LEWOLEBA — BUPATI Lembata P Kanisius Tuaq didampingi para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melakukan pemantauan langsung lokasi pengembangan ternak di Desa Waowala, Kecamatan Ile Ape. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati melihat secara langsung kandang penggembalaan percontohan dengan luas sekitar 50 x 50 meter yang diperuntukkan bagi ternak kambing dan sapi. Kandang ini dibangun menggunakan Dana APBD II dan dirancang sebagai model pengelolaan ternak yang lebih modern, sehat, dan produktif.
Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa kandang yang sudah dibangun tidak boleh dibiarkan mubazir, melainkan harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan masyarakat.
“Pengelolaan ternak harus mulai mengubah mindset. Sistem gembala terkontrol jauh lebih sehat dan produktif dibandingkan dengan sistem ikat. Ini penting untuk meningkatkan kualitas ternak dan hasil peternakan masyarakat,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kandang percontohan di Desa Waowala ini diarahkan untuk menjadikan ternak kambing sebagai komoditas unggulan daerah. Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan agar ke depan hasil ternak tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu dikirim ke luar daerah, termasuk antarpulau seperti Makassar.
Bupati juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pengembangan peternakan di sejumlah wilayah, antara lain Waowala, Wailolong, Nubatukan, dan Pasir Putih.
“Saya akan terus kontrol. Program ini harus berjalan dengan baik karena menyangkut ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Program pengembangan kandang penggembalaan ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (*/Tim LembataNews)








