LEWOLEBA – BUPATI Lembata, Petrus Kanisius Tuaq membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) IV sekaligus Pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Cabang Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI), Kabupaten Lembata periode 2025–2030.
Kegiatan yang mengusung tema “Menuju Ahli Gizi yang Inovatif dan Responsif dalam Memberikan Pelayanan Gizi di Kabupaten Lembata” ini menjadi momentum strategis untuk penguatan peran tenaga ahli gizi di daerah, dilaksanakan di Ballroom Olimpic, Lewoleba, Kamis 27 November 2025.
Dalam laporan Ketua PERSAGI Lembata periode 2021–2025, Rofina Hulu Rau, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan selama masa kepengurusannya.
Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah sosial yang dijalankannya dengan penuh komitmen selama lima tahun.
Rofina juga memaparkan sejumlah capaian, mulai dari pelaksanaan Dapur Gizi pada bencana erupsi 2020, berbagai kegiatan HGN, Aksi Bergizi, hingga kemitraan pencegahan stunting bersama PLAN Pia Lembata pada 2022–2024 di berbagai desa.
PERSAGI juga tercatat aktif dalam Forum PUSPA dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lembata.
Sekretaris PERSAGI NTT, Saiful turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Muscab IV.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan gizi masyarakat, serta menggarisbawahi bahwa profesionalisme dan integritas harus menjadi dasar bagi anggota PERSAGI dalam memberikan intervensi gizi.
Bupati Lembata Kanis Tuaq dalam sambutannya menegaskan bahwa peran ahli gizi semakin vital dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya terkait percepatan penurunan stunting, edukasi gizi, dan penguatan Program MBG.
Ia mengapresiasi kontribusi PERSAGI dan berharap Muscab IV menjadi ruang evaluasi terhadap capaian, kendala, dan inovasi program demi peningkatan pelayanan gizi di Lembata.
Muscab IV kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Ketua PERSAGI Lembata periode 2025–2030.
Kegiatan ditutup dengan peneguhan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan gizi yang lebih inovatif, responsif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Lembata. (*/Tim LembataNews)








