Kamis, Juli 23, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Hadiri Klarifikasi Kasus Daging Berulat di TK Negeri 3 Lamahora, Wabup Muhamad Nasir Tekankan Kualitas MBG dan Keselamatan Siswa

LembataNews by LembataNews
April 18, 2026
in Humaniora
0
Hadiri Klarifikasi Kasus Daging Berulat di TK Negeri 3 Lamahora, Wabup Muhamad Nasir Tekankan Kualitas MBG dan Keselamatan Siswa
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA — PEMERINTAH Kabupaten Lembata melalui Wakil Bupati, H. Muhamad Nasir, menghadiri pertemuan evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di TK Negeri 3 Lewoleba pada Jumat, 17 April 2026 pukul 10.30 WITA. Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas laporan dari pihak sekolah dan masyarakat terkait temuan ulat pada salah satu menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komite TK Negeri 3 Lewoleba, Lorensius Keraf, Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, kepala sekolah beserta jajaran, pemilik dapur MBG dan tim SPPG 01, serta Babinsa Lewoleba Timur.

Related posts

Sinkronisasi Perdana PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 Berhasil, Tambahan Daya 50 MW Siap Perkuat Sistem Lombok

Sinkronisasi Perdana PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 Berhasil, Tambahan Daya 50 MW Siap Perkuat Sistem Lombok

Juli 22, 2026
PLN UIP Nusra Bangun Semangat Kolaborasi Lewat Fun Walk dan Knowledge Sharing, Siapkan Tim Hadapi Semester II 2026

PLN UIP Nusra Bangun Semangat Kolaborasi Lewat Fun Walk dan Knowledge Sharing, Siapkan Tim Hadapi Semester II 2026

Juli 21, 2026

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG harus disikapi secara serius, objektif, dan terukur. Ia menekankan bahwa program strategis ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga harus menjamin aspek keamanan pangan secara ketat.

“Seluruh proses penyelenggaraan MBG wajib mengacu pada standar operasional yang jelas, mulai dari aspek sertifikasi, kualitas gizi, spesifikasi makanan, hingga jaminan keamanan pangan. Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran sentral dalam distribusi makanan kepada penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap makanan yang disalurkan harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu memenuhi standar gizi, sesuai spesifikasi yang ditetapkan, serta tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi siswa.

Pemerintah, lanjutnya, tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, termasuk penghentian sementara program hingga dilakukan perbaikan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini, terdapat empat titik SPPG yang beroperasi di Kabupaten Lembata dengan cakupan layanan lebih dari 3.000 siswa per titik. Angka ini melampaui kapasitas ideal yang berkisar antara 2.000 hingga 3.000 siswa, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas layanan, terutama di tengah proses pengembangan titik layanan baru yang masih berlangsung.

Wabup Nasir juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara percepatan pelaksanaan program nasional dengan kualitas implementasi di lapangan. Ia mengingatkan bahwa target besar menuju Indonesia Emas 2045 harus tetap dijalankan tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan mutu layanan.

Dalam aspek pengawasan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di tingkat kabupaten. Saat ini, proses identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi tengah dilakukan, termasuk rencana uji laboratorium untuk memastikan keamanan makanan. Seluruh proses tersebut dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Pemerintah tidak dalam posisi menyalahkan pihak tertentu, tetapi memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Fokus kita adalah perbaikan sistem, penguatan pengawasan, serta penindakan jika ditemukan pelanggaran yang berdampak pada kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga diingatkan memiliki kewenangan untuk menolak makanan yang tidak memenuhi standar. Namun demikian, diakui bahwa aspek edukasi terkait kewenangan tersebut masih perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai tindak lanjut, hasil identifikasi yang telah dilakukan akan dibahas bersama Satgas MBG di tingkat kabupaten guna merumuskan langkah perbaikan yang komprehensif, mencakup penguatan edukasi, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi koordinasi antar pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap, kejadian ini menjadi evaluasi bersama dan tidak terulang di masa mendatang, sehingga program MBG dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang siswa.
(*/Tim LembataNews)

Previous Post

Dongkrak PAD, Lembata Perkuat Basis Pajak

Next Post

Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Next Post
Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Polisi Dinilai Tak Serius Tangani Kasus Narkoba, Nama Pemilik Tempat Hiburan Malam Hilang dari Rilis Kasus

Polisi Dinilai Tak Serius Tangani Kasus Narkoba, Nama Pemilik Tempat Hiburan Malam Hilang dari Rilis Kasus

1 bulan ago
Meysa Chatelin Witak saat masih dirawat di ruang bedah RSUD Lewoleba pasca disiram air keras Seni pekan lalu

Setelah Dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah, Bali, Ini Kondisi Meysa, Korban Penyiraman Air Keras

2 tahun ago
Para aktivis Taman Daun sedang gotong royong menambal jalan berlubang di depan BRI Unit Lewoleba, Rabu, 12 Maret 2025.

Rawan Kecelakaan, Taman Daun Tambal Jalan di Depan BRI Unit Lewoleba

1 tahun ago
SUTT 150 kV Jeranjang - Sekotong saat pelaksanaan stringing section 5 ( T.01 - T.04).

Sambut HLN ke-80, PLN Sukses Energize SUTT 150 kV Jeranjang–Sekotong  Perkuat Keandalan Listrik Lombok Barat

9 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In