LEWOLEBA – GUBERNUR NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat melaunching NTT Mart by Dekranasda Lembata pada Kamis, 5 Februari 2026, juga berkesempatan menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Popela Bank NTT. KUR Popela Bank NTT diberikan kepada peternak ayam, dengan besaran kredit Rp10 juta.
KUR Popela Bank NTT merupakan program Kredit USAHA RAKYAT yang ditawarkan oleh Bank NTT untuk mendukung UMKM di Nusa Tenggara Timur.
KUR Popela Bank NTT memiliki beberapa keunggulan, seperti suku bunga yang kompetitif, proses pengajuan yang relatif mudah, dan aksesibilitas yang luas di wilayah Nusa Tenggara Timur
Gubernur Melki Laka Lena pada kesempatan itu mengatakan, KUR yang dialokasikan di setiap bank, hendaknya dalam proses penentuan sasaran penerima KUR agar melibatkan pemerintah. Ia memuji Bank NTT yang sudah membangun kerja sama dengan Pemda Lembata dalam penyaluran KUR Papela Bank NTT.
Menurutnya, dengan kerja sama bersama Pemda dalam penentuan sasaran penerima KUR, maka penyaluran KUR benar-benar tepat sasaran dan menyasar UMKM yang sudah benar-benar siap.
“Ini perintah langsung saya terima dari pak menteri. Pemda berhak menentukan penerima KUR agar tepat sasaran. Karena kalau bank sendiri yang alokasikan belum tentu tepat sasaran,” tegas Gubernur.
Ia menambahkan, penentuan nama bisa melibatkan pemerintah. Sepertiga saja bupati temukan orang yang tepat dan dipersiapkan secara baik dengan mengikuti skema perbankan.
Ia mengambil contoh di Manggarai, sasaran penerima KUR Bank NTT dicari oleh romo. Pengembaliannya sesuai jadwal dan tidak ada yang macet. Setiap misa Romo selalu khotbah ingatkan penerima KUR sehingga semuanya dilunasi sesuai jadwal dan kredit macet nol persen.
Ia mengatakan, setelah memberikan KUR, pendampingan UMKM penerima suntikan dana tetap harus dilakukan.
“Perbankan bisa dampingi agar ada keterampilan teknis untuk produksi bisa jauh lebih baik. Kemasan bagus dampingan Bank NTT. perbankan bantu agar kemasan bagus,” katanya.
Selain pendampingan dalam bidang teknis, literasi keuangan orang NTT pun perlu diperhatikan.
“Orang NTT, jangan ketahuan pegang uang banyak ileh keluarga. Kalau tahu, di jalan bisa hilang banyak, ada ready pesta acara ini itu, ada tagihan judul dan sampai rumah nol keboak. Itu pun utangnya belum lunas juga,” tegasnya.
Karenanya, literasi keuangan mesti menjadi perhatian perbankan. Masyarakat mesti dilatih dalam pengelolaan keuangan, agar setorannya bisa berjalan bagus, dan usaha pun berkembang dengan baik. (Tim LembataNews)







