LEWOLEBA – BUPATI Lembata Petrus Kanisius Tuaq meninjau langsung kandang penampungan ternak babi milik pemerintah daerah yang memiliki kapasitas 60 ekor, di lokasi Wangatoa Atas, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi rakyat dan pengembangan komoditas ternak unggulan daerah.
Kandang penampungan ini di bangun dg dana apbd II tahun 2025 utk menjawab visi misi Nelayan Tani Ternak dan akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata untuk memfasilitasi pihak ketiga dalam melakukan pembelian ternak babi milik masyarakat, dengan tetap mengacu pada syarat dan standar teknis yang telah ditetapkan, baik dari sisi kesehatan hewan, bobot, maupun kualitas ternak. Di rencanakan dlm waktu dekat akan di lakukan pembelian babi masyarakat.
Dalam keterangannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mengambil alih peran pelaku usaha, melainkan hadir sebagai fasilitator, penjamin sistem, dan pembuka akses pasar bagi peternak rakyat.
“Pemerintah menyiapkan infrastruktur dasar dan sistemnya. Peternak tetap menjadi pelaku utama, pihak ketiga melakukan pembelian dan pemasaran, sementara pemerintah memastikan semuanya berjalan sesuai standar,” tegas Bupati.
Target Ekspor 2026 ke Timor Leste
Bupati Lembata juga menyampaikan bahwa program ini memiliki target jangka menengah, di mana pada tahun 2026 pemerintah daerah menargetkan sekitar 1.000 hingga 2.000 ekor babi dapat dipasarkan keluar daerah, termasuk ke Timor Leste.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah akan memperkuat pendampingan teknis peternak, menjamin kesehatan hewan dan standar karantina, mengatur pola penampungan, pembelian, dan distribusi, embangun kerja sama berkelanjutan dengan mitra usaha dan pembeli, dan mendorong ternak babi sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Pengembangan ternak babi dipandang strategis karena, merupakan usaha rakyat yang sudah mengakar, perputaran ekonomi cepat, serta permintaan pasar stabil, termasuk lintas negara
Bupati berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan peternak, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Lembata sebagai daerah pemasok ternak babi berkualitas di kawasan timur Indonesia.
“Kita ingin ekonomi rakyat bergerak. Dari kandang masyarakat, ke pasar regional, bahkan lintas negara,” pungkas Bupati. (*/Tim LembataNews)








