LEWOLEBA – AUDIENSI ini menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan komunitas relawan yang bergerak di bidang kebencanaan, lingkungan, perubahan iklim, dan kemanusiaan. Forum Pengurangan Resiko Bencana Kabupaten Lembata sendiri merupakan forum yang berfokus pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta peningkatan kesadaran masyarakat, dengan keanggotaan sekitar 161 kelompok organisasi dan relawan komunitas yang telah terbentuk sejak tahun 1999. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Bupati pada 29 Januari 2026 siang.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pengurus dan anggota FPRB menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Lembata berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan. Sejumlah isu strategis yang disoroti antara lain kelangkaan bahan bakar minyak dan minyak tanah yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan, serta persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan praktik pengelolaan yang belum sesuai.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen FPRB dalam mengawal isu-isu pembangunan dan kebencanaan di daerah. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi atas permasalahan yang ada, termasuk dengan menyurati dan melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai keterbatasan kuota BBM serta mengupayakan penambahan sarana transportasi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Audiensi ditutup dengan penyerahan dokumen kajian FPRB kepada Bupati Lembata sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendorong kebijakan berbasis data dan kajian. (*/Tim LembataNews)








