LEWOLEBA – Setelah menurunkan alat berat (excavator) ke lokasi longsor di Desa Liwulagang, Kecamatan Nagawutun dan melakukan pembersihan materi longsor yang menutup badan jalan, kini akses jalan pada jalur selatan Lembata ini sudah kembali normal.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata Yohanes Gregorius Solang Demong menjawab LembataNews.id, Rabu, 3 April 2024) malam menjelaskan, walau sudah mampu membersihkan material di badan jalan dan membuka akses, namun excavator yang ada di lokasi belum bisa digeser ke titik longsor lain.
“Alat berat masih di Liwulagang antisipasi longsor kembali terjadi,” katanya.
Selain mengantisipasi kembali terjadinya longsoran, excavator juga masih melakukan pembentukan tebing di lokasi longsor yang masih tampak curam dan tegak lurus sehingga masih harus dibentuk.
Alat berat sedang berupaya menurunkan material di bagian atas tebing, termasuk sejumlah pohon. Pekerjaan lanjutan baru dilakukan Kamis, 4 April 2024.
Sementara titik longsor yang terjadi di ruas jalan Bakan – Lewaji di Kecamatan Atadei sejauh ini pihaknya meminta pergeseran alat berat milik PT Lima Satu Merdeka yang sedang mengerjakan proyek di dekat lokasi longsor.
“Sebelum alat berat ke sana, masyarakat sudah ikut bantu bersihkan. Tapi harus pakai alat berat supaya cepat,” jelasnya.
50 Titik Rawan Longsor
Kabid Kedaruratan BPBD selaku Ketua Tim Penanganan Dampak Bencana Cuaca Ekstrim Yusuf R Geotena Lamabelawa menambahkan, sesuai dokumen kajian risiko bencana, terdapat 50 titik rawan longsor yang tersebar di sembilan kecamatan di Lembata.
Ia mengkhawatirkan, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, longsor akan kembali terjadi di sejumlah titik rawan longsor tersebut.
Apalagi, lanjutnya, dari tanggal 7 – 10 April, curah hujan tinggi bakal terjadi di Lembata. Sehingga dikhawatirkan jalur Belang – Puor – sekitar Lamalewar – Liwulagang berisiko terjadi longsor jika curah hujannya tinggi. (Tim LembataNews)








