Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Dunia

Theresa Kachindamoto, Berani Lawan Pernikahan Anak di Malawi

LembataNews by LembataNews
Januari 26, 2026
in Dunia, Humaniora, Life Style
0
Theresa Kachindamoto, Berani Lawan Pernikahan Anak di Malawi
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

THERESA Kachindamoto dikenal sebagai salah satu pemimpin adat paling berpengaruh di Malawi karena keberaniannya melawan praktik pernikahan anak yang telah mengakar kuat dalam budaya lokal. Ia menjabat sebagai kepala adat senior di Distrik Dedza dan memimpin wilayah dengan populasi ratusan ribu jiwa. Perjuangannya melawan pernikahan anak dimulai sekitar tahun 2015 dan berlangsung terus selama beberapa tahun berikutnya, dengan dampak besar bagi kehidupan ribuan anak perempuan.

Malawi selama bertahun tahun termasuk negara dengan tingkat pernikahan anak tertinggi di dunia. Banyak anak perempuan dinikahkan sebelum usia 18 bahkan sebelum usia 15. Praktik ini sering dibenarkan oleh hukum adat, tekanan ekonomi, serta norma sosial yang menganggap pernikahan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Dampaknya sangat serius, mulai dari putus sekolah, kehamilan usia dini, hingga risiko kesehatan dan kekerasan.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Theresa Kachindamoto mengambil langkah tegas dengan menggunakan kewenangan tradisionalnya untuk membatalkan pernikahan anak yang sudah terjadi. Ia memanggil para kepala desa di wilayah kekuasaannya dan mewajibkan mereka menghentikan praktik tersebut. Kepala desa yang menolak atau tidak patuh diberhentikan dari jabatan mereka sampai bersedia mengikuti aturan baru. Tindakan ini menimbulkan perlawanan, kritik, bahkan ancaman, namun ia tetap melanjutkan perjuangannya.

Dalam beberapa tahun, ribuan pernikahan anak berhasil dibatalkan. Anak perempuan yang telah menikah dikembalikan ke keluarga dan didorong untuk kembali bersekolah. Theresa tidak hanya menghentikan pernikahan, tetapi juga berusaha memastikan masa depan anak anak tersebut tetap terjaga melalui pendidikan. Ia bekerja sama dengan guru, relawan, dan organisasi sosial untuk membantu biaya sekolah dan memastikan anak anak tidak kembali dinikahkan.

Selain melawan pernikahan anak, Theresa Kachindamoto juga menghentikan praktik inisiasi seksual tradisional yang melibatkan anak di bawah umur. Ritual ini sering kali membahayakan kesehatan fisik dan mental anak perempuan, serta membuka risiko penyakit, pelecehan, dan kekerasan. Dengan melarang praktik tersebut, ia memperluas perlindungan terhadap hak anak dan keselamatan perempuan muda di komunitasnya.

Keberaniannya menarik perhatian dunia internasional. Ia menerima berbagai penghargaan dan pengakuan dari organisasi global, termasuk Perserikatan Bangsa Bangsa, sebagai contoh kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin adat di Afrika dan wilayah lain untuk menggunakan kekuasaan tradisional sebagai alat perubahan sosial.

Theresa Kachindamoto meninggal dunia pada Agustus 2025, namun warisannya tetap hidup. Ribuan anak perempuan yang kini dapat melanjutkan pendidikan, memiliki pilihan hidup, dan terbebas dari pernikahan dini menjadi bukti nyata dampak kepemimpinannya. Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari satu orang yang berani melawan norma tidak adil demi masa depan generasi berikutnya. (Cerita Sejarah Dunia/Tim LembataNews)

Previous Post

Bank NTT kembali Salurkan CSR untuk Lima Rumah Ibadah di Lembata

Next Post

Martin Couney, Pencetus Inkubator Penyelamat Bayi Prematur

Next Post
Martin Couney, Pencetus Inkubator Penyelamat Bayi Prematur

Martin Couney, Pencetus Inkubator Penyelamat Bayi Prematur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Pekerjaan jalan ke kampung lama (Redeng) di Desa Roma, Kecamatan Omesuri, memanfaatkan alokasi anggaran dana desa yang menjadi temuan Inspektorat Kabupaten Lembata dalam auditnya.

Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

9 bulan ago
Ketua KPU Lembata Hermanus Haron Tadon membacakan Deklarasi Kampanye Damai didampingi dan diikuti sembilan Paslon di halaman kantor KPU Lembata, Senin, 23 September 2024.

Sembilan Paslon Deklarasi Kampanye Damai, Ini Isi Deklarasinya

1 tahun ago
Kolaborasi alat musik tradisional asli Kedang dengan alat musik modern di ajang Lembata Maestro Festival yang digelar Langit Jingga Film i Pantai Wulenluo, Lewoleba, Jumat, Sabtu dan Minggu, 22-25 Agustus 2024.

Langit Jingga Films Hadirkan Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern di Ajang Lembata Maestro Festival

1 tahun ago
Bakal Calon Wakil Bupati Lembata Yohanes Brekmans Brino Tolok

Ama Raya: Broin Tolok Lahir dari Gerakan Rakyat, Saatnya Rakyat Rebut Kekuasaan

2 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In