Senin, April 20, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Hadiri Klarifikasi Kasus Daging Berulat di TK Negeri 3 Lamahora, Wabup Muhamad Nasir Tekankan Kualitas MBG dan Keselamatan Siswa

LembataNews by LembataNews
April 18, 2026
in Humaniora
0
Hadiri Klarifikasi Kasus Daging Berulat di TK Negeri 3 Lamahora, Wabup Muhamad Nasir Tekankan Kualitas MBG dan Keselamatan Siswa
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA — PEMERINTAH Kabupaten Lembata melalui Wakil Bupati, H. Muhamad Nasir, menghadiri pertemuan evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung di TK Negeri 3 Lewoleba pada Jumat, 17 April 2026 pukul 10.30 WITA. Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas laporan dari pihak sekolah dan masyarakat terkait temuan ulat pada salah satu menu makanan yang disajikan kepada siswa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komite TK Negeri 3 Lewoleba, Lorensius Keraf, Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, kepala sekolah beserta jajaran, pemilik dapur MBG dan tim SPPG 01, serta Babinsa Lewoleba Timur.

Related posts

Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

Verry Klau, Sosok di Balik Lagu Viral “Veronika”

April 19, 2026
Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

April 18, 2026

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir menegaskan bahwa setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG harus disikapi secara serius, objektif, dan terukur. Ia menekankan bahwa program strategis ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga harus menjamin aspek keamanan pangan secara ketat.

“Seluruh proses penyelenggaraan MBG wajib mengacu pada standar operasional yang jelas, mulai dari aspek sertifikasi, kualitas gizi, spesifikasi makanan, hingga jaminan keamanan pangan. Kesehatan dan keselamatan siswa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki peran sentral dalam distribusi makanan kepada penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap makanan yang disalurkan harus memenuhi tiga kriteria utama, yaitu memenuhi standar gizi, sesuai spesifikasi yang ditetapkan, serta tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi siswa.

Pemerintah, lanjutnya, tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, termasuk penghentian sementara program hingga dilakukan perbaikan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini, terdapat empat titik SPPG yang beroperasi di Kabupaten Lembata dengan cakupan layanan lebih dari 3.000 siswa per titik. Angka ini melampaui kapasitas ideal yang berkisar antara 2.000 hingga 3.000 siswa, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas layanan, terutama di tengah proses pengembangan titik layanan baru yang masih berlangsung.

Wabup Nasir juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara percepatan pelaksanaan program nasional dengan kualitas implementasi di lapangan. Ia mengingatkan bahwa target besar menuju Indonesia Emas 2045 harus tetap dijalankan tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan mutu layanan.

Dalam aspek pengawasan, Pemerintah Kabupaten Lembata telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di tingkat kabupaten. Saat ini, proses identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi tengah dilakukan, termasuk rencana uji laboratorium untuk memastikan keamanan makanan. Seluruh proses tersebut dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Pemerintah tidak dalam posisi menyalahkan pihak tertentu, tetapi memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai aturan. Fokus kita adalah perbaikan sistem, penguatan pengawasan, serta penindakan jika ditemukan pelanggaran yang berdampak pada kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga diingatkan memiliki kewenangan untuk menolak makanan yang tidak memenuhi standar. Namun demikian, diakui bahwa aspek edukasi terkait kewenangan tersebut masih perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebagai tindak lanjut, hasil identifikasi yang telah dilakukan akan dibahas bersama Satgas MBG di tingkat kabupaten guna merumuskan langkah perbaikan yang komprehensif, mencakup penguatan edukasi, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi koordinasi antar pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap, kejadian ini menjadi evaluasi bersama dan tidak terulang di masa mendatang, sehingga program MBG dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan tumbuh kembang siswa.
(*/Tim LembataNews)

Previous Post

Dongkrak PAD, Lembata Perkuat Basis Pajak

Next Post

Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Next Post
Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Mahasiswa STIPAS KAK Gelar Live In di Lembata, Bupati Diundang Buka Kegiatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir foto bersama usai membuka Bimtek Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Berbasis Risiko melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) di Ballroom Olympic, Senin 24 November 2025.

Wabup Lembata Muhamad Nasir Buka Bimtek Implementasi OSS-RBA

5 bulan ago
Jadi Agen, Ama Sayang Akui BriLink Bantu Permudah Transaksi Keuangan Masyarakat Lembata

Jadi Agen, Ama Sayang Akui BriLink Bantu Permudah Transaksi Keuangan Masyarakat Lembata

3 hari ago
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Heryanto Wijaya (tengah) di dampingi Sekretaris Internal Broin Tolok (kiri) dan Bendahara Rafael Miku Bediona (kanan) saat konferensi pers di Sekretariat DPC PDIP, Kamis (4/4/2024).

PDIP Lembata mulai Tabuh Gong Pilkada

2 tahun ago
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq memukul gong pertanda pengresmian rumah walet di kawasan wisata Bukit Cinta Lembata.

Pemkab Lembata Bangun Rumah Walet Bukit Cinta, Beri Nilai Tambah untuk Daerah

3 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membawa Harmoni Nusantara ke Panggung Indonesian Idol: Keiko Regine, Talenta Muda Berdarah Maumere-Kedang dan Jawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In