Selasa, Agustus 18, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Bupati Lembata Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata untuk Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing

LembataNews by LembataNews
Agustus 18, 2026
in Humaniora, Polkam
0
Bupati Lembata Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata untuk Mewujudkan Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing

Oplus_16908288

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA — BUPATI Lembata P. Kanisius Tuaq mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lembata untuk memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperkuat persatuan, meningkatkan kerja nyata, serta bersama-sama membangun daerah menuju Lembata yang maju, lestari, dan berdaya saing.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Lembata saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Lembata yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Lembata, Senin (17/8/2026).

Related posts

Bupati Lembata Panen Perdana Semangka Ola Take, Bukti Kolaborasi Pemuda dan Penguatan Ekonomi Pertanian

Bupati Lembata Panen Perdana Semangka Ola Take, Bukti Kolaborasi Pemuda dan Penguatan Ekonomi Pertanian

Agustus 17, 2026
Di Momentum HUT ke-81 RI, Bupati Lembata Serahkan Sertifikat Tanah kepada Masyarakat

Di Momentum HUT ke-81 RI, Bupati Lembata Serahkan Sertifikat Tanah kepada Masyarakat

Agustus 17, 2026

Sebelum menyampaikan pidatonya, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P. mengajak seluruh peserta upacara untuk sejenak menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, sekaligus menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya mantan Penjabat Bupati Lembata periode 2016–2017, Drs. Sinun Petrus Manuk, semoga para korban dan masyarakat terdampak diberikan kekuatan serta keselamatan, dan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang dibangun melalui pengorbanan, keberanian, air mata, darah, dan pengabdian para pendiri bangsa. Karena itu, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Bupati mengatakan bahwa kedaulatan harus diwujudkan melalui kemampuan bangsa menentukan arah pembangunan, mengelola sumber daya alam, menjaga persatuan, dan melindungi seluruh rakyat. Sementara keadilan dan kemakmuran harus tercermin dalam pembangunan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok, pesisir, pulau-pulau kecil, dan desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan.

Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini bukan lagi perjuangan mengangkat senjata melawan penjajahan, melainkan perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, korupsi, pelayanan publik yang buruk, serta berbagai bentuk ketimpangan pembangunan.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik, agama, suku, adat, budaya, maupun pandangan. Menurutnya, masyarakat Lembata memiliki modal sosial yang kuat melalui nilai persaudaraan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nilai tersebut tercermin dalam semangat “Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq”, yang mengandung semangat untuk saling menghargai, saling menghidupi, dan menempatkan sesama sebagai saudara. Nilai tersebut, kata Bupati, harus terus dihidupkan dalam setiap proses pembangunan daerah.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk meneruskan perjuangan para tokoh dan pejuang otonomi Lembata. Menurutnya, Lembata tidak dibangun oleh satu orang, satu kelompok, atau satu generasi, tetapi melalui kerja bersama dan pengorbanan banyak pihak demi masa depan generasi berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Lembata. Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lembata tahun 2025 mencapai 69,70 poin, meningkat dari 68,95 poin pada tahun sebelumnya.

Angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 37.720 jiwa atau 24,22 persen pada 2024 menjadi 36.780 jiwa atau 23,27 persen pada 2025. Sementara kemiskinan ekstrem turun dari 12.598 jiwa atau 8,09 persen menjadi 8.964 jiwa atau 5,67 persen. Prevalensi stunting per Juli 2026 tercatat 11,13 persen dan ditargetkan terus ditekan hingga 7,2 persen pada akhir 2026.

Di sektor ekonomi, PDRB per kapita meningkat dari Rp15,73 juta pada 2024 menjadi Rp16,95 juta pada 2025. Pengeluaran per kapita masyarakat juga meningkat menjadi Rp928.218 per bulan. Sementara tingkat pengangguran terbuka turun dari 2,18 persen menjadi 1,37 persen, dan investasi daerah meningkat dari Rp35,62 miliar menjadi Rp37,49 miliar.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Lembata kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Lembata juga meraih Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus memperkuat sektor Nelayan-Tani-Ternak (NTT) sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat.

Berbagai dukungan telah diberikan, mulai dari bantuan benih tanaman pangan, pengembangan jambu mete, kakao dan kopi, hingga bantuan sarana dan prasarana perikanan bagi kelompok nelayan. Pemerintah juga mendapat alokasi enam lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Lembata.

Di bidang infrastruktur, Bupati menyampaikan perkembangan pembangunan Jalan Jalur Tengah segmen Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 kilometer. Sebanyak 21 kilometer telah dikerjakan dan 6,5 kilometer sisanya ditargetkan diselesaikan pada 2026. Pemerintah juga terus melakukan pembenahan Pelabuhan Waijarang serta menjajaki pengembangan layanan ferry jarak jauh sebagai bagian dari upaya membuka koridor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan kepulauan Timur Indonesia.

Di tengah berbagai capaian tersebut, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain tingkat kemiskinan yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, stunting, HIV/AIDS, tuberkulosis, kekerasan terhadap perempuan dan anak, keterbatasan fiskal daerah, serta ancaman perubahan iklim, kekeringan ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta fenomena El Nino.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus mendorong kemandirian ekonomi daerah, memperkuat Pendapatan Asli Daerah, memperluas basis ekonomi masyarakat, mendorong investasi yang sehat dan berkelanjutan, serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mencari solusi atas persoalan ketersediaan dan distribusi BBM melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Pertamina, BPH Migas, PT Patra Niaga, transportir, serta aparat penegak hukum.

Menutup pidatonya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbarui tekad dan komitmen dalam membangun Lembata.

Ia mengajak para nelayan untuk terus menjaga laut sebagai sumber kehidupan, para petani meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian, serta para peternak mengembangkan peternakan sebagai kekuatan ekonomi keluarga dan daerah.

Khusus kepada generasi muda, Bupati berpesan agar tidak menjadi penonton pembangunan, tetapi tampil sebagai pelaku utama masa depan Lembata dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan kreativitas dan kewirausahaan, serta menjaga karakter dan integritas. Sementara kepada ASN dan penyelenggara pemerintahan, ia meminta agar terus memperkuat disiplin, etos kerja, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mari dalam semangat Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq, kita bangun leu auq-lewotana dengan potensi dan kekuatan kita sendiri menuju Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing.”

Bupati Lembata menutup pidatonya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan persatuan. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Bupati Lembata Panen Perdana Semangka Ola Take, Bukti Kolaborasi Pemuda dan Penguatan Ekonomi Pertanian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Bupati Lembata Promosikan “Hidden Gem” Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan

Bupati Lembata Promosikan “Hidden Gem” Pariwisata di Festival Lamaholot, Data Kunjungan Jadi Sorotan

4 bulan ago
Ferra kini dapat membaca Al-quran pada malam hari di bulan Ramadan semenjak mendapatkan bantuan sambungan listrik secara gratis dari pegawai PLN.

Bulan Ramadan, Donasi Pegawai PLN Beri Sambungan Listrik Gratis Bagi 2.597 Keluarga Prasejahtera

1 tahun ago
Buka Muscab PKB, Purnama Dedi Setiawan: Muscab Tidak Boleh Dianggap Hanya Rutinitas

Buka Muscab PKB, Purnama Dedi Setiawan: Muscab Tidak Boleh Dianggap Hanya Rutinitas

4 bulan ago
Penjabat Bupati Lembata Paskalis Ola Tapobali saat menyampaikan pidato pada apel peringatan HUT ke-25 Otonomi Daerah Kabupaten Lembata, Sabtu, 12 Oktober 2024 di halaman kantor Bupati Lembata.

Momen 25 Tahun Otonomi Lembata, Paskalis Tapobali: Harus Obyektif Akui Sudah Banyak Capaian Pembangunan

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Opini
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In