Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Elias Making: Plagiat dan Mencuri, Beda Konteks, Sama Rasa

LembataNews by LembataNews
Desember 3, 2025
in Headline, Humaniora, Polkam
0
Elias Kailuli Making, Sekretaris Aldiras Lembata

Elias Kailuli Making, Sekretaris Aldiras Lembata.

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – BERITA media on line bertajuk “Dokumen Ranperda Inisiatif DPR Lembata Diduga Hasil Plagiasi, Ada Nama Kabupaten Polewali Mandar” yang ditayang salah satu media on line pada Selasa, 2 Desember 2025, ramai diperbicangkan publik Lembata.

Rancangan Perda (Ranperda) usul inisiasiatif DPRD Lembata, tentang  Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA), pada Poin 1-UMUM, 2 kali menyebut nama Kabupaten Polewali Mandar.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

“Akan sulit dibantah bila Ranperda ini, murni lahir dari hasil pemikiran sang perancang Perdanya, alias bukan hasil Plagiat. Apalagi bila menggunakan alasan Typo. Polewali Mandar dan Lembata adalah dua nama Kabupaten yang tidak memiliki kemiripan, baik dari sisi abjad, apalagi dari sisi vocal penyebutan,” tegas Elias Kailuli Making, Sekretaris Aldiras Lembata.

Menurutnya, bisa disebut typo apabila nama dua kabupaten yang berbeda provinsi itu memiliki kemiripan penyebutan. Misalnya, jika ada kabupaten Lombatar di provinsi lain, dan ada nama kabupaten Lembata pada provinsi berbeda. Lombatar dan Lembata memiliki kemiripan nama, maka typo bisa diterima sebagai alasan pembenar.

“Itu baru dari alasan typo, saya belum melihat dari sisi kondisi daerah dan kebutuhan. Yah.. Karena salah satu ciri Perda adalah berlaku khusus dalam wilayah yurisdiksi setempat, maka sebagai Peraturan hukum paling bawah, sebuah Perda harus disesuaikan dengan situasi/kondisi wilayah setempat,” katanya sembari menambahkan, “Baru di halaman umum saja sudah tidak benar, bagaimana dengan isi Perdanya? Jangan-jangan semua hal yang berlaku sesuai situasi kehidupan masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Polewali Mandar diadopsi lurus kedalam Perdanya Lembata?”

Karena itu lanjutnya, sangat disayangkan bila kapasitas DPRD Lembata yang dipilih rakyat melalui sebuah proses politik yang panjang dan berbiaya mahal itu, ternyata jauh dari harap. Di kasus Ranperda inisiasi DPRD tentang KLA, diduga bukan hasil buah pikir sang inisiator.  

“Pantas saja, muncul banyak kritik, bahwa DPRD Lembata minim prestasi, tidak mampu berkreasi untuk membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan di Lembata. Mereka (DPRD) seakan mewakili orang lain, bukan hadir sebagai “juru bibirnya (jubir)” orang lembata. Dalam banyak hal mereka tampil seolah mewakili diri sendiri, bahkan juga tampil mewakili orang lain,” ujar Elias Kailuli Making.

Menurut dia, plagiat itu sebuah tindakan yang memalukan, tindakan plagiarisme oleh seorang plagiator adalah tindakan mengambil karya orang lain, dan mengakui sebagai milik sendiri.

“Jadi,  Plagiat itu sebenarnya nama lain dari mencuri, atau korupsi. Plagiat itu, tindakan ambil karya orang lain lalu akui sebagai karya sendiri. Pelaku Plagiat itu disebut Plagiator. Kalau ambil barang orang tanpa sepengetahuan pemilik, itu namanya Mencuri, pelakunya disebut Pencuri. Kalau ambil uang negara untuk memperkaya diri itu disebut Korupsi, pelaku korupsi disebut Koruptor. Jadi Plagiat, Mencuri, Korupsi, itu sama arti, hanya beda konteks, tapi dari rasa bahasanya sama. Semoga Perda KLA itu bukan hasil Plagiasi,” tandas Elias Kailuli Making.

Fraksi NasDem Minta Tunda Pembahasan

Sebelumnya, dalam Pandangan Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata terhadap dua rancangan Perda usul inisiatif ini, sudah diingatkan untuk menunda sementara pembahasan dua Ranperda usul inisiatif tersebut mengingat belum adanya naskah akademik. Fraksi juga meminta kepada pengusul untuk mempersiapkan secara matang semua naskah pendukung sebelum masuk dalam pembahasan lebih lanjut.

Fraksi juga meminta agar jika tetap dilanjutkan untuk dibahas, maka dalam proses pembahasan harus disiapkan waktu yang cukup agar pembahasannya lebih baik dan mengakomodir semua hal. (Tim LembataNews)

Previous Post

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemda Lembata Imbau Jaga Suasana Aman dan Kondusif

Next Post

Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

Next Post

Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, PT PLN iUP Nusra dan PLN Grup menanam 5.000 bibit mangrove dan 300 tanaman pesisir lainnya, di Desa Jerowaru dan Desa Sugihan, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat, 28 November 2025.

Hari Menanam Pohon Indonesia, PLN Grup NTB Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pesisir Lombok Timur

2 bulan ago
Rombongan PT PLN (Persero) saat audiensi dengan Gubernur NTT di Kupang, membicarakan pengembangan proyek strategis nasional di bidang pengembangan panas bumi di NTT.

PLN Lakukan Audiensi dengan Pemprov NTT, Gubernur Dorong Pembentukan Tim Penanganan Isu Sosial Pengembangan Panas Bumi

10 bulan ago
Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir memukul gong menandai pembukaan pameran pembangunan dalam rangka HUT NTT di Pantai Wulenluo, Lewoleba, Selasa, 16 Desember 2025.

Buka Pameran, Wabup Muhamad Nasir Tekankan Peningkatan Kualitas Produk UMKM

2 bulan ago
Kepala Cabang Bank NTT Lembata Eghbert Balukh menyerahkan CSR Bank NTT kepada panitia pembangunan Masjid Masjid Usisa Al Ataqwa Waikoro, Kecamatan Buyasuri Sengaji Raha di kantor Bank NTT Lewoleba, Senin, 26 Januari 2026.

Bank NTT kembali Salurkan CSR untuk Lima Rumah Ibadah di Lembata

1 minggu ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In