LEWOLEBA – ANGGOTA DPRD Lembata dari Fraksi Partai NasDem Yohanes SJ Batafor yang akrab disapa Jhon Batafor menggelar reses di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 3 Lembata, Senin, 15 Desember 2025. Dalam reses kali ini, selain menyerap aspirasi warga binaan Lapas Lembata, Jhon Batafor juga berbagai kasih berupaka paket bantuan untuk para warga binaan.
Dalam resesnya kali ini, Jhon Batafor didampingi Ketua Komisi 3 DPRD Lembata Abdurahman Muhamad. Hadir pula Minarni, Staf Ahli anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua DPD Partai NasDem Lembata Yuni Damayanti, dan Staf Ahli Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata Hiero Bokilia.
Kehadiran rombongan reses Jhon Batafor disambut hangat Kepala Lapas Lembata Antonius Semuki dan segenap jajaran.

Sebelum berdialog dengan para warga binaan, rombongan reses terlebih dahulu diajak Kalapas Antonius mengunjungi kebun sayur dan sawah, bengkel, kandang babi, kolam ikan nila, dan bengkel pencetakan batako yang dikerjakan oleh warga binaan Lapas Lembata.
Pada kesempatan itu, Kalapas Antonius menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih kurang, seperti mesin pompa air dan handtraktor untuk mendukung aktivitas kebun sayur dan sawah Lapas Lembata.
Di hadapan warga binaan, Kalapas Antonius mengatakan, merupakan sebuah kehormatan bagi Lapas Lembata yang mendapatkan kunjungan dari DPRD Lembata untuk menggelar reses.
Ia meminta dukungan Fraksi NasDem Lembata untuk membantu memperjuangkan bantuan handtraktor dan mesin pompa air agar bisa membantu kegiatan di Lapas Lembata.

“Mari kita terus berdoa bagi bapak Dewan agar kerja-kerja mereka baik dan nanti bisa datang kunjung lagi ke sini,” kata Antonius Semuki.
Minarni, Tenaga Ahli Julie Sutrisno mengatakan, banyak hal yang sudah dibuat dan dilakukan di Lapas Lembata harus menjadi contoh dan pembelajaran bagi masyarakat di luar Lapas.
Pengembangan pertanian, peternakan, bengkel yang sudah dikembangkan di Lapas bagi warga binaan merupakan hal.baik dalam pemberdayaan dan peningkatan keahlian bagi warga binaan.
Dia berharap, setelah mempelajari sejumlah keahlian baru selama dalam masa pembinaan, saat keluar sudah tidak lagi bergantung pada orang lain.

“Jangan sedih. Di sini dihukum tapi di luar sana masih ada masa depan asal mau berubah. Kalau mau berubah pasti akan diterima masyarakat,” kata Minarni .
Apalagi, lanjutnya, Kalapas sudah menyiapkan keahlian bercocok tanam pertukangan, dan ke depan perlu pula dipikirkan untuk keterampilan menjahit untuk warga binaan perempuan agar setelah keluar bisa jadi usaha yang dikembangkan.
Ia juga akan mengecek program pemasyarakatan di Kementerian agar dapat diperjuangkan Julie Sutrisno untuk membantu Lapas Lembata.
Ketua DPD Partai NasDem Lembata Yuni Damayanti mengatakan, kehadiran anggota DPRD Lembata Fraksi NasDem di Lapas Lembata merupakan salah satu upaya NasDem yang selalu ingin dekat dengan masyarakat.
“Jadi tetap semangat hadapi hari-hari ini dengan senyuman karena kebahagiaan dimulai dari diri sendiri. Tetap semangat dan tetap tersenyum,” katanya.
Sementara itu Jhon Batafor mengatakan, kehadirannya di Lapas dalam.rsngks reses. Masa reses, kata dia, merupakan masa di mana Dewan tak menjalankan persidangan di dalam ruang sidang namun turun dan bertemu langsung dengan masyarakat.
“Dalam masa ini kami turun dan melihat langsung, bertatap muka dengan masyarakat dan mendengarkan masukan dan aspirasi langsung dari masyarakat,” kata Jhon Batafor.
Jhon juga mengajak diskusi dengan warga binaan dan meminta masukan dari mereka baik terkait kebutuhan mereka di Lapas, maupun kebutuhan keluarganya di rumah.
Sejumlah warga binaan meminta bantuan untuk kapela berupa Mike dan alat musik.
Abdurahman Muhamad, Ketua Komisi 3 DPRD Lembata mengatakan, saat ini Bupati dan wakil Bupati memiliki programmprioritas nelayan, tani, ternak. Dengan kebijakan efisiensi dan kondisi ekonomi yang s ledang lesu, pilihan terbaik kembali ke ladang, kebun dan laut. Usaha ini yg bisa menopang kehidupan.
Di Lapas, lanjut dia, dengan fasilitas yang ada untuk melatih diri sebagai seorang petani, peternak dan usahawan menjadi pembentukan skill baru.
“Kalau sebelumnya datang dengsn aktivitas lain dan datang di sini karena kesalahan yang dilakukan maka dibina di sini dan dengan aktivitas yang ada di sini maka keahlian yang ada bisa dikembangkan. Minimal kemampuan bertani bisa dibawa kembali ke masyarakat saat bebas nanti,” tutupnya. (Tim LembataNews)








