LEWOLEBA – KABUPATEN Lembata boleh berbangga. Setelah selama ini dilayani tiga kapal Pelni, kini bertambah lagi satu kapal yakni KM Lawit yang sandar perdana pada Kamis, 22 Januari 2027 di Pelabuhan Laut Lewoleba
Bupati Lembata P Kanisius Tuaq menyampaikan sambutan resmi pada pelayaran perdana KM Lawit yang untuk pertama kalinya singgah di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Momentum ini menandai penguatan konektivitas laut nasional sekaligus bukti nyata kerja pemerintahan daerah dalam menghadirkan keadilan akses transportasi bagi wilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan PT Pelni atas dibukanya rute baru KM Lawit Dumai – Rote yang kini menyinggahi Lewoleba. Rute lintas barat hingga timur Nusantara ini dinilai sebagai langkah strategis yang menghubungkan pulau-pulau, menyatukan wilayah, serta memperkuat persatuan bangsa melalui jalur laut.
“KM Lawit bukan sekadar kapal, tetapi penghubung kehidupan masyarakat kepulauan. Laut tidak memisahkan kita, justru menyatukan Nusantara,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Dengan masuknya KM Lawit, Bupati menegaskan bahwa saat ini Pelabuhan Lewoleba dilayani oleh empat kapal Pelni, yakni KM Lawit, KM Bukit Siguntang, KM Sirimau, dan KM Tidar. Keempat kapal tersebut menjadi tulang punggung mobilitas orang dan barang, memperlancar distribusi logistik, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Lembata.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan data resmi Rekapitulasi Laporan Kunjungan Kapal Pelni di Pelabuhan Lewoleba Tahun 2025 sebagai bukti dampak nyata penguatan konektivitas laut. Sepanjang tahun 2025 tercatat 307 kunjungan kapal Pelni (gabungan) dengan 53.776 penumpang naik dan 57.904 penumpang turun di Pelabuhan Lewoleba.
Secara khusus, tiga kapal Pelni utama, yakni KM Bukit Siguntang, KM Sirimau, dan KM Tidar, mencatat 121 kunjungan kapal, dengan total 50.139 penumpang naik dan 54.159 penumpang turun. Rinciannya, KM Bukit Siguntang melayani 29.257 penumpang naik dan 27.779 penumpang turun, KM Sirimau 3.626 penumpang naik dan 6.814 penumpang turun, serta KM Tidar 17.256 penumpang naik dan 19.566 penumpang turun.
Menurut Bupati, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa transportasi laut benar-benar menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Lembata serta memperkuat posisi Lewoleba sebagai simpul konektivitas penting di wilayah Nusa Tenggara Timur. Penguatan jalur laut juga diharapkan berdampak langsung pada pengembangan sektor pariwisata, mengingat Lembata memiliki potensi bahari, bentang alam vulkanik, serta budaya Lamaholot yang autentik.
Penyambutan pelayaran perdana KM Lawit di Lewoleba turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Lembata Bapak Pa Vigis, unsur Forkopimda, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata, sebagai wujud dukungan bersama terhadap agenda penguatan konektivitas dan pelayanan publik.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Lembata menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk terus mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan PT Pelni agar layanan transportasi laut semakin berkelanjutan dan merata.
“Sebagaimana kata bijak mengatakan, laut tidak memisahkan pulau-pulau, tetapi menyatukan harapan dan masa depan bangsa,” tutup Bupati. (*/Tim LembataNews)








