JAKARTA – KELOMPOK NTT 5 yang terdiri atas tiga kabupaten serumpun Lamaholot yakni, Flores Timur, Alor, dan Lembata sukses meraih predikat terbaik dalam penyusunan program dan rencana tindak lanjut saat kegiatan Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Yuni Damayanti yang didaulat mempresentasikan hasil diskusi kelompok 5, tampil elegan mempresentasikan hasil diskusi di hadapan Sekjen DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, Gubernur ABN Nining Indra Saleh dan peserta Laga Perubahan yang datang dari 4 provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Laga Perubahan digelar tiga hari di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, 10-13 Oktober 2025.
Laga Perubahan dibuka Willy Aditya, Ketua Bidang IOK DPP Partai NasDem pada Jumat, 10 Oktober 2025.
Dalam pidatonya, Willy Aditya menegaskan soal saling curiga di antara kader NasDem. Menurut dia, jika saling curiga terjadi maka kapan bisa bekerja sama satu dengan yang lain.
Willy Aditya juga menohok peserta dengan penegasan terkait kemegahan kantor partai dan mempertanyakan apakah dari kantor yang megah, pernah diligelar rapat untuk menghasilkan agenda partai atau tidak.
“Apakah kantor semegah itu pernah lahirkan agenda agenda bersama. Pernahkah rapat harian, rapat mingguan, rapat bulanan. Bagaimana bisa terbangun kalau tidak ada jejak rekam kerja bersama, percaya satu dan lainnya,” tegasnya dan menambahkan, “Buya Maarif katakan bercerai kata dan laku. Bercerai antara mimpi dan praktik. Mimpi ke utara praktik ke selatan. Bagaimana NasDem menang rakyat bisa sejahtera kalau tidak pernah bersama. Bagaimana restorasi bisa jalan kalau agenda partai dan rapat tidak dilaksanakan. Jangan pentingkan perut. Jangan pentingkan kursi masing-masing. Hidup ini lahir dan bathin”.
Laboratorium Gerakan Perubahan dimulai. Ia berharap, sepulangnya dari Laga Perubahan, semoga bisa dibangun sebuah kebijakan bersama. Karena jika tidak, maka hanya akan berdiri di atas mimpi orang per-orang. Kalau tidak punya basis agenda bersama partai, maka hanya menjadi hawa nafsu orang per-orang.
Ditegaskannya, Party ID yang paling kecil itu NasDem. Dari delapan partai di Senayan, NasDem dengan Party ID paling kecil. Walau dengan party ID kecul, namun NasDem mampu menambah jumlah kursi. Hal itu karena ada orang-otang hebat semua yg terpilih menjadi anggota legislatif.
Pemilu, lanjutnya, tidak pernah membangun party ID. Pemilu tidak akan menjadikan partai bertambah ID-nya. Kecuali mempunyai figur yang sifatnya sentris seperti Gerindra yang berada di nomor 1 karena ada presiden. Nasdem tidak tidak ada capres dan presiden.
“Bukan perkara gampang bangun party ID. Ia bukan cinta satu malam,” kata Willy Aditya.
Partai, lanjutnya, sejatinya merupakan instrumen perjuangan. Kalau tidak bekerja sama bagaimana jadi instrumen dan alat perjuangan. NasDem didirikan Surya Paloh sejatinya alat atau ajakan pertaubatan politik. Kuning, merah, hijau yang dulu berbuat dosa mari berbuat kebajikan lewat NasDem. Duduk sama-sama di sini, diskusi untuk partai sudah lama tidak kerja sama. Luruskan mimpi, mimpi partai. Terkadang satu ranjang mimpi berbeda. Tidak puas bisa pindah. Jadi, kalau kakak-kakak cinta sama partai, sayang sama partai itu saja tidak cukup. (Tim LembataNews)








