Rabu, Februari 4, 2026
  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Lembata News
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Login
No Result
View All Result
Lembata News
No Result
View All Result
Home Headline

Tak Terima Pemerintah Naikan Tarif Bajak Lahan, Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata Walkout

LembataNews by LembataNews
Oktober 29, 2025
in Headline, Humaniora, Polkam
0
Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata melakukan aksi walkout. Walkout yang dipimpin Ketua Fraksi Stefanus L Tapobali (tengah) bersama Jhon Batafor (paling kiri) dan Haji Bareng (paling kanan) dipicu kenaikan tarif bajak lahan petani saat dilakukan pembahasan dalam rapat Gabungan Komisi, Selasa, 28 Oktober 2025.

Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata melakukan aksi walkout. Walkout yang dipimpin Ketua Fraksi Stefanus L Tapobali (tengah) bersama Jhon Batafor (paling kiri) dan Haji Bareng (paling kanan) dipicu kenaikan tarif bajak lahan petani saat dilakukan pembahasan dalam rapat Gabungan Komisi, Selasa, 28 Oktober 2025.

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA – LANGKAH tegas diambil Fraksi Partai NasDem DPRD Lembata. Dalam rapat Gabungan Komisi pada Selasa, 28 Oktober 2025, tiga anggota Fraksi Partai NasDem dipimpin Ketua Fraksi Stefanus L Tapobali langsung walkout dalam rapat dengan agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pajak dan Retribusi Daerah. 

Aksi ini merupakan bentuk penolakan Fraksi Partai NasDem terhadap kenaikan harga bajak lahan yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata.

Related posts

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Lakukan Audiensi Bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lembata

Februari 2, 2026
Forum Jurnalis Lembata saat menyerahkan talih asih kepada penghuni Ponpes Al-Fatah Waowala.

Dari Bekas Kandang Ayam, Pondok Pesantren Al-Fatah Waowala Membentuk Akhlak Anak Bangsa

Februari 2, 2026

Stef Tapobali memimpin aksi walkout ini bersama dua anggotanya, Rahman Abrurahman atau yang akrab disapa Haji Bareng dan John Batafor. Walk out dilakukan setelah mereka menolak kenaikan harga bajak lahan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Lembata sebesar Rp15 ribu per are dari penetapan sebelumnya sebesar Rp10 ribu per are. 

Menurut Stef, sebelumnya palu telah diketok untuk menetapkan harga bajak lahan sebesar Rp10 ribu per are. Namun, usai masa skorsing, palu itu dianulir untuk membahas ulang harga bajak lahan.

“Forum rapat menganulir supaya minta fraksi lain berpendapat dan semua faksi minta sama dengan yang ditetapkan pemerintah. Saya merasa sidang ini tidak ada wibawa sama sekali karena sudah ketuk palu tapi cabut lagi. Ini ada apa?” gugat Stef Tapobali dalam rapat tersebut.

Usai walk out, Stef Tapobali menegaskan bahwa palu merupakan simbol perjuangan yang mewakili suara masyarakat, sehingga palu diketuk untuk kepentingan masyarakt. Sayangnya, dalam hitungan menit, palu dianulir untuk meloloskan kepentingan pemerintah yang diduga kuat ingin berbisnis dengan masyarakat.

Ia menegaskan, NasDem menolak harga bajak lahan yang diusulkan pemerintah karena menilai kenaikan itu merugikan dan mencekik masyarakat. 

Ia menduga ada sesuatu yang tidak beres. “Ada apa di tengah skors itu sehingga masuk ke dalam lalu anulir palu itu. Jangan sampai ada rapat setengah kamar,” duga Stef Tapobali.

Hal senada dikemukakan pula sejawatnya Haji Bareng. Ia sangat menyayangkan rapat yang dinilainya tidak berwibawa ini. 

Menurutnya, menaikkan harga bajak lahan sama saja dengan mengangkangi program prioritas pemerintah yaitu Nelayan Tani Ternak (NTT) khususnya sektor pertanian.

Searusnya, lanjut dia, pajak itu naik setelah pemerintah punya inovasi untuk memajukan pertanian, bukan hasil inovasi belum ada tapi petani sudah dipajaki. Itu sama saja membunuh petani yang seharusnya dibantu untuk menaikkan hasil produksinya. 

Sementara itu, John Batafor juga tegas mengkritik kebujakan menaikkan tarif bajak lahan. 

“Pak Kanis jadi bupati ini kan niatnya mau membuat petani sejahtera tapi yang kita lihat disini seperti berbisnis dengan petani yang membuat petani semakin sengsara,” tegas John.

John menambahkan, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tua, hadir dengan membawa program NTT sehingga tugasnya adalah mensejahterakan petani, bukan menjadikan petani sebagai objek bisnis.

“Traktor Pemda itu dibeli dengan uang rakyat dan untuk rakyat. Jadi logika menaikkan tarif agar menutup “biaya mahal” tidak sesuai dengan fungsi alat pelayanan publik. Bila ingin sistem usaha murni, seharusnya dibuat lewat BUMD, bukan Perda Retribusi,” Tandas John Batafor. (Tim LembataNews)

Previous Post

Tetapkan Perda Perubahan APBD 2025, Ini Harapan Bupati Kanis Tuaq

Next Post

Di Momen HLN ke-80, PLN Bawa Setetes Harapan untuk Nubahaeraka Lewat Akses Air Bersih

Next Post
Masyarakat di Desa Nubahaeraka saat pergi untuk mengambil air di sumber mata air.

Di Momen HLN ke-80, PLN Bawa Setetes Harapan untuk Nubahaeraka Lewat Akses Air Bersih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Bupati Lembata P Kanisius Tuaq memukul gong pertanda pengresmian rumah walet di kawasan wisata Bukit Cinta Lembata.

Pemkab Lembata Bangun Rumah Walet Bukit Cinta, Beri Nilai Tambah untuk Daerah

3 minggu ago
Pekerjaan jalan ke kampung lama (Redeng) di Desa Roma, Kecamatan Omesuri, memanfaatkan alokasi anggaran dana desa yang menjadi temuan Inspektorat Kabupaten Lembata dalam auditnya.

Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

10 bulan ago
Anak korban penganiayaan di Desa Normal 1, Kecamatan Omesuri menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Lembata, Senin, 7 April 2025.

Gerak Cepat Penyidik Polres Lembata, Dalami Kasus dan Periksa Lima Terduga Pelaku Penganiayaan Anak Bawah Umur

10 bulan ago
Masyarakat yang berada di lokasi pembangunan PLTP Atadei menghadiri sosialisasi di halaman kantor Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Kamis, 23 Agustus 2024.

Kolaborasi PLN dan Pemda Lembata Menuju Transisi Energi Maju Mandiri Berkelanjutan

1 tahun ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Dunia
  • Editorial
  • Ekbis
  • Headline
  • Hukrim
  • Humaniora
  • Life Style
  • Nasional
  • Polkam
  • Sport
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

#Business #Delivery #Investment #Planning #Services #Solution #Wise 2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Dokter Syafira yang menangani korban sedang memberikan penjelasan kondisi korban kepada keluarga di ruang bedah RSUD Lewoleba, Senin, 14 Oktober 2024.

    Disiram Air Keras, Meysa Chatelin Witak Terbaring Lemah di Ruang Bedah RSUD Lewoleba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koko Cimeng, Predator Penyuka Siswi SMP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politisi PKB, PDIP, dan PKS Dukung Paket Tunas, Kok Bisa Begitu, Ada Apa Ya????

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Forum Puspa Kecam Perlakuan Tak Manusiawi pada Anak di Bawah Umur di Desa Normal 1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Temuan Inspektorat Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Peduli Desa Roma Tuntut Kades Roma Dinonaktifkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Alamat Redaksi : Lewoleba Timur, Nubatukan, Nusa Tenggara Timur

Follow us on social media:

  • Tentang Kami
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2024 - lembatanews.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Hukrim
  • Polkam
  • Travel
  • Ekbis
  • Humaniora
  • Sport
  • Nasional
  • Dunia
  • Life Style
  • Editorial

© 2024 - lembatanews.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In