Rabu, November 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Bupati Kanis Tuaq Dukung Sekolah Adat Lewohala, Muro Jadi Kunci Menjaga Masa Depan Laut Lembata

LembataNews by LembataNews
November 4, 2026
in Humaniora, Travel
0
Bupati Kanis Tuaq Dukung Sekolah Adat Lewohala, Muro Jadi Kunci Menjaga Masa Depan Laut Lembata
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TODANARA — BUPATI Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan dukungannya terhadap pengembangan Muro sebagai sistem pengelolaan sumber daya laut berbasis kearifan lokal yang berperan penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan perikanan di Lembata.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Sekolah Adat dan Pembelajaran Kearifan Lokal bertajuk “Merawat Pengetahuan, Menjaga Alam” di Tempat Pembelajaran OPPA OMMA, Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Selasa (3/11/2026).

Related posts

BPS Catat Pengangguran Lembata 1,37 Persen, Terendah Ketiga di NTT

BPS Catat Pengangguran Lembata 1,37 Persen, Terendah Ketiga di NTT

November 2, 2026
Lima Ratus Bantuan Stimulan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat Kabupaten Lembata

Lima Ratus Bantuan Stimulan Rumah Layak Huni Untuk Masyarakat Kabupaten Lembata

November 2, 2026

Kegiatan yang diselenggarakan IDEP Selaras Alam bersama LSM Barakat ini melibatkan masyarakat adat Lewohala, para siswa, dan masyarakat setempat.

Bupati Kanis mengibaratkan Muro sebagai rumah bagi ikan, tempat biota laut hidup dan berkembang biak. Menurutnya, praktik adat tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk menjaga sumber daya laut.

“Kalau kita bicara Muro, ini adalah tempat tinggalnya ikan, apartemennya ikan, hotelnya ikan. Di sini ikan bisa hidup dan berkembang biak. Karena itu, saya sangat mendukung kehadiran Muro ini,” ujar Bupati.

Ia optimistis, keberadaan kawasan perlindungan laut berbasis adat akan mendorong peningkatan potensi perikanan di wilayah tersebut.

“Percaya bahwa nanti di teluk ini akan dipenuhi dengan ikan karena sudah ada tempat tinggalnya ikan di Muro, di Kampung Ikan Todanara dan juga mutiara di Hadakewa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyoroti kerusakan jalan dari simpang Ile Ape menuju ibu kota Kecamatan Ile Ape Timur. Pemerintah daerah, bersama dukungan anggota DPRD, akan memperjuangkan alokasi anggaran perbaikan pada 2027, sekurang-kurangnya hingga Desa Todanara.

Bupati turut mengapresiasi pembelajaran di OPPA OMMA yang menggabungkan pelestarian pengetahuan adat dengan praktik pertanian cerdas iklim, seperti pembuatan terasering, pemilihan benih berkualitas, pemanfaatan limbah dapur, dan pengolahan tanah ramah lingkungan.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat melalui sektor Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT).

“Memang pekerjaan-pekerjaan seperti ini kita tidak bisa lihat hasilnya sekejap mata seperti membangun sebuah gedung atau jalan. Namun, manfaatnya untuk jangka panjang dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang, ketika pola pikir masyarakat berubah tentang bagaimana menjaga dan mengembangkan kearifan lokal yang ada di daerah kita,” jelasnya.

Bupati mengajak pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar kearifan lokal tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Direktur LSM Barakat, Benediktus Bedil Pureklolon, menjelaskan bahwa OPPA OMMA dikembangkan sebagai ruang belajar bagi generasi muda melalui tiga zona, yakni pengetahuan tutur adat, pertanian cerdas iklim, dan pembelajaran Muro di Rumah Balela.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat adat Lewohala juga memperkenalkan sejarah dan tradisi leluhur melalui Belen Raya Lewohala Elias Keluli Making dan Stef Lodan Making.

Sebagai bagian dari dokumentasi pengetahuan lokal, Benediktus Bedil menyerahkan buku tentang Muro kepada Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq dan sejumlah pemangku kepentingan yang hadir, diantaranya Anggota DPRD Lembata, Kedis Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Anselmus Asan Ola, Plt. Camat Ile Ape Timur Kristoforus Boro Making, serta Kepala Desa Todanara Fransiskus Boli. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

BPS Catat Pengangguran Lembata 1,37 Persen, Terendah Ketiga di NTT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng saat memaparkan materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dihadapan peserta sosialisasi di Ballroom Olimpic Resto, Lewoleba, Kamis, 13 Maret 2025.

Melki Mekeng Sebut Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Penting, Khawatir Anak-anak Kehilangan Ideologi

2 tahun ago
Paus Fransiskus terlihat menggoreskan tinta atau cat pertama di sebuah kertas kanvas untuk nantinya dibuat sebuah lukisan ketika berkunjung ke Kantor Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat, Kamis, 5 September 2024. (Dok. Tangkapan layar Komsos KWI)

Paus Goreskan Tinta Pertama Buat Pelukis Difabel di Kantor KWI

2 tahun ago
Paus Fransiskus sebut harta paling berharga RI, bukan tambang emas meski salah satu yang terbesar di dunia. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Paus Fransiskus Sebut Harta Paling Berharga RI Bukan Tambang Emas

2 tahun ago
General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono (kiri) beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu menyalakan rumah salah satu warga di Desa Ilan Batu Uru, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Pemerintah dan PLN Sukses Listriki 99,92 Persen Desa di Indonesia

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Opini
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In