Sabtu, Mei 16, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Gelar Diskusi Pangan Baik, ini Seruan yang Dikeluarkan

LembataNews by LembataNews
Agustus 21, 2024
in Humaniora
0
Peserta dari Local Champion menceritakan kegiatan dalam diskusi Pangan Baik di aula Perpustakaan Goris Keraf, Selasa, 20 Agustus 2024.

oppo_0

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – Diskusi Pangan Baik yang digagas Yaspensel Keuskupan Larantuka di aula Perpustakaan Goris Keraf pada Selasa, 20 Agustus 2024 yang dibuka Asisten III Sekda Lembata Mans Dai Wutun, diawali dengan seruan aksi.

Seruan aksi ini lebih difokuskan soal air.

Related posts

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Pemkab Lembata Buka Peluang Besar Kerja Sama dengan Surabaya, Potensi Ikan hingga Porang Jadi Andalan

Mei 14, 2026
Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Konsultasi DPRD Provinsi NTT ke PLN UIP Nusa Tenggara, Penguatan Strategi Edukasi Publik Pengembangan Geothermal di NTT

Mei 13, 2026

Berikut seruannya yang dibacakan bersama para anak muda.

LEMBATA “TAMPAN” MEMANGGIL….
Kita semua wajib terhentak dengan fakta bahwa 72 persen permukaan bumi yang tertutup air namun hanya 1 persen yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan di tahun 2050, 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80 persen pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan.

Tanpa air tidak ada makanan, tidak ada perdamaian, tidak ada kehidupan. No water no life, no growth. Oleh sebab itu, air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga.
Pengelolaan sumber daya air menjadi kunci untuk adaptasi iklim dan pendekatan pengelolaan sumber daya air merupakan bagian kunci dari persiapan dan peningkatan ketahanan terhadap guncangan iklim. Menggabungkan pendekatan pengelolaan sumber daya air dan adaptasi iklim, serta mengumpulkan dan membagikan praktik terbaik dapat membantu membangun ketahanan terhadap bencana yang terkait dengan perubahan iklim. Mengelolanya secara berkelanjutan dan mempertahankan fungsi dan layanan mereka untuk semua pengguna melibatkan pendekatan inovatif yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh masyarakat.

Karena itu di Moment Perak kabupaten Lembata ini. Di usia berotonomi Lembata yang ke 25 ini, kami mengajak semua Elemen untuk satu pikiran, satu hati bersama kami untuk menyukseskan TAMPAN FOR LEMBATA YANG BERKELANJUTAN : TANAM DAN PANEN AIR UNTUK LEMBATA YANG BERKELANJUTAN.
Let’s preserve our water today for shared prosperity tomorrow. Lestarikan Air Kita Hari Ini Untuk Kesejahteraan di Masa Depan.

Sementara dalam diskusi, Pemerhati Lingkungan Petrus Pulang mengatakan, konservasi mata air harus dilakukan untuk menjaga mata air tetap baik. Hanya saja, upaya konservasi mata air yang dilakukan selam ini agak keliru.

“Kesalahan di Lembata itu konservasi mata air itu langsung di mata air. Padahal, seharusnya satu kilometer dari mata air. Mau konservasi jangan di daerah mata air tapi di daerah tangkapan air,” tegasnya.

Ia mengajak juga mendorong agar di setiap kantor pemerintah harus pula membuat sumur resapan demikian pula di setiap rumah warga.

“Setiap kantor harus memiliki sumur resapan, jelang ulang tahun Lembata semua pegang skop gali sumur resapan.
Setiap rumah harus punya sumur resapan,” katanya.

Sementara itu, Eman Krofa, Direktur Nimo Tafa mengatakan, dari diskusi yang ada, harus melahirkan rekomendasi yang lebih teknis. “Kalau mau kejar 1.000 tangkapan air maka harus dilakukan secara masif. Tiap desa harus ada target dan kantor pemerintah pun harus lakukan supaya jangan malu dengan desa,” tegasnya.

Ia mengatakan, sesuai rekomendasi maka pada 11 Oktober nanti harus
Kerja sama lintas sektor secara baik. Aksi-aksi di desa-desa, minimal ada tujuh resapan air di setiap desa.
Menurutnya, jika ditambah kantor pemerintah maka akan begitu banyak resapan air

“Kondisi saat ini menyadarkan bahwa sedang hidup dalam dunia yang tidak tahu diri. Jika sudah merusak maka harus memperbaiki dengan membuat resapan air,” tandas Eman Krofa. (Tim LembataNews)

Previous Post

Yaspensel Gelar Makan dan Diskusi Pangan Lokal

Next Post

Kolaborasi PLN dan Pemda Lembata Menuju Transisi Energi Maju Mandiri Berkelanjutan

Next Post
Masyarakat yang berada di lokasi pembangunan PLTP Atadei menghadiri sosialisasi di halaman kantor Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Kamis, 23 Agustus 2024.

Kolaborasi PLN dan Pemda Lembata Menuju Transisi Energi Maju Mandiri Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Diskusi Pangan Baik yang digagas Yaspensel di aula Perpustakaan Goris Keraf, Selasa, 20 Agustus 2024.

Yaspensel Gelar Makan dan Diskusi Pangan Lokal

2 tahun ago
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena membeli abon ikan yang diproduksi UMKM Abon Ikan Irama binaan Bank NTT saat launching NTT Mart by Dekranasda Lembata pada Kamis, 5 Februari 2026.

Produk UMKM Binaan Bank NTT Lembata Masuk NTT Mart by Dekranasda Lembata

3 bulan ago
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

2 bulan ago
Catatan Redaksi – Minggu, 10 Maret 2024

Pilkada dan Pergumulan Soal Primordialisme

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In