LEWOLEBA – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Lembata mengambil langkah yang tak biasa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Otonomi Daerah (Otda) Kabupaten Lembata yang ke-26 tahun ini. Untuk meriahkan HUT Otda, Pemkab Lembata menggelar lomba Titi Jagung antar-OPD lingkup Pemkab Lembata.
Sekretatis Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali dalam surat pemberitahuannya kepada seluruh OPD lingkup Pemkab Lembata, yang diterima lembatanews.id, Jumat, 19 September 2025, menyatakan, Lomba Titi Jagung antar-OPD selain untuk merayakan HUT Otda Kabupaten Lembata yang kr-26, juga untuk mengangkat kembali kearifan lokal titi jagung sebagai pangan khas Lembata.
Lomba Titi Jagung, lanjutnya, juga untuk menumbuhkab rasa cinta para ASN terhadap pangan lokal, dan juga untuk mendukung program Bupati Lembata melalui taglineNelayan, Tani, dan Ternak (NTT).
Selain itu, lomba ini juga untuk meningkatkan kekompakan OPD di lingkup Pemkab Lembata.
Sesuai jadwal, Lomba akan digelar pada Minggu, 12 Oktober 2025 di halaman kantor Bupati Lembata.
Terhadap niat Pemkab Lembata menggelar Lomba Titi Jagung antar-OPD ini, anggota DPRD Lembata dari Fraksi Partai NasDem Jhon Batafor sangat mendukungnya. Menurut dia, Lomba Titi Jagung merupakan ide brilian pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Kanis Tuaq.
“Saya pribadi sangat tertarik dengan program itu meski tidak sedikit pihak yang menertawakan program ini. Tapi bagi saya, ini luar biasa namun perlu dipoles lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.
Ia bahkan akan mengmenghadirkan sejumlah wisatawan mancanegara untuk ikut memeriahkan kegiatan dimaksud. Bahkan, jiia diperbolehkan, para wisatawan mancanegara itu bisa ikut serta dalam lomba.
“Saya siap hadirkan wisatawan untuk ikut terlibat,” kata Jhon Batafor.
Lomba Titi Jagung, lanjutnya, merupakan langkah regenerasi tradisi titi jagung agar menjadi warisan budaya yang dapat diteruskan generasi muda.
Lomba ini juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap teknologi modern (mengurangi global warming) dan menjadi pintu masuk menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap pangan lokal.
“Sehingga bisa meningkatkan daya beli (masyarakat) terhadap pangan lokal,” katanya. (Tim LembataNews)








