LEWOLEBA — BUPATI Lembata P Kanisius Tuaq meresmikan Rumah Walet yang terintegrasi dengan konsep pariwisata di kawasan Bukit Cinta, Desa Bour. Pengresmian tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menghadirkan inovasi ekonomi baru berbasis pemanfaatan aset daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lembata didampingi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan dihadiri Pimpinan Cabang Bank NTT Lewoleba Eghbert Balukh, Camat Nubatukan, konsultan, serta pemilik Dapur MBG. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata.
Dalam laporan panitia, disampaikan bahwa pembangunan rumah walet ini bertujuan untuk menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, meningkatkan usaha mikro dan ekonomi kreatif lokal, serta mendorong pelestarian lingkungan melalui pengelolaan yang ramah lingkungan. Selain itu, pengembangan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengaturan aktivitas wisata yang berkelanjutan.
Pembangunan rumah walet tersebut dilaksanakan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 11 Juni hingga 7 Desember 2025, dan berlokasi di kawasan Bukit Cinta. Kegiatan ini didanai melalui APBD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2025 pada DPA Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan total anggaran sebesar Rp171.500.000.
Dari sisi potensi ekonomi, berdasarkan pengalaman para pelaku usaha walet, rumah walet ini diproyeksikan memiliki populasi awal sekitar 20 ekor dalam enam bulan pertama, dengan waktu produksi dimulai pada minggu ke-2 hingga ke-3. Hasil produksi diperkirakan mencapai 0–5 kilogram per tahun, atau sekitar 2,5 kilogram dalam enam bulan, dengan harga jual mencapai Rp8.000.000 per kilogram.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi dengan memanfaatkan aset yang ada, salah satunya melalui renovasi gedung Roundhouse lama menjadi rumah walet agar mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi daerah.
“Inovasi ini merupakan bagian dari visi dan misi RPJMD Kabupaten Lembata, khususnya dalam penguatan destinasi pariwisata pasca pandemi COVID-19. Pemerintah tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan,” ujar Bupati Kanis Tuaq.
Bupati juga menjelaskan bahwa saat ini Bukit Cinta memiliki dua objek daya tarik utama, yakni kawasan wisata Bukit Cinta dan rumah walet sebagai objek baru yang menjadi uji coba awal penataan kembali kawasan tersebut agar lebih tertata dan bernilai ekonomi.
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk merawat seluruh fasilitas pendukung, seperti lampu penerangan dan bangunan di sekitar kawasan. Pemerintah Daerah juga tengah mencari pihak ketiga untuk mengelola aset-aset tersebut secara profesional guna memberikan nilai tambah bagi daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Lembata mengajak seluruh pihak, termasuk perbankan dan pelaku usaha, untuk bersama-sama mendukung pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar aktivitas ekonomi di Kabupaten Lembata dapat kembali normal, tumbuh, dan produktif demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*/Tim LembataNews)








