LEWOLEBA – JAGUNG Titi Baleo yang telah diluncurkan pada peringatan HUT ke-26 Otonomi Daerah Kabupaten Lembata, kini semakin dikenal dunia luar. Tidak saja di pasar nasional, tapi juga telah menembus pasar internasional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Lembata melalui Dinas Koperindag juga terus memberikan bimbingan dan pendampingan berkelanjutan. Kolaborasi ini memastikan pasokan Jagung Titi Baleo tetap terjaga, aman di pasaran dan memiliki nilai jual.
Pesona Jagung Titi Baleo tak hanya terbatas di dalam negeri. Camilan khas ini telah menembus pasar internasional, seperti Hongkong dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, jagung titi khas Lembata ini dapat ditemukan di berbagai destinasi wisata dan pusat oleh-oleh, mulai dari Labuan Bajo, Kupang, hingga Pulau Jawa.
Selain mendampingi, Pemkab Lembata pun terus berupaya memperluas jangkauan pasar melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah kemitraan dengan pihak Pelni Mart, yang menyediakan ruang khusus di kapal di bawah Pengelolaan PT Pelni untuk memasarkan produk ini kepada para penumpang.
Tindak lanjut dari kerja sama ini, maka pada Sabtu, 8 November 2025 pagi,Bupati Lembata P Kanisius Tuaq, bersama perwakilan PT Pelni, meresmikan penjualan perdana Jagung Titi Baleo di atas KM Bukit Siguntang.
Sebanyak 60 bungkus Jagung Titi Baleo disiapkan sebagai langkah awal dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Bupati Kanis Tuaq menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia berharap, Jagung Titi Baleo dapat menjadi pintu gerbang bagi produk-produk lokal Lembata lainnya untuk dikenal di kancah nasional maupun internasional.
“Ini adalah simbol ketahanan pangan dan kebangkitan ekonomi Lembata. Bukti bahwa produk lokal Lembata mampu bersaing dan memiliki daya tarik yang luar biasa. Mari terus dukung Jagung Titi Baleo dan produk-produk unggulan Lembata lainnya,” ajak Bupati penuh optimis.
Kapten Kapal Bukit Siguntang Captain Drajat Dwi Suseno menyambut baik kerja sama ini. Ia berharap, kehadiran Jagung Titi Baleo di kapal Pelni dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Lembata.
Ia juga membuka peluang bagi produk-produk UMKM lainnya untuk turut dipasarkan di kapal Pelni seperti ikan asin, kacang tanah khas dapur alam Atadei dan kacang tanah Ile Ape yang memiliki citarasa unik.
Terkait masalah rasa dan keinginan pasar, Nakhoda Drajat Suseno memberikan masukan selain original, perlu adanya varian rasa untuk Jagung Titi Baleo, seperti asin, manis, dan pedas. Kesemuanya ini merupakan strategi pemasaran untuk menarik simpati dan minat konsumen untuk produk yang ditawarkan.
Dengan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Jagung Titi Baleo bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat Lembata. Mari dukung terus produk lokal Indonesia, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045! (*/Tim LembataNews)








