenal lebih jauh agar terhindar dari persoalan yang tidak diinginkan,” katanya.

Di desa, lanjutnya, ada tokoh sentral agar didekati dan minta nasihat juga kepada semua komponen agar semua kegiatan tidak menghadapi hambatan berarti dan tujuan mendorong  kedaulatan pagan di desa dapat terwujud dengan maksimal.

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat pada Kemendikbud ristek RI Samsul Hadi menyerahkan cinderamata kepada Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali saat peluncuran program Muda Berkarya untuk Kedaulatan Pangan di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat pada Kemendikbud ristek RI Samsul Hadi menyerahkan cinderamata kepada Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali saat peluncuran program Muda Berkarya untuk Kedaulatan Pangan di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Paskalis Tapobali menambahkan, di desa akan ada mentor dan koordinator. Pemerintah seharusnya smenyiapkan 29 perangkat daerah untuk mengdampingi di 29desa. Namun akhirnya hanya ditetapkan tujuh perangkat daerah yang akan mendampingi, yakni Kadis Porabud, Kadis Ketenagakerjaan, Kadis Parekraf, Kadis Perhubungan, Kadis PMD, Kadis Pendidikan, dan Kadis Kominfo.

“Jika dalam perjalanann menghadapi kekurangan dapat disampaikan melalui koordinator dan dapat ditindaklanjuti sesuai sumber daya yang mereka miliki untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan di desa,” imbau Paskalis Tapobali. (Tim LembataNews)

Previous Post

Menpan RB Tegaskan Seleksi PPPK 2024 Dibuka 100 Persen Buat Honorer

Next Post

Bertemu Uskup Larantuka, ini Pesan Mgr Kopong Kung Terkait Rencana Pengembangan PLTP Atadei

Next Post
Tim PT PLN UIP Nusra bertemu Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung didampingi Sekjen Keuskupan Larantuka, Vikjen, dan Deken Lembata di Pastoran Baneux Lewoleba, Selasa, 7 Oktober 2024.

Bertemu Uskup Larantuka, ini Pesan Mgr Kopong Kung Terkait Rencana Pengembangan PLTP Atadei

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Ketua DPD Partai NasDem Lembata Yuni Damayanti didampingi segenap pengurus menyerahkan bantuan anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Julie Sutrisno Laiskodat untuk gereja Stasi Bartolomeus Walangsawa yang diterima Ketua Dewan Stasi Bernadus Kuleng, Minggu, 4 Januari 2025.

Julie Sutrisno Laiskodat Bantu Gereja Waikilok dan Walangsawa

1 bulan ago
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq meninjau langsung lokasi penampungan ternak babi di Wangatoa Atas, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Jumat, 9 Januari 2025.

Bupati Lembata Tinjau Kandang Penampungan ternak Babi, Siap Fasilitasi Pemasaran hingga Timor Leste

4 minggu ago
Kepala Desa Leuwayan Emanuel Ledo bersama Sophia Tuto dan pendamping dari Plan Indonesia menunjukkan tugu kran yang dibangun atas intervensi Plan Indonesia di desa tersebut, Rabu, 12 November 2025.

Intervensi Perbaiki Jaringan Air, Plan Indonesia Ciptakan Senyum Ceria Warga Desa Leuwayan

3 bulan ago

PSSI Sends Condolences After Another Fan Dies in Football Violence

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In