Oleh Yohanes SJ Batafor
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata
DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah Kabupaten Lembata, yang diperingati setiap tahun dengan berbagai kegiatan khas, “Lomba Titi Jagung antar OPD” menjadi momen penting untuk memperkenalkan dan merayakan makanan lokal sebagai bagian dari budaya yang perlu dijaga. Tidak hanya sekadar acara, lomba ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan, baik lokal maupun asing, mengenai pentingnya kembali mencintai pangan lokal.
Menghubungkan Pangan Lokal dengan Pemanasan Global dan Pariwisata Berkelanjutan
Program yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Lembata ini juga sejalan dengan isu global yang semakin mendesak – Pemanasan Global. Makanan lokal yang berbasis pada hasil bumi setempat, seperti jagung, tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon yang ditinggalkan oleh impor makanan dari luar daerah. Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor dan beralih ke pangan lokal, kita turut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim yang semakin nyata.
Bagi sektor pariwisata, program ini membawa potensi besar. Pariwisata berkelanjutan menuntut adanya keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi dan produk lokal mereka. Wisatawan asing yang datang ke Lembata dapat terlibat langsung dalam perayaan kuliner lokal, mempelajari cara-cara tradisional pengolahan pangan, serta menikmati sajian khas yang penuh makna dan cerita. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman wisata yang otentik, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi lokal dan menjaga kelestarian budaya.
Destinasi wisata baru yang unik di Lembata, yakni kedepannya mapping lokasi lokasi masyarakat yang aktif Titi jagung atau pemerintah dapat membuka galeri budaya lokal termasuk Titi jagung sehingga setiap wisatawan yang datang dapat belajar langsung tentang proses dan membuat jagung Titi sendiri oleh mereka. Hal ini tentunya dapat menciptakan pengalaman baru yang unik bagi wisatawan dan menambah PAD Lembata bila dibuat galeri budaya yang mana di dalamnya banyak aktivitas Budaya yang disiapkan sebagai model pembelajaran bagi wisatawan sebelum berkunjung ke destinasi nyata di masyarakat.
Sinergi Masyarakat dan Wisatawan dalam Menjaga Lingkungan
Melalui acara seperti lomba titi jagung ini, Pemerintah Kabupaten Lembata bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, pentingnya menjaga kelestarian budaya pangan lokal serta manfaatnya dalam menjaga alam. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi wisatawan asing untuk ikut serta dalam kegiatan yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, saya mengajak semua pihak, baik warga lokal, wisatawan, serta pengusaha pariwisata, untuk mendukung langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Mulai dari konsumsi pangan lokal hingga mendukung kegiatan yang ramah lingkungan, kita semua dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan Pemanasan Global.
Tindak Lanjut dan Partisipasi Wisatawan
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi wisatawan asing untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya mencintai pangan lokal, memperkenalkan mereka pada budaya Lembata yang kaya, dan memberikan dampak positif pada pariwisata berkelanjutan. Saya percaya bahwa pariwisata yang mendukung pelestarian lingkungan dan tradisi lokal akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Lembata.
Saya bersama Taman Daun akan melibatkan lebih banyak wisatawan asing untuk ikut lomba Titi jagung dan terlibat dalam mendukung program-program seperti ini, yang bukan hanya bermanfaat bagi mereka yang berkunjung, tetapi juga bagi masyarakat Lembata yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya kita sendiri.
Akhirnya, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah Kabupaten Lembata dengan ikut serta dalam “Lomba Titi Jagung antar OPD” pada tanggal 12 Oktober 2025 di halaman kantor Bupati Lembata. Mari kita bangga dengan pangan lokal dan turut serta dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik.
Dukunglah gerakan ini dan jadilah bagian dari perubahan yang membawa dampak positif bagi Kabupaten Lembata, Indonesia, dan dunia.***








