LEWOLEBA – OPEN house Natal 2025 yang digelar Bupati Lembata P Kanisius Tuaq di rumah jabatan Bupati Lembata pada Senin, 39 Desember 2025 dipimpin Deken Lembata Romo Philipus Sinyo da Gomes, PR didampingi tujuh imam koselebran. Romo Sinyo juga memberkati rumah jabatan usai perayaan misa.
Dalam khotbahnya dengan tema “Mari Pergi ke Betlehem” Romo Sinyo menguraikan makna kesederhanaan kelahiran Yesus. Ia menegaskan, meski lahir tanpa kemewahan dan hanya dibaringkan di palungan, Allah justru menyatakan kemuliaan besar melalui peristiwa itu.
Para gembala di kandang Betlehem melihat semuanya serba biasa, tidak ada istimewa. Semua fasilitas dan keadaan di kandang itu juga serba biasa bahkan boleh dikatakan sangat sederhana. Bayi mungil ini tidak diletakkan di atas box bayi tetapi di palungan, tempat makanan hewan. Sangat sangat sederhana.
“Akan tetapi, di dalam dan di balik yang sederhana dan biasa-biasa saja itu justru Allah menyatakan karya dan kemuliaannya yang besar dalam Yesus sang bayi mungil,” katanya.
Dalam kesederhanaan itu, terlihat cara-cara Allah bekerja untuk menyelamatkan dunia dan manusia, di mana keselamatan tidak datang lewat kekuatan dunia melainkan lewat kerendahan hati dan cinta kasih.
“Jadi jangan anggap rendah, jangan anggap enteng, atau jangan anggap hal-hal kecil dan sederhana dan yang biasa-biasa saja dalam hidup ini apa bisa melakukan hal-hal besar di balik hal-hal yang kecil dan sederhana itu. Di balik hal-hal yang kecil yang biasa dan sederhana itu juga termasuk di balik kesulitan bisa terdapat hal yang penting dan bernilai,” tegas Romo Sinyo .
Dikatakannya, sekarang ini di mana-mana dikatakan ada efisiensi. Banyak orang mengeluh tetapi meski dalam situasi seperti ini mesti tetap semangat dan memiliki sukacita dalam bekerja.
Ia menambahkan, ketika para gembala bertemu dan berkumpul bersama Yosep Maria dan bayi Yesus terbentuklah sebuah keluarga baru, keluarga yang tidak didasarkan pada hubungan darah atau keturunan melainkan keluarga yang terbentuk atas dasar iman akan Allah
Bahwa di dalam bayi Yesus Allah sungguh hadir menyelamatkan manusia. Iman ini yang mengerakan gembala datang menjumai sang bayi di kandang Betlehem.
Damai dan sukacita sehingga Lukas dalam Injil melaporkan bahwa ketika mereka keluar dari tempat itu para gembala memuji dan memuliakan Allah. Yang membuat mereka bersukacita adalah Yesus sang bayi Dia adalah Allah yang menjadi manusia, Dia-lah juru selamat.
“Kita semua ini juga adalah satu keluarga meskipun kita tidak punya hubungan darah atau keturunan tetapi kita menjadi satu keluarga karena iman kita akan Yesus, kita menjadi satu keluarga karena kita punya kepentingan yang sama, kita tinggal di pulau ini dan kita membangun Kabupaten ini secara bersama-sama. Sebagai satu keluarga besar, kita mestinya saling mengasihi satu terhadap yang lain, kita mestinya saling membantu dan saling bekerja sama untuk kebaikan bersama untuk kesejahteraan masyarakat di kabupaten ini,” tegasnya.
Sebagai suatu keluarga, lanjutnya, tidak boleh saling menaruh benci, curiga satu terhadap yang lain, tidak boleh saling tipu-menipu satu terhadap yang lain karena sebagai satu keluarga besar hidup dalam semangat kasih dan damai seperti yang diharapkan oleh Tuhan sendiri.
Setelah para gembala bertemu Yesus dan mengalami kasih, damai dan sukacita di kandang Natal, mereka kembali sambil memuji dan memuliakan Allah. Mereka pulang kembali ke tempat mereka kembali ke kampung halaman mereka, kembali ke rumah tangga atau keluarga mereka, kembali ke tempat kerja mereka sebagai gembala di padang rumput.
Kembali ke tempat mereka berarti kembali ke rutinitas, kenyataan hidup mereka sehari-hari di dalam keluarga, di tempat kerja dan di dalam masyarakat dengan segala dinamika dan pergulatan hidupnya.
“Kita pun baru saja merayakan hari raya Natal dan mengalami kasih, damai dan sukacita dalam Tuhan. Kita bertemu, saling bersalaman, berjabatan tangan, sedikit makan minum enak barangkali, tetapi setelah itu kita mesti kembali ke dalam keluarga kita ke kampung halaman kita, ke tempat kerja masing-masing dengan segala macam persoalan, dengan segala macam dinamikan, pergulatan hidup,” tegasnya.
Ia berharap, sebagai orang-orang yang baru saja merayakan dan mengalami sukacita dari Tuhan, bisa menjadi pembawa damai, pembawa kasih dan sukacita kepada sesama di tempat kerja, di dalam masyarakat dan di dalam keluarga masing-masing.
Tuhan hadir membawa keselamatan bagi semua, bagi keluarga, bagi semua di tempat kerja masing-masing melalui perbuatan, melalui pekerjaan, agar kehadiran memberikan kontribusi, manfaat bagi sukacita dan kebaikan banyak orang.
Hadir dalam perayaan misa para pimpinan OPD, ASN lingkup Pemkab Lembata, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mantan Wakil Bupati Lembata serta istri mantan Bupati Lembata. (Tim LembataNews)








