Data terbaru mengungkapkan bahwa Latvia menghadapi ketimpangan gender besar, dengan jumlah perempuan sekitar 80.000 lebih banyak dibanding laki-laki.
Selama beberapa dekade, perbedaan ini dipicu oleh tingginya migrasi pria, angka kematian terkait kesehatan, dan meningkatnya populasi usia lanjut. Ketimpangan paling terasa di wilayah perkotaan dan kelompok usia tua.
Peneliti menilai kesenjangan tersebut berdampak pada pola pembentukan keluarga, tingkat pernikahan, dan stabilitas populasi jangka panjang.
Minimnya jumlah pria membuat persaingan mencari pasangan semakin tinggi bagi perempuan, sementara migrasi ekonomi ke Eropa Barat terus mengurangi jumlah pria usia produktif.
Pemerintah menyatakan bahwa ketidakseimbangan yang berkepanjangan dapat mengganggu partisipasi tenaga kerja dan menekan angka kelahiran.
Saat ini, pembuat kebijakan tengah menyusun langkah untuk menarik kembali pekerja yang bermigrasi serta menjaga stabilitas demografis negara.
Sumber: Central Statistical Bureau of Latvia








