Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Karnaval Budaya dan Pentas Seni Budaya, Upaya FKUB Rajut Kerukunan di Peringatan Hari Toleransi Internasional

LembataNews by LembataNews
November 17, 2025
in Headline, Humaniora, Polkam
0
Tokoh lintas agama dan FKUB Lembata foto bersama di Taman Kota Swaolsa Titen usai karnaval budaya yang digelar FKUB dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional, Minggu, 16 November 2025.

Tokoh lintas agama dan FKUB Lembata foto bersama di Taman Kota Swaolsa Titen usai karnaval budaya yang digelar FKUB dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional, Minggu, 16 November 2025.

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lembata menggelar Karnaval Toleransi dan Pentas Seni Budaya dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional, Minggu, 16 November 2025. Sepanjang sejarah Kabupaten Lembata, ini untuk pertama kalinya memperingati Hari Toleransi Internasional secara meriah.

Karnaval Budaya diikuti paguyuban etnis dari semua daerah yang ada di Lembata. Minggu siang sekitar pukul 13.30 Wita, para peserta karnaval mulai berdatangan ke titik start karnaval di perlimaan Patung Anton Enga Tifaona, Wangatoa, Kelurahan Selandoro.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Tampak hadir komunitas dari berbagai etnis, kelompok kategorial gereja maupun masjid, dan para tokoh umat masing-masing agama, Hindu/Budha, Katolik, Protestan dan Muslim.

Rute karnaval dari Patung Anton Enga Tifaona hingga finish di Taman Kota Swaolsa Tite diiringi drum band.

Ketua Panitia dari FKUB Karolus Kumbala menegaskan, kegiatan ini bertujuan memupuk persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama serta kelompok etnis.

“Kita merancang kegiatan ini sebagai wujud nyata dari toleransi yang selama ini selalu didengungkan tetapi belum diwujudkan secara nyata seperti ini,” ujarnya.

Karolus menambahkan, dalam kegiatan ini ada pernyataan sikap sebagai seruan moral untuk menjaga situasi di Lembata tetap kondusif agar tidak menimbulkan situasi yang mengganggu kerawanan antar golongan, agama dan suku.

Para peserta karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang digelar FKUB Lembata, Minggu, 16 November 2025.
Para peserta karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Toleransi Internasional yang digelar FKUB Lembata, Minggu, 16 November 2025.

Untuk itu, FKUB sengaja melibatkan sebanyak-banyaknya etnis untuk memperkuat seruan moral dalam menjaga situasi agar tetap kondusif.

“Kita harus menjaga dan merawat kerukunan ini agar hidup kita menjadi lebih aman dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, H. Jamaludin Malik mengatakan, kegiatan ini adalah gerakan nyata untuk menghadirkan toleransi.

“Tidak hanya dalam konsep kitab suci saja, kita wujudkan kebersamaan melalui gerakan ini. Kita lihat hampir semua komponen paguyuban dan etnis hadir, seperti Jawa, Sulawesi, Bima, Flores, dan Sumba. Inilah kekayaan kita,” paparnya.

Malik menekankan bahwa semua agama memiliki doktrin yang sama untuk saling menyayangi. Momen Hari Toleransi Internasional ini dimanfaatkan untuk mengajak semua komponen masyarakat menunjukkan kebersamaan tersebut dalam kehidupan nyata.

Kegiatan ini juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang bertema “Toleransi” mulai dari puisi, teater, qasidah, puji-pujian, fragmen, tarian dan monolog.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lembata Petrus Kanisius Making berkenan menyalakan obor NKRI, yang dilanjutkan dengan doa syukur toleransi dan kerukunan oleh masing-masing tokoh agama dan pembacaan pernyataan seruan moral Toleransi dan kerukunan.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh kaban Kesbangpol Lembata Petrus Kanisius Making, Bupati Lembata mengatakan peringatan Hari Toleransi Internasional adalah momentum yang mengingatkan kita semua, bahwa keragaman adalah kekayaan dan kekuatan bagi bangsa kita.

“Toleransi bukanlah sesuatu yang tercipta begitu saja, melainkan harus terus dibentuk dan dipertahankan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari”, ungkapnya.

Karena itu Peringatan Hari Toleransi Internasional, menurut Bupati Lembata, bukan sekadar seremonial, tetapi kesempatan bagi kita semua untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan saling menghargai dalam keberagaman.

“Negeri kita Indonesia dan juga Kabupaten kita tercinta Lembata, adalah rumah besar yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang Suku, agama, ras, dan budaya yang beragam. Dan dari keberagaman itulah kita menjadi kuat dan kaya akan nilai-nilai sosial serta budaya. Untuk itu, saya minta kita semua untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan”, kata Bupati Lembata dalam sambutannya.

Menurut Bupati Lembata, dalam kehidupan bermasyarakat, kita perlu menumbuhkan sikap saling menghormati, membuka ruang dialog, serta menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Disampaikan, perbedaan bukan sebagai pemisah, melainkan perekat yang memperkuat harmoni sosial di antara kita.

Ia mengajak masyarakat Lembata agar mengamalkan nilai-nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan keyakinan, suku, dan budaya tidak menjadi penghalang untuk kita saling mengenal, berkolaborasi dalam kebaikan, dan menjaga persaudaraan dalam kemanusiaan.

“Sebagai Pemerintah, kami tetap berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya Suasana yang damai, inklusif, dan berkeadilan. Namun semua itu tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, dukungan dari tokoh agama, tokoh adat, paguyuban-paguyuban, hingga generasi muda yang menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai toleransi di lingkungan masing-masing”, kata Bupati Lembata.

Menurutnya keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk berkonflik, tetapi yang menguatkan kita untuk tumbuh bersama.

Lebih jauh disampaikan, keragaman adalah potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. (*/Tim LembataNews)

Previous Post

Semangat Hari Pahlawan, PLN Luncurkan Program “Power Hero”, Beri Diskon 50% Tambah Daya

Next Post

Amelia Leumara Jadi Duta TBC, Teladan Generasi Muda Berkontribusi Menciptakan Lingkungan Sehat dan Bebas TBC

Next Post
Amelia Leumara, siswi SMAS Katolik Frater Din Bosco Lewoleba, dinobatkan menjadi Duta TBC Kabupaten Lembata.

Amelia Leumara Jadi Duta TBC, Teladan Generasi Muda Berkontribusi Menciptakan Lingkungan Sehat dan Bebas TBC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Not Thieves, But Wife, Cleared Funds Out Of Customer Account, Says BRI

2 tahun ago
Kuasa Direktur CV Lembata Jaya LYL, salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengerjaan jalan di Lembata saat ditahan jaksa. Tersangka LYL sedang digiring ke mobil tahanan Kejari Lembata untuk menjalani penahanan di Lapas Kelas III Lembata, Selasa, 17 September 2024.

Saat Ditahan dan Menuju Mobil Tahanan, Tersangka LYL: Lihat Anak-anak E…

1 tahun ago
Ketua DPD Partai NasDem Lembata Yuni Damayanti bersama jajaran pengurus DPD menyerahkan bantuan kepada salah satu penyandang disabilitas di Kota Lewoleba, Senin, 10 November 2025.

Dekatkan Diri dengan Masyarakat, NasDem Lembata Berbagi Kasih dengan Penyandang Disabilitas di Lembata

3 bulan ago

What You Need to Know About Sacred Balinese Dance: Sanghyang Jaran Dance

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In