LEWOLEBA – NAIKNYA status Gunung Api Ile Lewotolok dari level II ke level III langsung mendapatkan perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) . Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, BNPB menurunkan bantuan siap siaga erupsi. Total bantuan mencapai Rp416 juta lebih dalam bentuk barang.
Bantuan diterima langsung Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq didampingi Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir di pendopo kantor Bupati Lembata, Rabu, 9 Juli 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Lembata Handris Koban saat penyerahan bantuan dalam laporannya menjelaskan, bantuan yang berasal dari BNPB diserahkan melalui BPBD NTT dan diteruskan ke BPBD Lembata.
Bantuan dimaksud sebagai bentuk dukungan dalam kesiapsiagaan erupsi Gunung Api Ile Lewotolok dan bencana lainnya di Lembata.
Bantuan, lanjutnya, diberikan menyusul peningkatan status Gunung Api Ile Lewotolok dari Level II (awas) ke level III (siaga) pada 2 Juli 2025 yang lalu dab pada 3 Juli 2025, Bupati Lembata mrngeluarkan surat pernyataan darurat erupsi.
“Dengan surat pernyataan darurat erupsi, pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan semua unsur terkait termasuk lrmbaga vertikal BNPB dan telah datanf di Lembata dukungan logistik prnanganan darurat bencaba khusus erupsi,” terang Handris Koban.
Ia merincikan, bantuan yang diberikan berupa masker sebanyak 200 boks, maske kain logo Satgas 10 ribu pcs, matras dan selimut masing-masing 100 lembar, kasur lipat 50, tenda keluarga, feelback, dan toilet portable dengan total bantuan sebesar Rp416 juta lebih.

Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq usai memeriksa dan mengecek bantuan yang diberikan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNPB yang telah memberikan bantuan siap siaga erupsi untuk Lembata.
Ia berharap, bantuan yang diterima itu dapat digunakan sebaik-baiknya dan bermanfaat bagi masyarakat Lembata.
“Koordunasi lapangan dengan baik. Dengan kondisi finansial terbatas, barang yang ada sangat baik dan dibutuhkan. Barang-barang yang masih ada di luar diinventarisir mana yang masih baik dan mana yang sudah rusak. Bantuan yang ada agar diseragkan ke lapangan saat dibutuhkan. Ibarat kalau makan di saat benat-benar lapar akan lrbih nikmat, bantuan juga diberikan saat benar-benar dibutuhkan agar benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” tandas Bupati Kanis Tuaq. (Tim LembataNews)







